21. pasar malam

326 3 0
                                        

Adel sedang diruang tengah sedang menonton film kartun, sesekali ia terkekeh geli melihat dua anak laki-laki botak. Kevin belum pulang kerja, entahlah adel tidak memperdulikan kevin, lebih bagus lagi kevin tidak pulang sekalipun.

"Lucu banget" kekehnya.

Kevin mencari-cari istrinya yang ternyata sedang diruang tengah "sayang, aku cari-cari ternyata kamu ada disini" ucapnya sambil duduk di samping adel.

Adel menoleh kaget "mau apa emangnya cari-cari aku?" Tanya adel sinis. Ia kembali fokus pada telivisi.

Kevin mengusap gemas poni adel sampai berantakan "malam minggu ini, enggak mau keluar rumah, nih?" Tanya kevin.

Adel menoleh menatap kevin "kemana?" Tanya adel "boleh enggak aku keluar sama tem--"

"Enggak boleh, kamu harus sama aku" potong kevin cepat.

Adel mendengus sebal "yaudah, mau kemana?, Aku mau ketempat yang buat aku senang" ucapnya.

Kevin memajukan wajahnya mendekati telinga adel "kamar, baru buat aku kamu senang" bisiknya dengan suara yang lirih.

Adel melotot ia mendorong wajah kevin "dasar berondong, mesum, sana pergi, bikin mood, aku hancur aja" kesal adel.

Kevin terkekeh kecil melihat wajah kesal istrinya "iya-iya, enggak, pasar malam mau--"

"Mau, aku mau ke pasar malam" ajak adel cepat wajahnya berbinar-binar.

Kevin mengangguk "ganti baju dulu, baru kita pasar malam" adel mengangguk ia langsung berlari ke lantai atas menggunakan lift.

Saat ini mereka berada di pasar malam banyak wahana yang ingin adel rasakan. Banyak pasang mata yang menatap adel dan kevin dengan tatapan kagum, dan masih banyak lagi. Tentu tidak dihiraukan oleh keduanya.

Kevin menggunakan kaos hitam lengan pendek, dipadu dengan celana pendek warna hitam, tak lupa ia menggunakan topi. Yang bermerek. Mahal.

Adel menggunakan baju lengan panjang, celana jeans selutut, rambutnya ia gerai. "Aku mau naik itu" adel berlari ke wahana kuda, yang banyak orang seumurnya naik.

Kevin menghela napasnya "nanti pusing naik gituan, mending car--"

"Diam! Tunggu disini" marah adel ia langsung naik merentangkan tangannya "seru banget" teriak adel menjadi pusat perhatian pengunjung.

Tidak lama adel turun ia sedikit pusing. Kembali berlari wahana lain "mau naik it--"

"Udah, mending kita pulang, kalau enggak kita ke mal aja" ajak kevin.

Adel cemberut ia menatap sebal suaminya "dasar pelit, ngaku aja takut uangnya habis gara-gara aku coba wahana semua ini" ledeknya.

Kevin terkekeh kecil "habis? Bahkan saya bisa beli semuanya untuk kamu, hanya saja ini terlalu bahaya buat kamu, jadi kita pulang" kevin menarik tangan adel keluar pasar malam.

"Kak aku masih mau disini, ish" sebal adel. Kevin membukakan pintu mobil mendorong pelan adel agar masuk mobil.

"Udah malam mending kita pulang" ajak Kevin ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang "enggak baik lama-lama disana" lanjutnya.

"Nyee nyee nyee" ledek adel kesal.

"Enggak boleh gitu sama suami, sayang" tegus kevin lembut.

Adel memutar bola matanya malas "mana handphone aku?, Ko enggak dikembalikan sih" tanya adel baru ingat kalau Kevin belum mengembalikan handphonenya.

"Hilang, kita beli yang baru aja" kevin langsung memarkirkan mobilnya di mal yang "pilih yang kamu suka" suruh Kevin, wajah adel berbinar-binar, ia akan menghabiskan uang suaminya.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang