40. keanehan adel

302 4 0
                                        

Pagi-pagi sekali kevin mual, semenjak istrinya hamil ia jadi sering mual, padahal yang hamil istirnya bukan dirinya, adel juga heran kenapa suaminya yang lebih sering mual.

"Arghhhh, enggak enak banget" teriak kevin kesal.

Adel yang sedang main laptop langsung menghampiri suaminya "kak, kenapa?" Tanya adel sedikit khawatir.

Kevin menoleh ia berjalan mendekati istrinya memeluk adel lemas "kenapa aku jadi sering mual" lirih Kevin.

Adel melepaskan pelukannya ia masih kesal pada kevin "mungkin kakak hamil" jawab adel kelewat polos.

Kevin menatap datar istrinya "mana ada, jangan ngawur deh" dengus kevin kesal.

Adel menghendikan bahunya acuh "enggak tau, kerumah sakit aja sana" suruh adel sambil keluar kamar, diikuti kevin dari belakang. "Ingat kak, aku enggak bakal anggap anak ini, anak aku" ucap adel kesekian kalinya.

Kevin menghela napas "terserah kamu, yang penting kamu jaga baik-baik kandungan kamu, dan diri kamu sendiri, selagi saya tidak sama kamu, saya enggak mau kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa" jelasnya.

Adel mengambil es krim "iya, bakal gue--"

"Jangan pakai gue-gue gitu adel" tegur kevin kesal.

Adel mengangguk "aku bakal jaga anak ini karena permintaan dylan, bukan atas permintaan kamu, kak, camkan itu" ucapnya sambil melumat es krim.

Kevin tidak menjawab ia langsung pergi meninggalkan adel, kenapa sih adel selalu sebut-sebut dylan, udah tau kevin cemburu. Duduk di sofa sambil memijit pelipisnya "adel Chyntia Sari, kenapa kamu masih belum menerima saya, sayang" lirih kevin.

"Ini teh, buat kakak, biar perutnya enakan" adel menyodorkan teh kehadapan kevin, yang mengerutkan dahinya keheranan, ini pertama kalinya adel membuatkan teh dan menyiapkan sesuatu untuk dirinya "ambil, capek nih tangan" kesal adel, karena kevin malah menatapnya dengan tatapan bahagia, dan senyuman manisnya, yang malah membuat adel semakin kesal.

Kevin langsung minum tanpa ia tiup "arghh panas" teriak kevin lidahnya terasa panas.

Adel menoleh kaget, baru aja ia ingin memberitahu kalau teh masih panas "hati-hati, kak, teh nya masih panas" ucap adel.

Kevin menoleh "terlambat, sayang" sebisa mungkin ia tidak menunjukkan kesalnya didepan istrinya "untung lidah saya enggak kenapa-kenapa" cicit kevin.

Adel menatap kevin "kak, aku pengen jalan-jalan" lirih adel.

Kevin menoleh "jalan-jalan, kemana?, Amerika?, Australia, Italia, jepang?, Atau tha--"

"Pasar, aku mau ke pasar, beli baso" potong adel.

Kevin mengedipkan matanya kaget "p-pasar?, Mau ngapain?" Heran kevin.

"Ngamen" jawab adel asal.

"Hah?, Jangan bikin saya malu, suami kamu orang kaya, sayang" kaget kevin aneh-aneh saja istrinya ini.

Terlalu kesal dengan suaminya adel malah menangis terisak-isak, kesal rasanya dengan kevin yang terlalu menggemaskan, sampai pengen ia buang ke sungai Amazon. "Hiks, kenapa sih kakak ini bikin aku kesal, Hwaaaa" tangis adel pecah ia memukul-mukul kevin menggunakan bantal sofa.

"Morning, bumil" teriak mega masuk kedalam rumah dengan wajah yang berseri-seri.

Kevin dan adel menoleh, adel langsung memeluk sahabatnya yang super pengertian, tapi kadang bikin ia naik darah "hiks, meg, gue kesal sama si berondong, enggak peka banget sama gue, hiks" isak adel.

Mega mengerutkan dahinya, ia mengangkat alisnya seolah bertanya kenapa, kevin menghendikan bahunya. "Lo, kenapa del?" Tanya mega mengelus punggung adel.

"HWAAA, KENAPA ENGGAK ADA YANG NGERTI SIH, HIKS" adel mendorong Mega "KALIAN BERDUA NYEBELIN BANGET, BIKIN GUE EMOSI AJA" teriak adel.

Mega menatap adel bingung "kenapa sih lo?, Gue enggak paham, anjir" kesal mega, niat bolos kuliah kerumah temannya malah jadi masalah besar.

"Hallo teman-teman, gue datang" teriak rudi, Rio hanya diam "gue bawain martabak coklat kesukaan bumil" rudi menaruh martabak ke meja.

"Bawa apa, rud?" Tanya adel mengusap air matanya.

Rudi menatap malas adel "bawa anak, udah gue bilang bawa martabak kesuksesan, lo" ucap rudi malas.

Air mata adel kembali menetes, memajukan bibirnya dua senti "HWAAA KENAPA SEMUA ORANG PADA NYEBELIN HARI INI, GUE CUMAN NANYA KENAPA LO MARAH GITU, EMANGNYA GUE SALAH APA?" Teriak adel lagi. Membuat seluruh rumah kaget.

Mega menatap tajam rudi "lo apaan sih rud, adel jadi nangis" sembur mega.

Rudi menggaruk lehernya "kapan gue marah?, Astaga! Gue enggak marah, del, ini gimana sih, gue jadi bingung gini" rudi menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.

Kevin menatap datar sahabat istrinya "Gara-gara kalian adel makin nangis, cik! Sana ah" usir kevin kesal.

Adel menatap tajam suaminya, air matanya semakin mengalir deras "KENAPA KAK KEVIN USIR TEMAN-TEMAN AKU, HIKS, DIA MAU MAIN SAMA AKU, KAK" pekik adel didepan wajah kevin.

Rio, rudi, mega, dan kevin menatap heran mereka. "Maklum, bawaan bayi" ucap rio yang sedari tadi diam.

"RIO, AKU BUKAN BAYI, AKU UDAH DEWASA" teriak adel memukul rio menggunakan tas mega yang tergeletak di sofa "AKU UDAH DEWASA, UDAH PUNYA PACAR JADI BUKAN BAYI LAGI" teriaknya.

Rio menghindari pukulan maut sahabatnya "eh, iya-iya, lo udah dewasa, gue tadi ngomong sama Mega ko" elak rio.

"Lah ko gue?" Sinis mega.

"Ada apa ribut-ribut?" Tanya dylan yang baru sampai.

Kevin langsung menatap datar adiknya "mau ngapain kamu kesini?" Tanya kevin ia menghampiri istrinya.

Dylan menyodorkan paper bag pada kakaknya "dari mamah, buat adel, tenang bukan dari gue, kalau lo enggak percaya tanya sendiri sama mamah" ucapnya yang tau tatapan kevin.

"Baby, kamu kesini bawa apa?" Tanya adel mengusap air matanya.

Dylan tersenyum tipis "enggak tau mamah, aku cuma suruh bawain doang" jawab dylan.

"Jangan dekat-dekat" kevin menarik adel dari samping dylan "masuk kamar aja jangan disini" suruh kevin.

Adel menggeleng "mau ngobrol sama teman-teman, kakak aja yang masuk kamar, sana" usir adel mendorong kevin.

Kevin menatap datar adel "enggak, saya mau nemenin kamu disini" kevin langsung menarik adel duduk disampingnya, mengelus perut adel menunjukan kemesraannya didepan teman-temannya, termasuk dylan.

"Bumil, rumah lo ada internet kan?" Tanya mega tersenyum manis.

Adel memutar bola matanya malas "ada, pasti mau download drama Korea" mega mengangguk ia langsung membuka laptopnya.

"Del, kak kiki nanyain lo terus" ucap mega sambil mengotak-atik laptopnya. "Dia juga minta nomor handphone lo, tapi enggak gue kasih"

"Orang dia udah punya nomor gue, dari lama kali" sahut adel.

"Tapi dia ganteng juga, ya, cold, gue aja sampai jatuh hati sama dia" ucapnya senyum-senyum sendiri.

Adel mengambil martabak yang rusi bawa "kapan sih lo enggak suka saka cowok yang ganteng, kak Kevin aja lo bilang ganteng" ucapnya santai.

Sedangkan kevin menatap adel sinis "emang saya ganteng, mata kamu nya aja yang buram" ucapnya sedikit sewot.

Puk

Adel menepuk jidat kebin kesal "sembarangan kalau ngomong, saya enggak buram, kakak yang buram tuh mata" kesal adel.

Adel orang yang pertama kali yang berani memukul kevin. "Sakit, sayang" ringis kevin.

"Lebay" ucap mereka serampak

***
  

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang