Adel masuk kedalam rumah mendapati suaminya sedang ngobrol dengan seseorang yang tidak ia kenal.
Adel berjalan mendekati suaminya menatap kevin yang fokus dengan laptop, tanpa melirik kearahnya.
"Kak, kev--"
"Kenapa disini?, Masuk" suruh kevin, menatap tajam adel "masuk, adel" kesal kevin.
Adel menggeleng "aku mau bicara sesuatu sama kakak" ucap adel menatap lekat kevin.
Kevin menatap seseorang dihadapkan "dilanjut besok, boleh pulang sekarang" suruhannya, pria itu mengangguk langsung keluar rumah kevin.
"Mau bicara apa?" Tanya kevin mengelus rambut adel.
"Aku enggak mau pergi keluar negeri, aku mau disini aja, kak" cicit adel takut.
Kevin mengerutkan dahinya "ko berubah lagi?, Kamu kan mau keluar negeri" heran kevin.
Adel menatap lekat kevin "aku mau disini aja, kak, aku mohon disini banyak teman-teman aku" rengeknya.
Kevin menatap datar adel "aku udah urus kepindahan kamu, aku udah daftarin kamu kuliah yang bagus disana, tapi kenapa kamu main batalin aja, sih" kesal kevin.
"Aku enggak mau, pokonya aku mau disini aja, di Indonesia, titik"
"Enggak bisa gitu, rugi dong saya, udah ngeluarin uang banyak untuk daftarin kamu disana, dan masih banyak lagi, tiba-tiba di cancel"
Adel melotot "ko itung-itung gitu sih, kak, oke gini aja aku bakal bayar uang kakak, tapi beri aku waktu"
Kevin menggeleng ia tersenyum miring "enggak usah bayar pakai uang" ucapnya.
"Pakai apa?" Tanya adel heran.
Kevin membisikkan sesuatu yang membuat tubuh adel menegang "enggak, aku enggak mau, enak aja, aku ganti pakai uang aja" tolaknya cepat.
Kevin menggeleng "enggak bisa, kalau kamu enggak mau, terpaksa kita berangkat ke luar negeri, sekarang juga" ucapnya.
Adel melotot "kak, ko gitu sih, aku enggak mau kak, ish, jangan mesum dong, aku masih kecil tau kak" rengek adel. Kevin terkekeh geli ia membopong tubuh adel yang berontak minta dilepaskan. "Woi, turunin apaan dih ini" teriak adel takut.
Kevin langsung menidurkan adel ke kasur "sebagai gantinya kamu harus nurut" kevin membuka kancing baju adel yang langsung adel tahan.
"Oke aku mau, tapi tunggu sebentar" tahan adel, bangun dari tempat tidur ia langsung keluar kamar "kau pikir aku bodoh, kevin Aprilio" adel langsung minum pel yang sudah ia siapkan. Berjalan santai menuju kamar dengan wajah biasa saja, tapi tidak dengan hatinya, yang berteriak ingin kabur.
"Abis ngapain kamu?" Tanya kevin heran.
Adel menggeleng "minum, haus, oh ya, kakak besok ngajar, dikelas aku, ya?" Tanya adel mengalihkan pembicaraan, semoga saja kevin tidak ingat yang mau ia lakukan.
"Sudah tidak usah mengalihkan pembicaraan" ucap kevin tau maksud adel, ia langsung melakukannya di siang itu juga.
"Udah, aku mau mandi" adel mendorong tubuh kevin, sampai terjatuh ke kasur "minggir, kak" kesal adel. Bagaimana tidak kesal kevin malah menarik tubuhnya untuk tidur lagi.
"Sekali lagi" pinta kevin.
Adel menggeleng keras "aku mau mandi Kevin Aprilio, lepas atau aku marah sama kakak" ancam adel dengan wajah seriusnya.
Kevin mendengus sebal. "Sana, nyebelin banget sih kamu" kesal Kevin yang tidak dihiraukan adel yang langsung menarik selimutnya membawanya ke kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)