37. cerita adel

261 3 0
                                        

Selama dua hari ini kevin menemani istrinya dirumah, tidak ke kampus, maupun ke kantor, padahal adel sudah menyuruhnya untuk kerja saja, daripada menunggunya, padahal adel tidak kenapa-kenapa hanya masih lemas saja.

Adel turun kelantai bawah mendapati suaminya dan mertuanya sedang ngobrol, adel yang penasaran ia menguping.

"Papah bakal suruh dylan pindah dari Indonesia, papah bakal suruh dylan lanjutin kuliahnya diluar negeri, supaya dia tidak lagi ganggu kamu, maupun adel" ucap hardi.

Kevin mengangguk "iya pah, kevin setuju itu demi kebaikan rumah tangga kevin sama adel--"

"ENGGAK, AKU ENGGAK MAU DYLAN PINDAH DARI SINI" marah adel menatap tajam kevin "kalau kalian berani suruh dylan pindah dari Indonesia, aku bakal ikut sama dia, gimanapun caranya, dan aku enggak akan kembali sama kamu, kak" marah adel ia menatap Kevin dengan wajah yang merah menahan emosi.

Kevin dan hardi bangun dari duduknya menatap adel "kamu salah dengar, ini enggak seperti yang kamu dengar sayang" elak kevin.

Adel tersenyum tipis ia melirik meja mengambil pisau buah, mengarahkan ke lehernya "kalau kalian berani pisahkan aku sam dylan, aku akan bunuh diri, supaya aku tidak merasakan kehilangan dylan" teriak adel.

Sontak kevin dan hardi menatap adel kaget "sayang, turunin pisaunya, nanti kamu bisa terluka" ucap kevin.

Vina yang sedang diteras mendengar keributan langsung menghampirinya mereka "astaga! Adel kamu lagi ngapain?" Kaget vina

"Sayang jangan macam-macam" khawatir kevin menghampiri istrinya yang malah mundur "buang pisaunya, kalau enggak--"

"APA?, KALIAN UDAH BUAT ADEL HANCUR, KALIAN UDAH BIKIN ADEL KECEWA, KALAU KALIAN MASIH MAU ADEL DISINI, JANGAN PISAHKAN ADEL SAMA DYLAN BEDA NEGARA, ADEL ENGGAK BISA TANPA DYLAN"

"Iya-iya, asalkan kamu turunin pisaunya, kita bicarakan baik-baik" pasrah hardi.

Adel menatap papah mertuanya "janji?, Papah enggak bakal paksa dylan pindah?"

Hardi mengangguk "iya, asalkan kamu jauh-jauh dari dylan, papah enggak bakal paksa dylan pindah kalau kamu mau jauh-jauh dari dia"

Adel mengangguk lemah "oke, adel mau jauh-jauh sama dylan, kalau kalian bohong adel benci kalian" mereka mengangguk kecil.

Kevin langsung menepis pisau dari tangan istrinya, memeluk adel erat "jangan kaya gitu lagi, aku khawatir" lirih Kevin.

"Jangan pisahkan aku sama dylan, kak, aku janji aku bakal berubah" lirihnya tanpa membalas pelukan kevin.

"Sekarang kita istirahat, ke kamar ya" ajak kevin mengelus rambut adel.

Adel menggeleng "mau disini aja" lirih Adel ia masih ingin tau apa yang mau dibicarakan papah mertua, langsung duduk berhadapan dengan hardi dan vina. "Papah janji, enggak bakal bawa dylan ke luar negeri?" Lirih adel kurang yakin.

Hardi mengangguk "janji, asalkan kamu mau jauh-jauh sama dylan, itu aja kemauan papah" ucapnya.

Adel mengangguk lemah setidaknya ia masih bisa melihat dylan, walupun ia merindukan pelukan dylan. Kevin mengeluh rambut adel sayang, menciumnya lembut.

"Kenapa anak-anak aku menyukai perempuan yang sama" batin vina dan hardi, bingung.

"Mah, pah, nginep satu Minggu lagi disini, temenin kita" pinta kevin.

Vina geleng-geleng kepala "udah tua masih aja mau ditemnin" sindir vina.

"Mah, biar rumah ini ramai, sekalinya ramai malah istri Kevin buat masalah" sindir Kevin yang tidak dihiraukan adel, karena si reong tidur pulas.

Hardi terkekeh geli "istrimu tidur, kev, kayanya kecapekan teriak-teriak tadi. Memangnya tiap hari kalian seperti itu terus?, Berantem?" Tanya hardi penasaran.

Kevin mengangguk kecil "kalau lagi kesal gitu, marah-marah terus, kadang Kevin heran sekaligus salut sama dylan, ko bisa tahan pacaran 3 tahun sama adel yang mencak-mencak terus, maksudnya pasti dylan kesal" heran kevin.

Hardi menggeleng "enggak, teman anak mamah waktu smk satu sekolahan sama mereka, kata anak mamah, dylan sama adel baik-baik aja, malahan mereka disebut pasangan paling romantis" jelas vina.

"Mamah tau adel pacaran sama dylan sejak kapan?" Tanya hardi.

"Sejak terbongkar waktu itu, terus mamah punya teman yang anaknya datu sekolah sama mereka, mamah tanya-tanya deh sama anaknya, ya gitu, pasangan yang harmonis, bahkan mereka menunjukkan terang-terangan hubungan mereka disekolah" ucapnya panjang lebar.

Kevin, dan hardi mengangguk paham. "Kalau kamu cara nenangin adel pas lagi marah-marah gimana?" Tanya hardi penasaran.

Kevin terkekeh kecil "kevin ancam mau buat dia enggak bisa jalan, terus kevin bawa deh ke kamar, terus dia nangis-nangis enggak mau, dan janji enggak marah-marah lagi, sekalian modus dikit, haha"

Vina dan hardi geleng-geleng kepala "intinya kalau adel hamil anak kamu, posisi kamu aman" ucap vina pelan.

Hardi mengangguk kecil "benar apa kata mamah kamu" imbah hardi.

Kevin mengangguk, ia mambawa adel ke kamar merebahkan tubuh adel ke kasur, mencium singkat bibir adel, ia langsung keluar kamar menghampiri kedua orang tuanya. "Kevin udah kasih susu untuk mempercepat proses kehamilan adel, tapi dia malah minum obat KB tanpa sepengetahuan kevin" lirihnya sudah mengetahui obat yang sering adel minum.

Vina dan hardi melotot kaget "segitunya dia? Ko kamu enggak larang dia sih?" Tanya vina sedikit kecewa.

Kevin memejamkan matanya lebih dulu lalu ia buka kembali "bahkan untuk marah-marah aja kevin udah enggak sanggup, kevin enggak sengaja lihat adel minum obat itu pas mau berhubungan sama kevin, karena kevin kesal sama dia, pas kevin lihat bungkus obat itu kevin enggak paham masalah obat, kevin tanya sama teman kevin yang dokter, kata dia obat KB, kevin mau marah sama adel, tapi percuma, tapi dua hari lalu adel enggak minum obat itu" jelasnya.

"Bagus dong, supaya adel segera hamil" bahagia vina.

"Nanti bayi bawa bayi dong, haha" tawa hardi membayangkan adel mempunyai bayi, sedangkan ibunya saja seperti bayi.

***

Adel membuka matanya pandangan yang ia lihat wajah suaminya yang tersenyum kearahnya, adel memejamkan matanya sebentar lalu ia balas menatap kevin. "Mamah udah pulang?" Tanya adel khas suara bangun tidur.

Kevin menggeleng "belum, aku suruh nginep disini, supaya kamu ada temannya" sahut kevin.

Adel hanya mengangguk kecil "aku mau tidur lagi, besok aku enggak mau kuliah, mau libur lagi" lirihnya.

Kevin mengerutkan dahinya "kenapa? Udah enggak masuk dua hari, lho" heran kevin biasanya adel paling bersemangat kuliah. "Masih sakit?, Sini aku obati lagi" tawarnya tersenyum manis, penuh harap.

"Aku enggak lagi bercanda, kak, aku malas gerak" lirihnya.

Kevin mengangguk paham ia memeluk tubuh mungil istrinya "yasudah, yang penting kamu belajar di rumah, biar saya awasi" adel mengangguk lemah, males untuk berdebat.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang