Adel dan kevin menemani anaknya sekolah, atas kemauan sang anak padahal biasanya david tidak manja seperti ini, selain meminta mamah papahnya menunggu ia sekolah langsung, ia juga meminta jalan-jalan sehabis pulang sekolah, adel dan kevin tidak keberatan hanya saja sedikit aneh.
Adel dan kevin menunggu anaknya di kantin sekolah, Adel yang asyik dengan makanannya, sedangkan kevin asyik menatap wajah adel yang semakin hari semakin cantik, padahal sehari-harinya adel tidak pernah menggunakan make-up, hanya lipblam warna bibir supaya tidak terlalu pucat.
Adel yang memang menyadari sedari tadi ditatap suaminya ia tidak masalah, sudah biasa melihat kevin yang terus menatapnya seakan ia akan menghilang ditelan bumi.
Adel meneguk minumannya sampai setengah, ia menatap kearah makanan kevin yang tidak tersentuh sama sekali, karena masih lapar ia langsung mengambil makanan kevin tanpa izin dari sang suami melahapnya, Kevin tidak mempermasalahkan makanan ia menatap heran adel, padahal adel sudah sarapan tadi pagi bersamanya.
"Lapar banget, ya?" Tanya Kevin.
Adel mengangguk. "Iya, padahal aku udah sarapan tadi pagi, tapi masih lapar" sahut adel.
"Mamah, papah, ayok kita pulang" ajak david yang baru keluar kelas.
Kevin dan adel beranjak dari duduknya, menghampiri anaknya, kevin mengendong david. "Bagaimana tadi sekolahnya? kamu mengerjakan tugas dengan baik, kan?" Tanya kevin mencium pipi anaknya gemes.
David mengangguk. "Iya, pah, david mengerjakan tugas dengan baik, david juga mendapatkan nilai yang bagus" senang david.
Kevin membukakan pintu untuk istri dan anaknya, mereka langsung meninggalkan sekolah david, kevin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, melirik adel yang hanya diam. "Kamu kenapa sayang?" Tanya kevin heran.
Adel menoleh ia tersenyum tipis. "Enggak papa" jawab adel.
Kevin tidak Percaya dengan ucapan istrinya, tapi ia tidak mau memaksa adel untuk cerita, ia takut adel marah dan dia ninggalin ia kembali, tidak lama mereka sampai di rumah, ada satu mobil yang tidak adel kenali, ia kenal mobil mertuanya yang terparkir rapih di depan teras, sedangkan kevin kaget melihat mobil yang sangat ia kenali.
"Mobil siapa?" Tanya adel melirik kevin.
Kevin tidak menjawab ia langsung keluar mobil dengan perasaan campur aduk, ia membukakan pintu mobil untuk anaknya. adel lebih dulu keluar tanpa menunggu dibukakan pintu.
Kevin menggenggam tangan anak dan istrinya. "Kita masuk, nanti malam kita jalan-jalan keluar, ya" ajak kevin, di angguki david sedangkan adel ia terus keheranan.
"Omah, opah" teriak david berlari memeluk omah dan opah nya.
"David, cucuku" ucap wanita paruh baya memeluk cucunya erat. "Baru pulang?" Tanya wanita itu yang mendapat anggukan dari david.
DEG
Jantung adel berdetak kencang, tubuhnya membeku, tatapnya langsung bertatapan dengan mamah papah, dan keluarganya, adel mematung syok, melihat reaksi istrinya yang kaget kevin semakin erat menggenggam tangan adel erat.
"A-adel" cicit mereka menatap adel.
Winda berdiri ia langsung memeluk adel erat, menangis sejadi-jadinya. Ya, mereka keluarga adel, mamah, papah, abang dan kakak iparnya.
Winda mencium seluruh wajah adel yang masih terdiam membeku. "Sayang apa kabar?, Kamu kemana aja, mamah cariin kamu selama ini?" Tanya winda, menyadarkan adel dari syok.
Adel mundur, yang langsung ditahan winda, adel menggeleng lemah air matanya mengalir deras. "M-mamah, p-papah, bang alek, kak alea" kaget adel menatap mereka.
Winda mengangguk. "Iya sayang ini kami, mamah kangen banget sama kamu, nak" ucap winda.
Alek berdiri dari duduk ia langsung memeluk tubuh adel erat, air matanya menetes. "Abang kangen banget, del, kamu kemana sih perginya sampai abang enggak tau harus cari kamu kemana lagi, abang benar-benar sedih enggak ada kamu, jangan tinggalin abang lagi, ya, abang sayang banget sama adel" lirih alek.
Adel perlahan membalas pelukan alek. "A-adel j-juga kangen abang" cicit adel yang masih terdengar mereka.
Adel melepaskan pelukannya ia menatap alek. "Jangan nangis, adel ada di sini masa nangis sih, kaya anak kecil aja" ledek adel.
Alek mendengus kesal, ia menatap adel dari atas sampai bawah. "Kamu masih sama seperti dulu, pendek, bedanya kamu makin cantik, hahah" ledek sekaligus puji alek.
Adel memeluk lengan abangnya. "Nyebelin, awas, ya, adel pukul nanti" ancam adel.
Alea memeluk adik iparnya. "Kakak kangen banget sama kamu, del, kangen banyak-banyak deh" ucap alea
Ia tidak tahu harus mengungkapkan rindunya seperti apa.
"Adel juga"
Sandi bangun ia menatap anaknya, adel yang ditatap ia langsung menunduk takut, ia menggenggam tangan mamahnya, tanpa di duga sandi langsung memeluk tubuh anaknya, ia menangis sesenggukan di pelukan adel, membuat adel kaget.
"Maafin papah, sayang, papah udah usir kamu, papah udah benci kamu, papah udah bikin sakit hati kamu, papah enggak tau harus minta maaf bagaimana lagi, tapi papah benar-benar menyesal papah minta maaf sayang, hiks" isak sandi.
Adel membalas pelukan sandi. "Jangan nangis, adel enggak benci papah, adel enggak marah sama papah, adel kangen banget sama papah, hiks" isak adel memeluk tubuh papahnya erat.
***
Adel menatap suaminya yang sedang sibuk dengan laptop di pangkuannya sampai-sampai mengabaikan keberadaan dirinya. "Kak kevin sibuk banget, ya?" Tanya adel duduk di samping Kevin.
Kevin mengangguk. "Ya" hanya itu jawaban kevin, singkat, padat, jelas.
Adel mendengus kesal. "Kak pengen tidur" ucap adel menyenderkan kepalanya di pundak kevin.
"Duluan aja" suruh kevin masih fokus dengan laptop.
Adel cemberut, tidak biasanya kevin bersikap cuek seperti ini. "Kak kevin kenapa sih? Ko cuek gitu sama aku?, Emangnya aku buat salah, ya?" Tanya adel lirih.
Kevin menggelengkan. "Enggak, aku lagi sibuk" jawab kevin.
Adel mengangguk matanya berkaca-kaca, ia langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya, membelakangi kevin, menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, ia menangis sesenggukan di dalam selimut. "Hiks aku enggak suka di cuekin gini, aku enggak suka, hiks" isak adel memukul bantal di sampingnya.
Kevin yang mendengar adel menangis ia melotot kaget, astaga! Kenapa adel menangis. ia menutup laptopnya ia berjalan ke kasur, duduk di samping adel menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya, adel yang melihat kevin di hadapannya ia langsung memalingkan wajahnya, menghapus air matanya. "Kenapa nangis?" Tanya Kevin mengusap pipi adel yang basah.
"Kenapa kakak cuekin aku?, Emangnya aku buat salah sama kak kevin?" Tanya adel menatap lekat kevin.
Kevin yang mendengar pertanyaan istrinya ia terkekeh kecil. "Aku lagi sibuk kerja sayang, kamu enggak buat salah ko, udah jangan nangis lagi" ucap Kevin mencium dahi adel.
Adel bangun ia memeluk tubuh kevin. "Aku mau peluk sampai aku tidur, kakak jangan tidur sebelum aku tidur, kakak jangan kerja dulu sebelum aku izinkan kakak" ucap adel.
Kevin membalas pelukan istrinya. "Kamu kenapa?, Ko aneh gini" heran kevin.
Adel menggeleng "aku juga enggak tau, aku pengen peluk aja" sahut adel, ia sendiri tidak tahu kenapa dirinya seperti ini.
Bukan adel Chyntia sari banget yang menye-menye seperti ini.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Fiksi RemajaBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)