9. sakit hati

476 9 2
                                        

Malam Minggu ini keluar Kevin merayakan dengan BBQ. Tentu sangat antusias karena jarang baginya untuk berkumpul, dan menghabiskan waktunya bersama keluarga.

Seperti sekarang ini adel, sela dylan, sedang membuat sate ayam, dan sate sapi. "Sayang" panggil adel pada dylan keceplosan. Reflek ia menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.

Sela menatap adel "kakak panggil siapa?, Disini cuman kita bertiga" heran sela menatap kakak iparnya.

Sedangkan dylan ia malah terkekeh kecil, biarkan saja adel mencari alasan, itung-itung mengerjai sang kekasih.

Adel menetralkan raut wajahnya menjadi biasa saja "sayang banget, sama bintang itu sendiri" ucapnya menunjuk bintang yang bersinar sendiri.

Dyla dan sela ikut melihat bintang itu, dylan geleng-geleng kepala, adel memang pintar berbohong, dan pintar mengalihkan pembicaraan.
"Kirain manggil kak dylan sayang" cicit sela yang masih terdengar mereka.

"Emangnya kenapa kalau manggil kakak sayang?" Tanya dylan.

Sela mendongak menatap kedua kakaknya "enggak papah sih, tapi takut saling suka aja" sahutnya.

"Emang saling suka" jawab dylan dan adel, serempak

sela melotot kaget "HAH? OMG! KAK KEVIN KAK DYLAN SAMA KAK ADEL SALING SUK---mpph" dylan membekap mulut adiknya.

"Jangan teriak-teriak, kakak cuman bercanda, ah, kamu mah dibawa serius aja" ucap dylan pura-pura kesal.

Sela menatap dylan "kirain beneran, eh tapi kak dylan sama kak adel teman dekat ya?" Kepo sela.

Mereka mengangguk "dekat ban--"

"Sayang, sini" panggil Kevin, adel menatap malas suaminya "cepat, bantuin aku" teriaknya.

Adel melirik dylan yang cemberut "aku kesana dulu ya, berondong teriak-teriak mau di sate kayanya" ucap adel asal.

"Hahahah" tawa dylan dan sela pecah mendengar ucapan adel yang sangat lucu bagi mereka "bisa aja kak adel" kekeh sela. Sedangkan dylan geleng-geleng kepala.

Adel berdiri di samping suaminya "bantu apa?" Tanya adel malas.

Kevin yang sedang membolak-balik sate menoleh "enggak, aku cuman enggak mau kamu terlalu dekat-dekat sama dylan, enggak baik terlalu dekat sama adik ipar, bisa membuat benih-benih cinta diantara kalian" jelasnya.

"Emang ada" cicit adel yang tentu tidak terdengar suaminya.

Sela membantu suaminya membawa sate dan yang lainnya ke taman yang sudah disiapkan tiker. "Pasti enak, enggak sabar makan sate" rengek adel menatap sate yang sangat menggoda.

Hardi, vina, sela, Kevin, adel, dylan melingkar mereka langsung makan.
"Sumpah ini enak banget" puji sela.

Adel mengangguk "enak banget, sumpah sayang sambel bikinan kamu enak ban---eh" kaget adel kepolosan.

Kenapa ia selalu kepolosan gini, memanggil dylan sebutan sayang, didepan suami dan mertuanya. Kevin terkejut, termasuk kedua orang tua. Dylan menatap adel, yang meringis.

"Kamu bilang apa tadi?" Tanya Kevin dingin.

Adel menoleh menatap suaminya "enggak, tadi aku bilang sambelnya enak" ucapnya.

"Terus?, Kamu bilang apa lagi?" Tanya Kevin menyakinkan kalau dia salah mendengar.

"Sayang" sahut sela polos.

Dylan dan adel menepuk jidatnya masing-masing "maksud adel tuh, sayang kalau sambelnya enggak di habisin, dylan bikinnya lama" elak dylan menyakitkan kedua orangtuanya, dan kakaknya ini.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang