Setelah dirawat di rumah sakit selama tiga hari kevin diperbolehkan untuk pulang, sebenernya dokter belum memperbolehkan untuk pulang, tapi kevin ngotot ingin pulang ia tidak mau dirawat di rumah sakit, lebih baik ia di rawat di rumah.
Keluarga adel, dan keluarga Kevin berkumpul di ruang keluarga termasuk kevin dan adel, mereka mengobrol santai adel hanya menyimak perbincangan mereka sesekali ia terkekeh kecil melihat tingkah david yang random.
Kevin sedari tadi terus mengelus perut rata adel, memperlihatkan keromantisannya didepan keluarga termasuk, Dyan, kevin mencium dahi adel.
"Hallo, mega datang" teriak mega bersama kedua sahabatnya, rio, dan rudi. "Om, tante, apa kabar?" Tanya mega canggung menatap empat paruh baya yang menatapnya heran.
"Baik, ayok duduk" ajak mereka.
Mega duduk di dekat adel, ia tersenyum tipias. "Ciyeee bakal punya anak dua nih, david punya adik dong" goda mega.
Adel tersenyum tipis. "Lo mau hamil juga?, Cepat-cepat punya suami dong biar anak gue ada temannya"
Mega mengibaskan rambutnya. "Belum siap, eh bentar kalau duda pirang boleh deh, Haha" tawa mega.
Adel bergidik ngeri "seleranya serem"
Sandi, wina, alek, alea, hardi, vina mereka lebih memilih pisah dari anak muda ketempat lain. Hanya tersisa kevin, dylan, rio, rudi, adel, mega dan sela.
Mega terkekeh ia menatap kevin. "Kak kevin cariin aku cowok yang Hot dong" pinta mega.
Kevin melirik mega ia langsung menatap adel. "Rudi, rio, dylan, hot kenapa enggak pilih mereka bertiga aja"
Yang awalnya wajah mega bahagia ia langsung berubah menjadi datar, dan kesal. "Males, mendingan sama tukang sayur keliling kompleks rumah gue" sinis mega.
"Kaya kitanya mau aja sama lo" sinis mereka.
Adel terkekeh geli melihat mereka adu mulut seperti ini. "Lucu banget sih kalian jadi pengen bunuh kalian Haha"
"Adel" pekik mereka.
****
Kevin menatap istrinya yang tertidur pulas di pangkuannya, sekitar jam tujuh adel ngeluh tubuhnya capek, padahal ia tidak mengerjakan apa-apa. Kevin menatap lekat tidak bosan-bosannya ia mencium kening adel.
"Uhukk..uhukk"
Adel terbatuk kevin langsung mengambil air putih di meja kecil yang sudah disiapkan, adel langsung minum sampai setengah ia mendongak menatap kevin yang tersenyum manis menatapnya.
"Capek, ya?, Kalau capek aku tur---"
"Jangan. Aku enggak capek ko, kamu tidur aja biar aku jagain kamu 24 jam" potong kevin cepat.
Adel mengangguk ia menempelkan kepalanya di dada bidang tegas kevin, ia bisa merasakan detak jantung yang berdenyut keras. "Salting, ya, sampai kencang gini detak jantungnya" ledek adel.
Kevin menggeleng. "Enggak!, Setiap dekat sama kamu pasti jantung aku berdebar kencang, padahal kita sering berduaan seperti ini, makin hari aku makin cinta sama kamu"
"Gombal banget sih"
"Siapa yang gombal, itu kenyataan sayang" gemes Kevin mencubit pipi adel pelan.
Tatapan adel jatuh pada leher tegas kevin yang entah kenapa hari ini berhasil menggodanya, tangannya mengelus leher kevin yang membuat kevin kaget, astaga! Ia sangat lemah jika adel seperti ini.
"Aku boleh c-cium leher kakak?" Cicit adel menahan malu, bukan ia yang mau tapi anaknya.!
