80. keluarga kecil

213 6 4
                                        

Adel menyiapkan pakaian sekolah david, dua tahun lagi david akan masuk sekolah SD, sekarang ia masih sekolah TK walaupun begitu kecerdasan david patut diacungi jempol, adel tau nilai david bagus karena ia diceritakan kevin semalaman.

Kevin menghampiri istrinya yang sedang memakaikan baju anaknya. Ia tidak mau menganggu anak dan istrinya yang sedang mengobrol, ia tersenyum tipis akhirnya momen yang ia tunggu-tunggu bertahun-tahun lamanya tersampai juga. Ia bisa merasakan tersenyum manis lagi, ia bisa merasakan detak jantung yang berdenyut keras saat bersama istrinya, apa lagi saat tadi malam.!

"Mamah antar david sekolah, kan?" Tanya david menatap mamahnya.

Adel mengangguk. "Iya dong, ini pertama kalinya mamah antar kamu, maaf, ya" lirih adel.

David mengangguk. "Tidak papa, nanti aku kenalkan sama teman-teman aku kalau mamah aku udah pulang, mamah aku tidak meninggalkan aku" senang david.

Adel memeluk tubuh mungil anaknya ia menangis terisak. "M-maaf"

"Ko enggak ajak papah sih pelukannya?" Tanya kevin mengalihkan pembicaraan, ia tidak mau adel merasa bersalah lagi.

Adel melepaskan pelukannya ia menatap Kevin. " Sejak kapan ada di sini?" Tanya adel heran.

Kevin duduk berjongkok menatap anak dan istrinya. "Dari tadi, jangan sedih dong, nanti cantik dan gantengnya hilang" goda kevin, mengusap air mata adel. "Jangan nangis, jangan merasa bersalah lagi, kita mulai dari awal" ajak kevin.

David menatap leher mamah papahnya. "Leher papah sama mamah kenapa?, Ko merah-merah gitu?" Tanya david.

Reflek adel memegang lehernya, astaga! Kenapa ia lupa menutupi lehernya dengan plester. "Eummm, ini mamah di gigit serangga, sayang" bohong adel, demi kebaikan dan kepolosan anaknya.!

Sedangkan kevin menahan tawanya. "Ehemm...seram juga serangannya, ko kamu enggak bilang sih kalau di rumah kita ada serangga?" Tanya kevin sok polos.

Adel menatap tajam kevin. "Diam! Gara-gara kamu, awas nanti malam kau tidur di luar" ancam adel.

Kevin menggeleng takut, lebih baik ia keruang makan daripada ia kena marah istrinya. Tidak lama adel dan david keluar datang mereka langsung sarapan pagi, ini pertama kalinya mereka sarapan bertiga seperti ini.

Kevin sampai terharu ia menatap adel. "Dari dulu aku pengen kaya gini, sarapan bertiga, makasih udah mau kembali sama kita"

Adel mengangguk, ia selesai sarapan begitupun david ia sudah selesai lebih dulu. Mereka bertiga langsung keluar rumah, berangkat menuju sekolah david.

"Papah, mamah, nanti abis pulang sekolah david mau kita ke taman bermain" ajak david antusias.

Adel dan kevin mengangguk. "Iya sayang, asalkan kamu belajarnya yang rajin, jangan nakal, jangan ceroboh, harus dengerin apa kata guru"

David mengangguk. "Siap, asalkan mamah setiap hari jemput david ke sekolah" adel mengangguk.

Mereka sampai di sekolah david yang sudah ramai, david langsung keluar. Adel dan kevin mencium david. "Nanti mamah jemput kamu, oke"

David mengangguk. "Oke, kalau mamah tidak menjemput, david bakal marah sama mamah, david tidak mau bicara sama mamah lagi" ancam david

Adel mengangguk. "Iya sayang, sekarang kanu masuk sana, nanti kamu telat"

Cup

David mencium pipi adel, ia langsung berlari kecil masuk kedalam kelas. Ini pertama kalinya kevin melihat david senang seperti ini.

Kevin putar balik, ia langsung menuju kantornya, hari ini hari yang sangat bahagia ia akan ditemani istrinya berkerja. "Aku senang banget bisa ditemani kamu lagi, makin semangat kerja, deh" ucap kevin.

Adel mengangguk. "Hm, harus semangat" ucap adel apa adanya.

Teing....

Ponsel adel bergetar ia merogoh tas selempang.

Noval

Del maaf ganggu.
Perusahaan kita lagi enggak baik-baik aja, nyokap gue juga sakit parah. Gue enggak bisa jaga perusahaan sendiri, gue harus jaga nyokap gue, lo tau sendiri bokap gue sibuk banget.✓

Lo bisa ga kesini dulu untuk sementara sampai keadaan nyobap gue membaik, gue janji setelah nyokap gue membaik lo boleh balik ke Indonesia, jujur gue enggak mau perusahaan kita bangkrut, kita berdua bangun perusahaan susah payah. Semoga lo mau✓

Adel melotot kaget mendapat pesan yang sangat mengejutkan, ia menoleh menatap kevin yang fokus menyetir, tidak lupa senyum manisnya masih terlihat, adel tau senyuman itu dia tunjukkan untuk dirinya. "Aku harus gimana, aku enggak bisa kembali kesana, aku juga enggak mau perusahaan yang aku dan noval bangkrut begitu aja" batin adel.

Mereka sampai di kantor kevin yang masih sama seperti dulu, Kevin lebih dulu keluar ia membukakan pintu mobil untuk istrinya. "Silahkan nyonya kevin" ucap kevin.

Adel tersenyum tipis ia keluar mobil dengan perasaan dilema. Mereka masuk kantor beriringan, banyak orang yang kaget menatap adel, bagaimana tidak kaget setelah lima tahun lamanya adel menghilang begitu saja, dan sekarang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.

"Kalau butuh apa-apa telpon aku, ya, aku mau meeting dulu" ucap kevin.

Adel mengangguk "semangat" hanya itu yang adel ucapkan, perasaannya benar-benar bingung.

Kevin mengangguk "jangan tinggalkan aku lagi, awas ninggalin aku lagi, aku bakal marah besar sama kamu, aku bakal benci sama kamu, aku bakal hukum kamu seperti dulu lagi, aku bakal hukum kamu seberat-beratnya" ancam kevin tidak main-main.

Adel mengangguk takut, kevin mencium dahi adel ia langsung keluar ruangannya, perasaannya tidak enak. Buru-buru ia tepis perasaan yang menganggu dirinya.

Adel tidak akan meninggalkan dirinya, adel sudah janji pada dirinya, akan merawat david sama-sama, adel tidak akan mengulanginya lagi, adel sudah berubah. Ia berusaha meyakinkan hatinya dengan hatinya.

Banyak pesan yang masuk dari noval, adel tidak bisa diam saja, ia harus berbuat sesuatu supaya masalah ini segera selesai. Adel menuliskan pesan untuk kevin.

Ia langsung keluar ruangan bergegas menuju rumahnya, kurang lebih satu jam ia sampai rumah ia langsung mengambil pasport, bahkan bi yumi yang menyapanya saja ia abaikan, ia sangat buru-buru, selesai itu ia langsung pesan tiket.

Ia sudah sampai bendara, beruntungnya pesawat segera terbang, adel menatap jendela pesawat ia akan meninggalkan Jakarta untuk sementara waktu, ia berjanji ia akan kembali lagi, ia akan berkumpul dengan anak dan suaminya.

"Kak kevin, david, maaf, aku janji aku akan segera kembali, aku akan berkumpul dengan kalian lagi, rasanya baru satu hari aku berkumpul dengan kalian, aku harus terpisah lagi" lirih adel.

****

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang