Kevin berdiri di depan pintu ruang IGD air matanya mengalir deras, yang biasanya ia tidak mau ada orang yang tau kalau dirinya sedang hancur, tapi untuk kali ini ia tidak bisa menahan rasa takut, cemas, merasa bersalah atas yang telah ia lakukan pada istrinya sendiri.
Vina, dan hardi, menghampiri anaknya memeluk kevin erat "kenapa bisa terjadi seperti ini?" Tanya vina khawatir.
Kevin terduduk lemas ia meremas rambutnya erat "ini salah kevin, mah, pah, kevin terlalu kejam menghukum adel, kevin terlalu jahat sama adel, sampai adel seperti ini" isaknya memukul kepalanya keras "harusnya kevin enggak hukum adel berlebihan, sampai adel seperti ini" sesalnya.
Hari membantu anaknya untuk duduk "kita berdoa, semoga adel tidak kenapa-kenapa" ucap hardi menguatkan anaknya.
Ceklek.
Kevin menoleh ia langsung menghampiri dokter "gimana istri saya--"
"Pak sebentar, ya, saya mau panggil dokter lain, kondisi pasien turun drastis" ucapnya buru-buru, yang langsung berlari meninggalkan kevin yang kembali terduduk lemas.
"A-adel, t-tolong bertahan" lirih kevin.
"aku berdoa pada Tuhan, semoga saya segera mati, supaya kaka tidak perlu membuang-buang uang dan waktu kakak untuk saya, setelah saya mati nanti kakak akan bahagia, dan saya bisa melihat dari alan saya kebahagiaan kakak"
Ucapan adel kemari membuat dirinya semakin takut, akan kehilangan adel cinta pertamanya, perempuan yang berhasil membuat dirinya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
"Kondisi pasien memburuk, tubuhnya kaku, detak jantungnya sempat berhenti, pasien juga mengeluarkan darah di hidungnya" ucap dokter tadi menceritakan pada temannya yang akan membantu menangani adel.
Kevin dan kedua orangtuanya semakin dibuat takut. Kevin memejamkan matanya rasa sesak yang ia alami bukan rasa sesak biasa "harusnya aku enggak sejahat itu sama istri aku sendiri, harusnya aku memaafkan dia, mau bagaimanapun aku yang salah, aku yang ngotot untuk bersamanya, padahal aku sendiri tau kalau adel tidak mencintai aku, harusnya aku--"
"Sudah, jangan menyalahkan diri kamu sendiri, kita berdoa untuk keselamatan adel" potong vina memeluk kevin erat.
"Adel aku mohon bangun, aku janji sama kamu kalau kamu bangun, aku akan maafkan kamu, dan aku juga bakal hapus rasa benci aku, dan aku bakal nurut, dan percaya sama kamu, tapi tolong jangan tinggalkan aku, sayang, aku belum siap untuk kehilangan kamu, aku masih butuh kamu" lirih kevin.
Ceklek.
Kevin bangun ia menghampiri dokter yang keluar dengan tergesa-gesa "bagaimana dok?, Istri saya tidak papa kan?" Tanya kevin.
"Sebentar pak, saya mau panggil dokter magang yang tau cara menangani ini, beliau juga sudah ahli dalam bidang ini, kami tidak bisa mengerjakan pasien--"
"JANGAN, LO APA-APAAN SIH MAIN SERAH-SERAHKAN ISTRI GUE SAMA DOKTER MAGANG, DIA BELUM TAU CARA MENANGANI PASIEN" bentak kevin marah, dokter magang belum tau cara menangani pasien, mana mungkin Kevin membiarkan istrinya meninggal, karena dokter magang yang belum tau cara-cara menangani.
"Saya paham, setidaknya beliau bisa bantu kami, disini tidak ada yang---dokter dylan" kaget dokter melihat dylan berjalan kearah mereka.
Mendengar itu sontak kevin, vina dan hardi menoleh kaget, menatap dylan yang menatap mereka dengan tatapan dingin. "Dokter firman" dylan menjabat tangan dokter firman.
"Dokter dylan, saya memerlukan bantuan dok--"
"ENGGAK, DIA DOKTER GADUNGAN, SAYA TIDAK SUDIH DIA SENTUH ISTRI SAYA"bentak kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Novela JuvenilBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)