Adel merebahkan tubuhnya di kasur kevin terus saja membuatnya kesal, bagaimana tidak kesal kevin terus mengendus-endus leher adel. Sampai adel kesal sendiri.
"Diam kak, aku mau tidur, besok pelajaran kaka, lho" kesal adel mendorong kepala Kevin.
Kevin memeluk adel "mau nilai bagus lagi?--"
"Enggak, udah ah, mau tidur" kesal adel, ia tau maksud perkataan kevin, pasti tidak gratis.
Kevin terkekeh geli ia terus mengendus-endus leher jenjang adel.
Membuat Adel kesal, mendorongnya kasar, sampai Kevin kaget. "Adel, ish, kenapa sih" kesal Kevin.
"Diam kak, kalau enggak--"
"Apa, hm?" Tanya kevin cepat, yang sudah diatas tubuh adel "lanjutin, apa tadi?" Tanya Kevin.
"Turun, aku mau tidur kak" kesal adel. Kevin mengangguk daripada adel ngamuk dan berkahir kabur lagi. Oh, tidak-tidak dirinya tidak mau kehilangan adel lagi, sudah cukup!.
Adel memejamkan matanya menikmati usapan lembut dari suaminya "kenapa gatel banget kepala aku" ucapnya "coba garukin aku ngantuk banget" pintanya.
Kevin menggaruk kepala adel pelan sampai adel tertidur pulas, dirasa sudah pulas kevin membalikkan tubuh adel agar menghadapnya. Menciumnya mesra, lalu ia ikut tertidur pulas sambil memeluk adel.
***
Kevin dan adel sarapan bersama dengan kening, adel melirik kevin yang terus menatapnya tanpa berkedip, adel mengerutkan dahinya apakah ada yang salah dalam dirinya, atau ada sesuatu yang aneh, tidak.
Adel mengangkat kedua alisnya "kenapa?, Ada yang salah sama aku?" Tanya adel selesai menelan makanan dalam mulutnya.
Kevin menggeleng "enggak ada, makin hari makin cantik aja, jadi makin cinta" ucapnya santai.
Adel bukanya salah tingkah, ia malah memutar bola matanya malas "pagi-pagi udah gombal" ucapnya malas.
"Siapa yang gombal, orang saya ngomong jujur"
Adel tak menyahut ia menelungkup wajahnya di meja makan "ngantuk, masih pengen tidur" lirihnya.
Kevin yang mendengar lirihan istrinya tidak tega "yaudah, kamu jangan masuk kuliah dulu, tidur aja dulu" ucap kevin.
Adel menggeleng keras "yuk, berangkat, udah enggak sabar pusing" ajaknya malas.
Kevin mengerutkan dahinya "maksudnya? Kenapa pusing?, Dan kenapa kamu enggak sabar pusing?" Heran kevin.
"Ya, Pusing mikirin gimana caranya supaya kamu enggak kasih kuis yang susah-susah" ucapnya beranjak dari sana.
Adel berjalan lesu di lapangan yang luasnya seperti, cintanya ke dylan. Sedang asyik-asyiknya menghirup udara pagi, matanya tidak sengaja menangkap pemandangan yang indah. "Baby, sayang, cinta, husband" teriak adel melambai-lambaikan tangannya diudara.
Dylan yang mendengar teriakkan kekasihnya ia langsung berlari kecil "teriak-teriak kaya Tarzan haha" ledeknya mencubit pipi adel gemas.
Adel mendengus sebal "ko gitu sih, aku manusia, lho" kesal adel sambil berjalan meninggalkan dylan yang terkekeh kecil.
"Ciye, marah, ciye" goda dylan.
Adel duduk di kursinya "morning kiss, baby" rengek adel mengoyong-goyong lengan Dylan yang terkekeh kecil.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Dylan mencium kedua mata adel, hidung, terakhir bibir adel singkat "udah lama enggak morning kiss, jadi kangen, hehe" kakeknya.
"Sama" adel mencium bibir dylan melumatnya lembut, dylan menahan tengkuk leher adel mendalami ciuman rindu mereka.
"OMG! PAGI-PAGI UDAH LIHAT YANG ROMANTISAN GINI" teriak mega menatap kedua pasangan yang tidak menghiraukan teriakan sahabatnya.
Rio, dan rudi masuk mengikuti sahabatnya yang main tinggal-tinggal saja. "Woi, udah woi, enak banget kayanya" rudi menarik rambut dylan sampai ciuman itu lepas "sadar, masih pagi" lanjut rudi.
"Apaan sih, lo" kesal Dylan menepis tangan rudi "ganggu kalian berdua, heran enggak bisa lihat orang lagi mesra-mesraan" dengus dylan.
"Jangan terlalu diumbar, ingin status adel" ucap rio.
Dylan mengangguk kecil "makasih udah ngingetin--"
"Sari ayu, gue datang" teriak kiki bersama kedua temannya. "Gue bawain lo ro---" ucapannya berhenti saat matanya menangkap sosok pria didekat adel. "Lo siapa?, Kenapa ada di kelas, si sari?" Tanya kiki menatap lekat pria itu.
Dylan terkekeh kecil ia mengulurkan tangannya "kenalin gue dylan, pacar adel Chyntia Sari" ucapnya.
Kiki diam, tidak lama ia tersenyum tipis "mantan, lebih tepatnya, ya kan?" Ledek kiki menatap remeh dylan. "Lo udah putus dua Minggu lalu. Kan?" Tanya kiki lagi.
Dylan mengepalkan tangannya "gue udah balikan lagi sama adel, gue enggak jadi putus asal lo tau" bentak dylan. Semua siswa-siswi kelas adel menatap mereka, menonton tontonan gratis.
"Gue calon pacarnya adel, apa lo, mau ribut sama gue?, Maju sini" tantangnya.
"Siapa takut" ajak dylan.
"MAJ--"
"Pagi, duduk semuanya, saya tidak mau ada keributan disini" ucap kevin dingin.
Mereka semua langsung duduk di kursi mereka masingmasing, dylan masih enggan disana, menatap tajam kiki.
Kevin menatap adiknya dan kiki. "Kalian kenapa masih ada disini?, Kalian bukan dari kelas sini kan?" Tanya kevin.
"Awas lo, dylan, gue bakal rebut adel dari lo, camkan itu" ucap kiki langsung keluar kelas. Diikuti kedua temannya.
"Dy--"
Dylan langsung keluar meninggalkan kelas adel dengan perasaan campur aduk. Kevin melirik adel yang juga sedang meliriknya.
"Buka halaman 50, kerjakan sekarang" suruh kevin dingin.
"Pak belum juga di jel--"
"KERJAKAN SAJA APA SUSAHNYA, MAU SAYA TAMBAHKAN SOAL LAINNYA" bentak kevin.
Mereka langsung kicep, mengerjakan tugas yang entah mereka tidak tau, Kevin berjalan menuju kursi adel. Mega yang paham ia pindah duduknya di depan. Adel ketar-ketir, melirik kevin yang duduk dikursi mega, sampingnya.
"M-mau apa kak?" Tanya adel gugup.
Kevin tidak menjawab ia menatap tajam adel, tangannya mengelus paha adel membuat adel merinding takut.
"Kau mau bermain-main dengan saya, hm?" Bisik Kevin, mengigit pelan kuping adel. Membuat adel bergidik takut.
"E-enggak" jawabnya gugup. Ia mulai mengerjakan tugas dari suaminya walaupun tidak paham, kevin mengelus perut adel "j-jangan pak, ini masih di kampus" gugup adel.
"Lalu?" Tanya kevin masih mengelus perut adel.
Adel menepis tangan kevin yang berhasil membuat kevin mengeram kesal "nanti ada yang lihat, l-lepas" takut adel, saat tangan kevin mulai naik keatas tubuhnya.
Kevin menarik wajah adel ia cium rakus. "Jangan dekat-dekat pria lain, kalau kamu tidak mau menyesal" ancam kevin ia langsung beranjak dari duduknya, lama-lama bersama Adel membuat dirinya kehilangan akal. duduk di kursi depan masih terus mengawasi adel. Terkekeh kecil melihat adel yang mengusap bibirnya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Teen FictionBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)