43. dilamar

298 4 0
                                        

Hari ini hari Minggu hari yang ditunggu-tunggu semua orang termasuk adel Chyntia Sari. Ibu hamil yang gampang berubah-ubah moodnya, seperti sekarang ini ia malah tiduran di karpet bulu ruang tengah, sambil memainkan handphonenya entah apa yang sedang dia lihat, kadang terkekeh sendiri, kadang marah-marah enggak jelas.

Sedangkan kevin Aprilio setiap menemani istrinya, walaupun sambil berkerja dengan laptopnya, tangan kanannya digunakan untuk mengotak-atik laptop, tangan kirinya mengusap-usap rambut adel, sangat lihai. Bukan!.

"Nyebelin banget" dumel abdel.

Kevin menoleh ia menatap adel dengan tatapan heran, ah tatapan yang sangat sulit diartikan lebih tepatnya. "Kenapa?, Internetnya eror lagi?" Tanya kevin.

Ya. Kemarin malam internet di rumah mereka tidak bisa dipakai seharian, dan si ibu hamil ini terus marah-marah, sampai-sampai kevin harus pasang lima WiFi, supaya adel tidak marah-marah, dan sialnya! Itu semua tidak bisa, karena memang sinyalnya tidak bagus.

Adel menoleh ia mengangkat kakinya ke atas paha kevin, sangat tidak sopan memang istri reognya ini. "Kenapa teman-teman aku enggak ada yang kesini sih, aku enggak ada temennya buat curhat" kesal adel.

Kevin menutup laptopnya ia memijat kaki adel "bagus dong" sahutnya singkat.

Adel mendengus sebal "OMG! MEGA LAGI JALAN-JALAN SAMA PACARNYA, OMG! MEGA" pekiknya.

Kevin menutup kedua telinganya "astaga! Sayang, jangan teriak-teriak gitu, kalau saya jantungan bagai mana?, Kalau saya mati kamu jadi sendirian" ucap Kevin menahan kesal.

"Nikah lagi, lah" sahut adel santai.

Puk.

Kevin menepuk Pelan kaki adel "sembarangan, kalau ngomong" kesal kevin.

Adel tidak menghiraukan ucapan kevin ia kembali fokus dengan ponselnya, begitupun kevin, ia sibuk dengan laptopnya tangannya setia mengelus kaki istirnya, semakin keatas semakin keatas. Adel yang merasakan suaminya sudah mulai tidak benar ia buru-buru menurunkan kakinya, yang langsung kevin tahan.

"Takut banget kayanya sama saya" heran kevin tatapannya masih kearah laptopnya.

Adel memutar bola matanya malas "kak kevin suka mesum, jadi aku curiga" jawab adel.

Kevin menatap wajah adel menutup laptopnya ia ikut merebahkan tubuhnya di samping adel "normal dong" jawab kevin sambil memejamkan matanya. "Kalau saya enggak normal, enggak mungkin kamu bisa hamil anak saya" lanjutnya.

"kakak tega banget hamilin aku" adel jadi kesal mengingat kejadian waktu Kevin mengambil kesuciannya waktu itu.

Kevin terkekeh kecil mengingat momen waktu ia mengambil kesucian istrinya sendiri "tapi kamu suka, kan?" Goda kevin.

"Enggak lah, enak aja" sewot adel.

"Wahhh, lagi mesra-mesraan nih" ucap vina dan hardi masuk rumah bersama sela.

Kevin melirik mereka kesal, ganggu aja lagi berduaan dengan istrinya "mau ngapain sih kesini?, Ganggu orang lagi mesra-mesraan aja" dengus kevin kesal.

"Heh, anak durhaka orangtuanya berkunjung bukannya disambut, malah marah kaya gitu" sewot vina.

Adel geleng-geleng kepala ia duduk di samping sela "kam---"

Drettt..dret...

Handphone adel bergetar ia langsung mengambil handphonenya, matanya membulat sempurna melihat nama penelpon. 'kak kiki'

Adel menatap kevin "sebentar aku mau jawab telpon dulu, dari bang alek" bohongnya. Kevin mengangguk tanpa curiga.

Adel duduk di teras rumahnya "hallo, ada apa kak?' to the point adel.

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang