Pagi-pagi sekali adel sudah siap untuk berangkat kuliah, tidak sabar untuk bertemu dylan, dan teman-temannya, walaupun tidak yakin kalau dylan akan masuk kuliah, tapi tetap ia harus memastikannya sendiri.
Pagi ini adel menggunakan baju lengan panjang, dan celana pendek selutut "dari awal cantik, jadi mau gimana aja tetap cantik" pujinya pada diri sendiri.
Tiba-tiba sebuah lengan kekar melingkar diperutnya "pagi sayang, udah cantik aja" ucap kevin.
Adel berusaha melepaskan pelukan kevin yang sangat kuat "lepas, apaan sih pagi-pagi peluk-peluk gini" kesalnya.
Kevin membalikkan tubuh adel menghadap dirinya, menatap adel dari atas sampai bawah "kenapa masih berpakaian seperti ini sih, sayang, aku enggak rela tubuh kamu dilihat orang banyak, tubuh kamu hanya milik aku seorang" ucapnya tak suka.
"Diih, apaan sih, minggir saya mau siapa-siapa berangkat kuliah" kesalnya.
Kevin mencium bibir adel sedikit lumatan. "Morning kiss" ucapnya tersenyum manis.
Seketika ingatannya kembali diwaktu ia dan dylan selalu melakukan morning kiss, disaat mereka bertemu, tapi sekarang, tidak lagi, kevin yang melakukan itu. "Minggir saya mau turun" adel langsung menarik tasnya keluar dari kamar.
***
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju kampus, didalam mobil adel enggan menatap suaminya, ia fokus menatap sekeliling jalan yang mereka lewati.
"Kampus aku kelewat, kak, putar balik" ucap adel melihat kampusnya yang kevin lewati begitu saja.
Kevin mengangguk "hari ini kamu pindah kampus" beritahu Kevin.
Adel melotot kaget ia menggeleng tegas "enggak, aku enggak mau pindah, teman-teman aku disana semua" tolak adel cepat.
"Termasuk dylan?" Sambung kevin tersenyum remeh "saya tidak akan membiarkan kalian berdua ketemu, bahkan berselingkuh dibelakang saya" tegasnya.
"Saya tidak selingkuh, anda yang merebut saya dari dylan, adik anda sendiri" tegas adel.
Kevin melirik tajam adel "terserah kamu mau ngomong apa, yang jelas kamu pindah kampus, hari ini juga, setuju tidak setuju kamu harus setuju" tegasnya.
"Saya tidak mau, kak, saya tidak memiliki teman di kampus baru, teman-teman saya di sana semua" tolak adel.
Kevin mengangguk kecil "oke, tapi jangan salahkan saya kalau dylan saya pindahkan kuliahnya ke luar negeri, supaya kalian tidak saling bertemu, dan saya lebih tenang" ucapnya.
Seketika mata adel membulat sempurna, menggeleng cepat "jangan, aku mohon, iya, saya mau pindah kuliah asalkan jangan pindahkan dia dari sini" mohonya.
Kevin mengangguk "iya, kalau kamu nurut sama saya" ucapnya.
Adel menatap luar jendela air matanya menetes, buru-buru ia menyekat ia tidak mau terlihat lemah didepan kevin, dia malah semakin menjadi-jadi. "Dylan, maaf, aku enggak bisa dekat-dekat kamu lagi, semoga kita saling menjaga cinta kita" batin adel.
Kevin keluar dari mobil ia membukakan pintu untuk istrinya. Adel langsung keluar mobil, menatap sekeliling kampus yang sangat besar.
"Saya sudah daftar, kamu tinggal masuk kelas" ucapnya.
"Aku enggak mau pindah kampus, kak, aku enggak betah" adel menatap kevin yang hanya menampilkan wajah biasa saja.
"Pak kevin" panggil pria paruh baya menghampiri mereka berdua. "Apa kabar?, Sudah lama kita tidak bertemu" ucapnya menjabat tangan.
"Baik, oh ya, ini ist---"
"Saya adiknya pak kevin, salam kenal" sela adel.
Kevin menatap datar adel "siswi baru, mohon bimbingannya pak" pria paruh baya itu mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
JugendliteraturBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)