98. aina Aprilio

173 6 1
                                        

Semua urutan sama, 1-2-3 dan seterusnya, kalau ada kesalahan part tidak sesuai kalian bisa hitung angka yang benar, paham ga?
Enggak tau kenapa berubah-ubah.

***

Adel sudah diperbolehkan pulang, tentu adel senang akhirnya ia bisa pulang juga, selama satu Minggu ia di rumah sakit, tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya, adel tersenyum manis menatap mamahnya yang setia menemaninya selama di rumah sakit.

Adel, kevin, dylan, dan sela satu mobil. Vina, hardi, satu mobil, alek, alea, sandi wina satu mobil. Mereka berdua untuk sementara tinggal di rumah orangtuanya adel. Atas kemauan adel sendiri.

Kevin mengelus rambut adel, ia sangat bersyukur adel masih bersamanya, ia masih bisa menatapnya semuanya, sepuasnya. "Kalau butuh sesuatu bilang" ucap kevin.

Adel mengangguk pelan, ia melirik dylan yang juga sedang meliriknya dari kaca mobil. "Dylan, aku mendengar semua" batin adel.

Tidak lama mereka sampai si rumah mamah wina, yang langsung disambut suara teriakan david yang sudah menunggu mereka sedari pagi. "Mamah, papah" teriak david.

Adel tersenyum manis ia langsung turun dari mobil berlari kecil memeluk david. "sayang, mamah kangen banget sama kamu" ucap adel mencium pipi david

"David juga kangen banget sama mamah" aku david mencium pipi adel.

"Sama papah enggak kangen?" Tanya kevin pura-pura sedih.

David mengangguk. "Kangen, tapi david lebih kangen mamah adel" ungkapnya kelewat jujur.

"Hahaha" tawa adel melihat wajah suaminya yang kesal.

"Masuk dulu panas nih" suruh sandi.

Mereka mengangguk, masuk kedalam rumah, adel tersenyum manis menatap bayinya yang sedang digendong mbok siti, art di rumah mamahnya yang sejak dulu mengurusnya. Ia berjalan menghampiri mbok siti menatap bayi mungil yang sedang tertidur pulas.

"Ini anak adel, mbok?" Tanya adel.

Mbok siti mengangguk. "Iya, ini anak neng adel, cantik seperti mamahnya" puji mbok siti.

Adel mengambil alih anaknya ia menatap bayinya dengan wajah senang. "Anak mamah cantik sekali" puji adel mengelus pipi bayi mungil yang sedang tidur.

"Duduk dulu" ajak dylan, ia khawatir adel drop kembali.

Adel mengangguk ia duduk di samping kevin, dan dylan. "Anak aku satunya mana lagi?" Tanya adel menatap keluarganya.

Deg

Mereka sama-sama diam, mereka saling berpandangan satu sama lain, mereka tidak ada yang berani bicara. Adel mengerutkan keningnya tidak mengerti, kenapa keluarganya pada diam, tadi mereka ngobrol asyik.

"Mah, pah, mana? Anak adel baik-baik aja, kan?" Tanya adel menatap mertuanya.

"A-anak k-kamu s-satunya s-suda meninggal" gugup vina.

DEG

Tubuh adel lemas ia menggeleng cepat. "E-enggak! Mamah jangan sembarang kalau bicara, anak adel yang cowok baik-baik aja, dia enggak meninggal" marah adel.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang