82. pasar malam

185 7 1
                                        

Tiga hari setelah kejadian itu adel langsung membawa kevin ke psikolog, ia mendengarkan semua cerita dokter tentang gangguan kesehatan pikiran kevin dan dylan, yang mengalami trauma berat, dan obsesi tinggi, bahkan dokter saja pertama kalinya menangani trauma sekaligus obsesi seberat mereka berdua.

Hanya saja dylan sudah membaik, bahkan ia sudah dinyatakan sembuh, hanya saja setiap tiga bulan sekali ia harus konsultasi pada dokter.

Adel tentu kaget, sekaligus merasa sangat bersalah telah meninggalkan mereka begitu lamanya, kalau saja ia tidak meninggalkan mereka berdua selama itu mungkin mereka tidak akan seperti ini, menyesali pun tidak ada gunanya, ibarat nasi sudah menjadi bubur.

Seperti sekarang ini kevin menemani istrinya, ah, lebih tepatnya mengawasi adel, setiap harinya kevin mengunci pintu dan jendela, hanya ia yang memiliki kunci semua rumah, bahkan ia tidak kerja selama tiga hari.

Adel juga tidak akan memaksa kevin, ia tidak mau kevin berontak seperti tiga hari yang lalu. Selama tiga hari juga david di antar jemput dylan dan sela ke sekolah.

Karena hari Sabtu sekolah david libur, jadi mereka bertiga menghabiskan waktunya untuk bermain di rumah. "Mamah, kenapa papah lihatin mamah terus?" Bisik david.

Adel menoleh ia menatap kevin yang memang menatapnya, ia kembali menatap david. "Karena mamah cantik, jadi papah lihatin mamah terus" sahut adel pede, ia sendiri tidak tahu harus jawab apa.

"Heheh, mamah genit seperti ibu guru david" kekeh david.

Adel mengerutkan dahinya menatap david. "Guru david?, genit sama siapa? Ke david?" Tanya adel.

David menggeleng polos. "Bukan, tapi sama papah, waktu itu papah jemput david terus ibu guru bilang gini" david menegakan tubuhnya, ia mengelus rambut adel, membuat sang empu tidak paham. "Ehem, pak kevin, ko bapak ganteng banget sih, pak, mau tidak nikah sama saya, kebetulan saya janda, lho, pak, saya dengar-dengar istri bapak ninggalin bapak dan anak bapak, david... Kaya gitu ibu gurunya" ucap david menirukan suara perempuan.

Kevin yang mendengar cerita anaknya ia melotot, astaga! Kenapa anaknya menceritakan semuanya, kenapa tidak bisa tutup mulut saja tidak usah menceritakan yang akan membuat mereka berdua bertengkar.

Adel menatap kevin tersenyum tipis. "Kak kevin, ternyata bapak banyak yang goda, ya" ucap adel.

Kevin menggeleng cepat. "T-tidak saya tidak banyak yang goda, david bohong dia cuman bercanda, ya, kan, david?" Tanya kevin memelototi anaknya, semoga anaknya paham.

David menatap mereka polos, tidak paham maksud papahnya, ia beranjak meninggalkan mereka, lebih baik ia bermain dengan mbok yumi.

"Sayang, david bohong jangan percaya" rengek kevin, menatap istrinya yang hanya diam menatapnya. "Sayang, hiks, aku serius, kamu jangan marah gitu, jangan tinggalkan aku, hiks, aku janji aku bakal lebih tegas lagi sama perempuan yang goda aku, hiks, aku janji" isak Kevin.

Adel mengerutkan dahinya. "Siapa yang marah, aku biasa aja aku percaya sama kamu kalau kamu enggak bakal selingkuh, kamu tenang aja aku enggak bakal ninggalin kalian berdua" ucap adel menghapus air mata kevin.

Kevin memeluk adel. "Janji, ya, jangan pernah ada niat untuk ninggalin saya lagi" adel hanya mengangguk.

***

Malam ini malam Minggu adel sedari tadi merengek minta ke pasar malam, ia ingin seperti dulu ke pasar malam, lima tahun lamanya ia tidak merasakan suasana keramaian pasar malam.

