Adel duduk manis di sofa ruang tengah sambil menonton film kartun kesukaannya, sesekali terkekeh kecil, sesekali juga ia mendengus sebal. Sedangkan Kevin duduk manis di sampingnya sambil memangku laptop di pahanya.
Semenjak ia menghukum adel dan adel jatuh sakit, ia mengabaikan semua pekerjaannya, sampai-sampai diambang kebangkrutan, dan syukurnya sekarang tidak, sesekali Kevin menoleh menatap istrinya yang asik, ia tidak mau menganggu adel yang asik menonton televisi.
Karena lelah Kevin menutup laptopnya, ia menatap adel dari samping, sangat damai jika seperti ini. Kalau boleh milih ia ingin seperti ini terus, tanpa perdebatan yang membuat mereka harus berpisah, atau saling menyakiti satu sama lain.
Tatapan Kevin jatuh pada bibir adel yang sedikit terbuka, membuang pandangannya ke sembarang arah, enggan menatapnya sama sekali, tapi, yang namanya kevin Aprilio tidak bisa mengendalikan napsu nya.
Menarik adel yang sedang fokus menonton, ia langsung mencium bibir adel lembut, tidak ada perlawanan, Kevin mengigit bibir adel gemas, sampai terbuka.
Adel memukul dada bidang kevin kesal, sampai ciuman mereka terlepas "jangan gila! Aku enggak suka itu" kesal adel.
Kevin yang takut adel marah lagi ia memeluk adel erat "maaf, a-aku khilaf, maaf sayang" sesal kevin ia meneteskan air matanya takut.
Adel merasakan pundaknya basah melepaskan pelukan menata kevin yang menangis "kenapa kakak nangis?" Heran adel menatap kevin.
Kevin enggan menatapnya ia menggeleng "aku takut kamu ninggalin aku lagi, jangan marah, ya, aku mohon, kamu boleh hukum aku, tapi jangan tinggalkan aku" mohon kevin.
Adel menatap kevin heran "aneh, ah, jangan lebay gini, oh ya, jangan peluk-peluk aku" adel mendorong tubuh kevin.
"Hiks, maaf adel, hiks a-aku n-ngaku salah, hiks, a-adel aku m-mohon" isak Kevin.
"Lho, kenapa kamu mak---"
"Pagi sayang--lho kenapa kevin kamu nangis?" Kaget vina menatap kevin heran sekaligus khawatir.
Kevin memeluk tubuh mamahnya "hiks, mamah, adel marah sama kevin, dia kesal sama Kevin" isak kevin mengeratkan pelukannya.
Vina menatap tajam adel "KAMU APAAN SIH, ADEL, KENAPA KAMU KESAL SAMA ANAK SAYA?" bentak vina kesal.
Adel menatap kaget mertuanya "mah, aku enggak---"
"Sudah-sudah kita duduk dulu" ajak hardi.
Kevin melepaskan pelukannya ia menatap adel memelas "maaf, aku janji enggak kaya gitu lagi, aku minta maaf" lirih kevin.
"Mah jangan bentak adel, cepat minta maaf, dia ketakutan, tuh" bisik hardi melihat adel yang menunduk sambil meremas rok pendeknya.
Vina yang mengaku bersalah ia mengangguk kecil "adel, mamah vina minta maaf ya, mamah tadi kebablasan takut kamu ninggalin Kevin, jangan kesal ya sama kevin" ucap vina.
Adel mengangguk kecil "i-iya mah, adel yang harus minta maaf, tadi cuman bercanda doang ko, serius" ucapnya sambil melirik kevin.
Hardi mengangguk paham "dengerin tuh, Kevin, makanya kamu jangan bikin kesal istrimu" ucap hardi.
***
Kevin memeluk adel erat menarik selimut sampai dada, adel melepaskan selimut, siang-siang memakai selimut sangat tidak masuk akal. Bukan.
"Biar sweet, kaya di film-film gitu" ucap kevin mendengus sebal.
Adel menghela napas lelah berdebat dengan kevin membuat dirinya kesal sendiri, lebih baik ia diam saja. "Panas, kak, astaga! Aku enggak bisa tidur siang" rengekannya.
Kevin tersenyum miring ia melepaskan bajunya, menarik baju baju adel "biar enggak panas. Ucap kevin tersenyum miring.
Adel menutup tubuhnya yang hanya terbalut bra hitam. "Enggak Gini juga, kak, aish, sini baju aku" rengek adel karena baju adel di lempar jauh.
"Iya-iya, aku lepas selimutnya" kevin menarik selimut yang melekat ditubuh mereka "enggak kan? Masih kurang, hm?" Goda kevin.
Reflek adel memeluk tubuh kevin "arghh, malu, kak jangan kaya gini" rengek adel.
Kevin terkekeh geli ia mencium dahi adel, membalikkan tubuhnya menjadi ia di atas tubuh adel. "Boleh, ya?" Ijin kevin memohon.
Adel menggeleng "enggak, aku enggak mau" tolak adel.
Kevin tersenyum miring "janji sebentar doang" ucapnya sambil melepaskan pakaiannya yang masih melekat sempurna ditubuhnya.
"Kak, ini masih siang" tolak adel ia tidak mau berhubungan intim dengan kevin lagi.
Kevin tidak mendengar ia langsung melakukan aktifitasnya, secara lembut, tapi, lama kelamaan kevin semakin brutal. "A-adel" panggil kevin dengan suara yang sangat menjijikkan bagi adel.
Adel bergidik ngeri "stop! Aku capek, turun cepat" pekik adel, untung kamar mereka kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar suara mereka.
Napas kevin memburu ia memberhentikan aktifitasnya, turun dari tubuh adel "sebenarnya saya masih pen--"
"Mesum" sembur adel menarik selimut sampai tubuh mereka.
***
Kevin duduk di ruang kerjanya sambil memangku adel yang merengek minta di gendong. "Aku suka kamu manja gini, sering-sering ya manja gini" ucap kevin.
Adel mengendus sebal "aku kaya gini karena lagi datang bulan, perut aku sakit" kesal adel. Memang kalau sedang datang bulan Adel suka manja dan merengek minta digendong.
Kevin hanya mengangguk kecil, fokus kembali dengan laptopnya. "Diam! Nanti aku kegoda, kamu lagi datang bulan enggak bisa saya lakukan" ucapnya mengeram kesal
Adel terkekeh geli ia sengaja membuka tiga kancing bajunya memperlihatkan dadanya "gerah ya, padahal AC nya nyala" ucapnya bohong.
Kevin melotot kaget ia buru-buru mengalihkan pandangannya "kenapa kamu bukan kancing baju kamu?, Kalau saya khilaf gimana" dengus kevin, tapi tangannya meraba-raba kemana-mana.
Adel langsung menutup bajunya "mesum, si berondong" Adel turun dari pangkuan ia beranjak dari sana.
"Sayang, mau kemana?" Teriak kevin.
"Cari suami baru" teriak adel menyahut.
**
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Fiksi RemajaBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)