Kevin menatap lemah adel, bagaimana tidak lembah juniornya sudah minta di lampiaskan, sedangkan ia harus menahannya untuk beberapa Minggu kedepan, karena dokter bilang kandungan adel lemah,
Mengangguk pelan. "B-boleh" jawab lirih Kevin, malam ini ia sangat tertekan dengan ulah istrinya.
Adel mencium leher kevin sampai meninggalkan banyak bercak kemerahan di sana, kevin pria dewasa mana bisa ia menahan suara yang sangat AEGHHHH. Kenapa adel jadi seperti ini, ia jadi tertekan antara senang, dan bahagia.
Adel melepaskan ciumannya setelah melihat leher kevin terhiasi cantik hasilnya. "Bagus banget, kak, coba lihat" titah adel sambil mengambil ponselnya membuka aplikasi kamera.
Kevin menerima saja ia menatap dirinya di sana, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman manisnya. Perfek. "Bagus, coba bikin lagi sini biar tambah bagus" titahnya menunjuk dadanya.
Adel menggeleng ia turun dari pangkuan kevin, merebahkan tubuhnya di kasur menatap langit-langit kamar. "Enggak mau, itu sih kepengen kamu, mesum" sinis adel.
Kevin menatap datar adel. "Kamu yang mes---"
"ENGGAK! AKU ENGGAK MESUM" sentak adel menatap tajam kevin.
Melihat istrinya yang marah ia mengangguk lemah. "Yaudah, aku yang mesum, aku yang duluan mesum, aku yang duluan cium kam---"
"KAKAK SINDIR AKU?"
Kevin menghela nafas berat serba salah yang dulu pernah ia rasakan, sekarang ia rasakan kembali. "Enggak sayang, mana mungkin aku sindir kamu" ucapnya sabar.
***
Pagi-pagi sekali kevin sudah mual-mual tidak karuan ia menatap dirinya di cermin kamar mandi, kenapa ia jadi mual-mual seperti ini, padahal ia sudah sembuh.
"Sial! Kenapa sih gue, capek banget" kesal kevin.
Ia keluar kamar menatap istrinya yang masih tidur pulas sambil memeluk guling, semenjak hamil adel lebih suka tidur, itu lebih bagus, hanya saja Kevin tidak punya teman untuk diajak mengobrol, walaupun adel suka marah-marah tapi ia suka.
Tok. Tok.
"Mamah, papah, david mau masuk" teriak david dari luar kamar.
Kevin buru-buru membuka pintu kamarnya, ia menunduk melihat anaknya ke bawah, yang sudah berpakaian rapih dan akan berangkat sekolah. "Udah ganteng aja anak papah ini" kevin mencium kedua pipi anaknya gemes.
David menatap mamahnya yang sudah terbangun dan menatapnya dengan senyuman manisnya. david melipat kedua tangannya di dada menatap kevin dan adel datar. "David tidak suka mamah hamil lagi, david tidak mau punya adik, david tidak suka kalian tidak sayang lagi sama david" teriak david, mengangetkan kevin dan adel.
Kevin membopong tubuh david ke gendongannya, membawa david ke kasur mendudukkan tubuhnya di kasur. "Sayang, papah dama mamah akan tetap sayang sama kamu walaupun kamu punya adik, rasa sayang papah sama mamah tetap 100% buat david' bujuk Kevin.
"DAVID TIDAK MAU, PAPAH, DAVID TIDAK INGIN PUNYA ADIK, NANTI KALIAN TIDAK SAYANG LAGI DAMA DAVID, SEPERTI MAMAH PAPAH TEMAN-TEMAN DAVID"
Adel mengelus rambut david lembut. "Sayang---"
"TIDAK! DAVID TIDAK MAU TITIK." setelah mengatakan itu ia langsung keluar kamar membanting pintu keras.
Adel dan kevin saling berpandangan. "Gimana dong?, david marah tuh"
"Lah gimana lagi dong?, nanti kita cari solusinya sama-sama biar aku bujuk dia"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
JugendliteraturBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)