Kevin tetap menggeleng ia tidak mau, bukan kenapa-kenapa ia takut adel kabur, pikirannya selalu negatif tentang adel. "Enggak sayang, kita nonton film saja, atau kita olahraga malam?" Ajak kevin menaik turunkan alisnya, olahraga yang dimaksud kevin bukan olahraga biasa.!

Adel menepis tangan kevin. "Palit banget, istrinya mau pasar malam aja enggak boleh padahal sama suami dan anak juga, apa lagi sama selingkuhan" kesal adel.

"Heh! Jaga ucapan kamu" marah kevin, ia tidak mau adel mempunyai pikiran cowok lain.

Adel menarik david, ia dudukan di pahanya. "David pengen punya papah dua tidak?, Nanti kalau punya papah dua david bisa---"

"Fine kita ke pasar malam, jangan hasut david, awas kamu" ancam kevin.

Adel tersenyum lebar ia mengangguk cepat. "david mau ikut ke pasar malam, tidak?" Tanya adel.

David mendongak ia menggeleng pelan. "Tidak, david mau di rumah saja sama mbok yumi" tolak david.

"Mbok yumi" panggil kevin, yang kebetulan mbok yumi lewat.

Mbok yumi yang dipanggil ia langsung menghampiri majikannya. "Iya den?, Ada apa?" Tanya mbok yumi.

"Saya sama adel mau keluar sebentar, rapi david tidak mau ikut, saya titip david dulu, ya" ucap kevin sambil berdiri.

Mbok yumi mengangguk "baik den, ayok den david main sama mbok" ajak mbok yumi, david mengangguk.

Adel menatap sedih david, padahal ia mau bertiga, yasudah lah lain kali aja. "Let's go" ajak adel menarik tangan kevin.

"Kamu enggak mau ganti baju dulu?" Tanya Kevin, menatap penampilan istrinya yang menggunakan baju tidur bergambar hello Kitty.

Adel menggeleng "enggak! Keburu malam, nanti kamu berubah pikiran lagi" ucap adel.

Kevin mengangguk, lebih baik adel berpakaian seperti ini, tidak akan menjadi pusat perhatian orang-orang, ia tidak mau adel berdandan cantik, pasti mata keranjang lelaki menatapnya dengan tatapan kagum.
Kecantikan adel hanya miliknya seorang, tidak boleh ada yang menikmatinya, selain dirinya.

Adel menatap jalanan yang ramai, ia jadi keinget kebersamaan bersama orang yang dia cintai, yang sekarang sedang ia berusaha lupakan. "Haha dulu kita kaya gitu, keluar malam, ke pasar malam, ngabisin waktu bersama,  belanja, main, seru, ya, tapi sekarang kita sudah masing-masing" batin adel sedih.

Tidak terasa mereka sampai di pasar malam yang sangat ramai, kevin jadi khawatir ia takut adel kabur, pikirnya terus kesana, menggeleng tegas tidak, ia tidak boleh berpikiran seperti itu. "Jangan lama-lama nanti david nangis" ucap kevin merangkul pinggang adel posesif.

Adel mengangguk. "Aku mau beli, dadar gulung, sosis bakar, mie ayam, baso, sate, gado-gado, semuanya" ucap adel antusias.

"Memangnya muat tuh perut?" Tanya kevin terkekeh geli.

Adel menggeleng "tidak, ya kali gue makan segitu banyak" jawab adel.

Kevin memberhentikan langkahnya, otomatis adel ikut memberhentikan langkahnya. "Jangan pakai 'gue', aku kamu aja" kesal kevin tidak suka.

Adel memutar bola matanya malas. "Ck! Iya-iya, aku kamu, sekarang kita beli sosis bakar" ajak adel menarik david menuju penjual sosis bakar.

"Pelan-pelan nanti jatuh"tegur kevin" adel hanya mengangguk, ia langsung pesan sosis bakar. Selesai itu ia langsung menarik kevin ke penjual mie ayam, melahapnya sampai setengah.

"Kenyang, pulang yuk" ajak adel, ia jadi mengantuk.

Kevin mengangguk cepat, ini yang dia mau pulang, sungguh selama di pasar malam ia sangat khawatir, ia takut adel kabur, ia takut adel di culik, ia takut adel selingkuh. pikiran itu terus menghantuinya.

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang