44. manja bumil

346 3 0
                                        

Adel berjalan lesu masuk area kampus yang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, adel tentu risi, apalagi perempuan yang menatapnya sinis, adel tau mereka membicarakan apa, pasti tentang ia dilamar kiki, idola mereka.

"Morning sayang" sapa kiki yang tiba-tiba ada di samping adel, yang entah muncul dari mana.

Adel pura-pura tidak mendengar karena kesal, ia memainkan handphonenya. Pura-pura sibuk. Ia juga melirik kiki dari layar ponselnya, melihat kiki yang mendengus sebal.

Kiki yang merasa dicuekin ia langsung mengambil handphone adel "jangan main handphone, aku enggak suka" kesal kiki.

Adel menatap kiki "kembalikan, kak, apaan sih" kesal adel berusaha mengambil handphonenya.

"Tangkap aku dulu, baru aku kembalikan" kiki berlari meninggalkan adel yang semakin kesal "ayo, kalau enggak, yaudah aku enggak kasih" teriak kiki sambil berlari.

"Kak handphone aku, sini" adel berlari menyusul kiki yang sudah jauh darinya "kak, kiki" teriak adel.

Bruk.

Adel menabrak seseorang yang sangat ia kenal, tidak melihat orang yang ia tabrak ia terus berlari "kak kiki, tunggu" teriak adel kesal.

Dylan yang ditabrak adel kaget, bukan masalah ia ditabrak, tapi kenapa adel tidak menyapanya seperti hari-hari biasanya,

"Buset! Si Adel berubah gitu, padahal yang dia tabrak pacarnya, lho" ucap rudi geleng-geleng kepala.

Rio menepuk pundak dylan "kita cari tau yang sebenarnya, jangan marah dulu" dylan tidak menjawab ia berlalu dari sana.

***

Adel membereskan buku-bukunya, menoleh kesamping "meg, makan bareng, yuk" ajak adel seperti biasanya.

Mega mengangguk kecil "boleh, ada yang mau gue bicarakan juga" ucapnya sambil bangun dari duduknya.

"Kita siang ini makan ap--"

"Baby, makan siang, yuk" ajak kiki menghampiri adel.

Adel menggeleng "mau makan siang sama mega, dan yang lainnya juga" adel menarik mega keluar kelas meningkatkan kiki yang mendengus sebal.

Adel dan mega duduk di kursi yang mereka sering duduk, dylan, dan teman-temannya ikut duduk, dylan hanya melirik adel. "Mau pesan apa? Biar aku pesankan" tanya adel lada teman-temannya.

"Seperti biasa" jawab rudi, diangguki yang lain, kecuali dylan.

"Mau pesan apa, sayang?" Tanya adel tersenyum tipis.

"Enggak usah, gue enggak lapar" jawab dylan sibuk dengan ponselnya.

Adel mengerutkan dahinya "sejak kapan kamu bilang gitu?, Maksudnya pakai gue-gue, gitu?, Biasanya aku kamu" tanya adel heran.

"Sekarang, kenapa?, Enggak suka?" Tanya dylan dingin.

Adel yang awalnya berdiri ia kembali duduk menatap lekat dylan "kamu kenapa hari ini?, Banyak tugas?, Ada masalah?, Sini ak---"

"Enggak usah sok baik" potong dylan.

Adel kembali dibuat heran ia menggenggam tangan dylan, walaupun dylan menolaknya "aku punya salah sama kamu?, Kalau ,ya, aku minta maaf--"

"Kamu dilamar kiki?, Dan kamu terima aja, gitu?" Kesal dylan ia menatap lekat adel "kenapa kamu berubah gini?, Aku enggak suka kamu berubah gini" kesal dylan

Adel menatap dylan yang marah "aku dipaksa, mana mau aku dilamar kak kiki, pokonya kamu jangan khawatir, aku cinta kamu, dulu, sekarang, dan seterusnya" ucap adel menyakinkan dylan yang sedang mode cemburu.

***

Kevin menatap istrinya yang sedari tadi cemberut entahlah istrinya ini gampang sekali berubah-ubah moodnya. Tapi, yang paling kevin duka mood adel yang manja pada dirinya, contohnya, meminta dipeluk, atau sekedar di dielus-elus rambut.

"Kenapa sih sayang" tanya kevin.

Adel menoleh "kalau kandungan aku udah besar, aku cara kuliahnya gimana dong?" Tanya adel bingung.

"Ambil cuti, nanti saya urus, kamu terima beres aja" jawab kevin.

Adel melempar asal bantal sofa "aku enggak bisa jaga bayi, ah, susah banget, aku juga enggak bi--"

"Biar saya yang jaga bayi kita" potong kevin.

Adel mendongak "memangnya kakak bisa?" Tanya adel tidak yakin.

Kevin menggeleng kecil "enggak bisa, sih, tapi kan ada mamah, ada mbok yumi juga, nanti kita suruh suster aja jaga bayi kita" jawab kevin.

"Gimana kalau kita kasih aja ke pantai asuhan?" Saran adel santai.

Kevin melotot ia menatap tajam adel "jangan sekali-sekalinya kamu berpikir seperti itu" bentak Kevin.

Adel yang dibentak ia diam matanya berkaca-kaca "hiks, jangan bentak aku, kak, aku gampang nangis" isak adel memukul dada bidang kevin.

Kevin menghela napas "jangan buat saya marah, kita tidur aja" ajak kevin menarik adel kedalam pelukannya. "Maaf, saya kebablasan, abisnya kamu bikin saya emosi" ucapnya.

Adel melingkarkan tangannya di leher kevin, yang membuat kevin kaget, ditambah lagi adel hanya menggunakan kaos yang tipis, bahkan bisa melihat lekuk tubuh adel. "Aku mau manja-manja sama kakak, ini bawaan bayi" rengek adel.

Kevin tersenyum manis ia mengangguk kecil "boleh, bawaan mamahnya juga boleh banget" jawab kevin mengelus bibir adel lembut, adel menahan wajah kevin yang hendak menciumnya "kenapa?" Tanya Kevin sedikit kesal.

Adel menggeleng "biar aku aja" ucapnya ia sambil melepaskan pakaiannya, kevin melotot kaget ia menggeleng tegas, bukan menolak, tapi ini atas perintah dari dokter, ibu hamil tidak boleh berhubungan intim dulu.

"Jangan, enggak boleh" panik kevin.

Adel mengerutkan dahinya "kenapa? Kamu enggak mau?" Tanya adel cemberut, astag!, Kenapa hormon ibu hamil seperti ini.

"E-enggak gitu, kata dokter jangan dulu, takut terjadi apa-apa sama janin kamu, calon anak kita"

Adel kembali menangis "ko gitu sih?, Aku pengen kak, arghhh! Aku enggak suka diri aku seperti ini, aku benci" teriak adel memukul perutnya "gara-gara kamu, aku kaya gini, aku jadi lebih suka menangis kalau enggak dituruti" teriaknya.

Kevin bangun dari rebahnya ia menahan tangan adel, sebisa mungkin ia tidak tergoda adel yang sudah melepaskan pakaian "sayang, dengerin aku dulu, aku lebih pengen dari kamu, tapi ini demi kebaikan anak kita juga" Kevin mengusap pipi adel yang berair, jadi tidak tega melihat istrinya ngidam yang aneh-aneh seperti ini.

Seandainya adel tidak hamil pasti sudah ia gempur istrinya ini "sebentar, aku telpon dokter dulu, tanya boleh atau tidak" ucapnya mengambil handphone miliknya di laci kecil samping.

Adel mengangguk ia langsung duduk dipangkuan kevin, memeluk kevin, melingkarkan tangannya di leher kevin. Mencium singkat bibir kevin, yang membuat kevin kaget.

"Hallo dok? Apa boleh saya dan istri saya berhubungan intim? Kandungan istri saya baru satu bulan" tanya kevin sebisa mungkin ia tidak mengeluarkan suara yang aneh, saat adel menciumnya.

°^°^

"Oh yaudah makasih, saya tutup dulu telponnya, maaf ganggu" ucap kevin setelah paham ucapan dokter. Memutuskan sambungan telponnya.

Adel mendongak ia menatap kevin "boleh kan?" Tanya adel penuh harap.

Kevin mengangguk "boleh. asalkan jangan kecapekan, dan harus hati-hati" jawab kevin lega. Kevin langsung langsung mencium bibir adel lembut.

Malam ini adel yang lebih mendominasi, kevin tentu kaget kenapa adel tau cara-caranya, tapi itu lebih bagus, keuntungannya. "Udah ya, kata dokter enggak boleh capek-capek" tahan Kevin, walaupun dirinya belum puas.

Adel mengangguk "aku benci sama diri aku yang sekarang" lirihnya sambil menarik selimut sampai atas dadanya" mulai memejamkan matanya.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang