118. Kabar duka & pilihan.

301 6 0
                                        

Sudah enam bulan adel bercerai dengan noval sudah enam bulan juga adel terpukul saat tahu mantan suaminya yang menemaninya suka maupun duka kini telah pulang ke pangkuan tuhan.

Adel tentunya terpukul saat mendapatkan kabar yang tidak pernah ia mau denger selama ini, adel jadi tahu alasan noval meminta cerai padanya ternyata noval tidak mau adel lebih terpukul lagi ditinggal suaminya.

Sandi, windia, alea, dan alek termasuk kevin dan kedua anaknya selalu bersamanya memberikan semangat pada adel. Seperti sekarang ini mereka kumpul di ruang keluarga mengobrol santai. Di sana juga ada kedua orangtuanya kevin termasuk Dylan dan istrinya.

"Gimana kalau adel rujuk saja sama kevin" saran hardi

"Setuju" jawab kevin cepat dengan senyum lebarnya ini yang ditunggu-tunggu nya.

Adel mendongak menatap semua orang tatapannya berhenti tepat di wajah dylan yang terus menatapnya teduh, seakan tahu kesedihan dirinya. Adel menatap kevin. "Aku tidak mau rujuk ataupun menikah lagi aku mau fokus kerja dan urus anak-anak aku" jawab adel menolak saran mantan mertuanya.

"Lho kenapa? Kevin mau ko" tanya vina.

"Karena aku tidak mau menikah lagi cukup kemarin saja aku menikah lagi" jawab adel.

"Nak, menikahlah sama kevin kam---"

"Pah, dari dulu adel selalu turutin kemauan papah. Dari mulai menerima perjodohan kak kevin padahal aku punya pacar, sampai aku kembali ke rumah ini atas kemauan papah. Dan sekarang tolong hargai keputusan aku" potong adel.

"Aina dan David masih kecil dia butuh sosok ibu yang setiap detiknya butuh kalian berdua, apa kamu mau David dan aina kurang kasih sayang hah?" Tanya windia kesal.

David yang memang paham maksud tatapan oma dan opah nya mengangguk. "David mau papah sama mamah kembali, David selalu di ejek sama teman-teman kalau david tidak memiliki mamah" ucap david menunduk sedih.

Adel menarik napas panjang membuangnya perlahan. "Kamu memiliki mamah hanya saja status mamah dan papah beda tapi kami ber----"

"MAMAH TIDAK SAYANG DAVID MAMAH DARI DULU EGOSI, MAMAH MENINGGALKAN DAVID WAKTU DAVID KECIL, DARI KECIL DAVID DI RAWAT PAPAH DAN OMA, OPAH, DAVID JUGA MAU DI RAWAT MAMAH 24 JAM SELAMANYA. MAMAH BERUBAH SEMENJAK MAMAH KENAL SAMA OM SOK CAKEP ITU YANG SUDAH MENINGGAL" bentak david menatap marah adel.

DEG

***

Adel mengendong aina yang sedang bermain dengan dylan di taman rumahnya. "Abang kamu kemana?" Tanya adel mengusap rambut aina.

"Bobo" jawab aina.

"Ehem" dehem dylan.

Adel mendongak menatap dylan. "Kenapa? Ada yang mau dibicarakan?" Tanya adel.

"Kamu mau teri----"

"Aku tidak tau dylan, aku bingung perasaan aku benar-benar buntu" potong adel menatap lurus.

Dylan menggenggam tangan adel membuat sang empu kaget. "Jawab jujur lo masih cinta sama gue?" Tanya dylan serius.

Adel berusaha melepaskan genggaman tangan dylan yang semakin dipererat dylan. "L-lepas nanti ada yang lihat" ucap adel.

Dylan terkekeh kecil. "Udah ada yang lihat ini anak gemes ini lihatin kita" ucap dylan melirik aina yang malah tersenyum manis.

Adel mendengus kesal. "Lepas atau aku teriak" ancam adel.

"Teriak aja silahkan sambil bilang gini 'mamah, papah, dylan udah macam-macam sama aku nikahin aku sekarang juga aku minta pertanggung jawaban' gitu aku enggak marah ko" ucap dylan menaik turunkan alisnya.

"Itu mah kepengen kamu" kesal adel mengigit tangan dylan.

"Sakit sayang" rengek dylan manja seperti dulu.

"Sayang-sayang ingat udah punya istri" ucap adel menoyor kepala dylan pelan.

"Gue bakal cerai sama si lika kalau kamu mau nikah sama aku" ucap dylan serius.

"Ngaco. Tapi kenapa kamu belum cinta sama lika? Dia baik, cantik, sopan masa enggak cinta dan kenapa juga kalian belum punya anak?" Tanya adel kepo.

"Karena gue enggak cinta dan enggak mau Sentuh dia" jawab Dylan Santai.

"Penjahat" dengus adel menatap dylan.

"Kamu yang jahat udah ambil cinta gue semuanya" ucap dylan santai.

Cup

***

Karena kesal dipaksa untuk rujuk terus adel memutuskan untuk tinggal di apartemen saja ia tidak mau terus-menerus dipaksa. Adel masuk kedalam apartemen miliknya waktu ia masih kuliah membereskan semua ruangan walaupun sudah lama tidak ditinggali tapi apartment nya tetap bersih. Mungkin kedua orangtuanya menyuruh pelayan untuk membersihkan.

Adel tidak sengaja melihat foto dirinya bersama dylan waktu pacaran dulu, Mengelus poto dengan lembut. "Dulu kita sering poto-poto gini walaupun hasil paksaan dari aku hehe" kekeh adel.

Adel memeluk foto itu. "Aku kangen sama kamu tapi aku tidak mau merusak hubungan kalian berdua, dylan. Aku cinta sama kamu rasa ini sangat sulit untuk dihilangkan"

Puas mengobrol dengan foto dylan adel memutuskan untuk tidur di kamarnya, menatap langit-langit kamar ia masih tidak menyangka kalau noval meninggalkannya untuk selamanya.

"Kenapa kamu tidak bilang dari awal kalau kamu memiliki penyakit yang cukup serius, harusnya kamu bilang kita cari dokter yang bagus" lirih adel.

Tok.tok.tok.

Adel beranjak dari rebahannya berjalan membuka pintu apartemennya yang terus di ketuk berkali-kali.

Cklek.

Adel menatap perempuan cantik didepannya. "Eh lika---"

"Kak, aku mohon sama kakak stop caper sama kak dylan. Asal kakak tau dylan mau ceraikan aku gara-gara kaka janda dan dia mau menikahi kakak" marah lika.

Adel mengerutkan keningnya. "Maksudnya apa? Aku tidak paham" tanya adel.

"Kalau kakak kasihan sama aku tolong kakak rujuk sama kak kevin aku tidak mau cerai sama kak dylan aku cinta sama dia" jawab lika air matanya mengalir deras.

Deg

"Kita masuk dulu" ajak adel membuka pintu lebar-lebar.

Lika masuk wanita itu menatap foto suaminya. "Kenapa masih simpan poto kak dylan?" Tanya lika menatap poto dylan.

"Itu foto waktu aku sama dylan masih pacaran, aku sudah lama tidak tinggal di sini" jawab adel.

Lika menatap adel. "Maaf kalau aku tidak sopan atas perkataan aku tadi, aku cuma minta satu sama kakak jangan dekati kak dylan lagi. Dan kembali rujuk sama kak kevin dia cinta sama kakak, aina dan David juga butuh kakak termasuk kak kevin"

Adel menarik lika duduk di sofa. "Aku tidak tau aku masih dalam keadaan duka, aku akan pikirkan ini setelah aku ikhlas atas kepergian mantan suamiku"

"Egois. Itu satu kata untuk kakak, setidaknya kakak menerima kak Kevin demi anak-anak kakak yang masih kecil"

"Aku tau itu, kamu tenang saja sekalipun aku tidak rujuk sama kak Kevin aku tidak akan kembali sama dylan. Aku tidak akan merusak hubungan kalian berdua ingat itu"

***

satu hati 2 pria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang