Kevin terus menatap wajah istrinya yang tidur pulas sambil memeluk aina yang juga sedang tidur, semalaman adel dan kevin begadang karena aina tidak mau tidur, rewel, alhasil mereka bergadang semalaman.
Takut anaknya tertindih ia membopong aina, menidurkannya di kasur bayi, kembali ke kasur ia terus memandangi wajah cantik istrinya. Sambil mengelus pipi adel. Ia ingin keluarga seperti ini tidak ada keributan, damai, dilengkapi anak-anak yang pintar dan penurut.
Adel mengerjapkan matanya menyesuaikan matahari yang menerobos masuk kedalam kamar, pertama kali yang ia lihat wajah suaminya yang menatapnya dengan tatapan lembut, dan menenangkan.
Adel Mengumpulkan nyawanya lebih dulu, ia diam dan terus menatap wajah suaminya. "Kenapa?" Tanya adel khas suara bangun tidur.
Kevin mengangkat alisnya. "Enggak papa, pengen lihat kamu aja" jawab Kevin semakin intens menatap adel.
Adel mendorong wajah kevin yang berhasil mencuri ciuman bibirnya. "Jangan cium-cium, ish, aku belum mandi, belum gosok gigi" ucap adel sedikit kesal.
Kevin menarik tubuh adel, mengikis jarak diantara mereka. "Walaupun kamu belum mandi kamu tetap wangi, buktinya aja selama dua bulan kamu enggak mandi, wangi-wangi aja bahkan setiap hari aku cium kamu, enggak setiap hari juga sih karena si dokter nyebelin yang sialnya adik kandung aku sendiri, tidak mengizinkan aku jenguk kamu" kesal kevin di akhir kalimat.
Adel tersenyum tipis, ia mengacak-acak rambut suaminya gemes. "Tapi sekarang udah ketemu, kan, jadi jangan kesal lagi, dylan larang kamu buat jenguk aku itu juga demi kebaikan dan kesehatan aku"
TOK.TOK.TOK
adel dan Kevin menoleh, mereka sudah tau kalau yang mengetuk pintu begitu keras ialah anak sulungnya.
Kevin menghela nafas ternyata mempunyai anak sedikit susah untuk ia berduaan dengan istrinya.
Cklek.
Tatapan kevin langsung tertuju pada anak kecil yang menatapnya datar dan dingin, persis seperti dirinya. "Apa? Masih pagi udah buat rusuh" tanya kevin kesal.
David melipat kedua tangannya di dada, melirik adel dan kevin, ia membuang muka sinis. "Disuruh opah omah turun, suruh sarapan bersama" beritahu david.
"OEKK..OEKK.OEKKK"
mereka menoleh kearah bayi yang menangis kencang, mereka menghampiri aina yang menangis. "Selamat pagi aina Aprilio" sapa kevin mengangkat tubuh mungil aina.
"Pagi juga papah" jawab adel menirukan suara anak kecil.
David menatap mamah dan papahnya, tadi pas dirinya tidak disapa seperti ini, sedangkan aina di sapa begitu manis. Mata david berkaca-kaca ia berlari keluar kamar adel dan kevin, ia duduk di anak tangga menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya.
"Papah sama mamah tidak sayang david lagi, mereka lebih sayang sama adik bayi yang cengeng, mereka tidak perduli hiks" isak david.
Alek yang baru keluar kamar ia menatap david kaget, menghampiri keponakannya. "David, anak ganteng, kenapa disini?" Tanya alek tidak menyadari david sedang menangis.
David mendorong ia menatap om nya. "Om alek, mamah, sama papah tidak sayang david lagi, mereka lebih sayang adik bayi yang cengeng, mereka tidak peduli lagi sama david, hiks, mereka jahat" isak david ia memeluk leher alek erat.
Alek mengerutkan keningnya ia mengusap-usap kepala david, walaupun ia tidak mengerti maksud keponakannya ini. "Kata siapa mereka tidak sayang david?" Tanya alek, mengusap air mata david.
"Hiks, tadi david di suruh omah bangunkan mamah papah" ia mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. "Hiks, david sedih om, david tidak nakal tapi mereka, hiks, jahat sama david" isak david
Alek tersenyum tipis. "Sayang, adik bayi masih sangat kecil makanya mereka lebih memperhatikan adik bayi, sekarang kamu sudah besar kamu sudah bisa segala-galanya, tapi, bukan berarti kamu tidak di sayang mereka, mamah papah kamu sayang kamu ko, mereka tidak menduakan kasih sayang mereka, jadi david jangan marah sama mamah, dan papah, oke?" Jelas alek.
David bangun ia menatap kesal alek. "Om juga tidak sayang david, kalian jahat david tidak suka" teriak david ia berlari ke dapur, ia akan mengadu pada oma dan opanya.
***
David menatap sinis kedua orangtuanya, kevin dan adel bingung kenapa anaknya jadi seperti ini, padahal tadi pagi sewaktu memanggilnya biasa saja, tapi sekarang jadi sinis dan dingin.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya adel mengelus rambut david.
David menepis tangan adel dari kepalanya. "Enggak" jawab david dingin.
Kevin mengangkat tubuh anaknya, di dudukan di pahanya menghadapnya. "Papah tau alasan kamu ngambek gini, pasti kamu cemburu sama adik kamu, aina, david tidak perlu cemburu, david juga anak papah Kevin dan mamah adel, kami sayang sama kamu dan aina----"
"David tidak suka kalian sayang aina, dia bayi yang sangat cengeng" marah david.
Sandi mengambil alih david dari pangkuan kevin. "Namanya juga bayi, kamu juga dulu cengeng banget, nanti kalau aina sudah besar seperti kamu, dia tidak akan cengeng." Ucap sandi.
"Benar apa kata opa kamu" imbah wina.
David melihat kedua tangannya di dada. "Sama saja, david tidak suka, david tidak mau kalian sayang sama bayi cengeng itu" kekeuh david.
"Dav---"
Sandi menggeleng memberi kode supaya kevin diam. kevin yang paham ia mengangguk pelan. "Sayang, waktu mamah kamu koma, kamu pernah bilang sama mamah kamu kalau kamu tidak nakal lagi, tapi, kenapa nakal coba?" Tanya sandi lembut.
"I-itu, cuman berpura-pura supaya mamah mau bangun" elak david.
Sandi tersenyum manis, ia mencium pipi david. "Masa sih?, Pokonya kamu jangan khawatir, kita semua sayang david, rasa sayang kita tidak pernah tergantikan oleh siapapun"
"Termasuk saka bayi cengeng?" Tanya david polos.
Hardi mengangguk. "Hm, asalkan kamu jangan nakal, kamu juga harus jagain adik bayi saat mamah dan papah kamu sibuk, kamu tidak boleh nakal sama adik bayi"
"Dia suka menangis dimalam hari, opa, dia bawel" ledek david melirik aina yang sedang di gendong alea.
"Kamu juga suka menangis" ledek alek, yang sedari tadi diam, ia gemas sendiri dengan ponakannya.
David cemberut. "Tidak, david tidak suka menangis" sewot david.
Adel dan Kevin tersenyum tipis, akhirnya david kembali seperti dulu. "Mamah sama papah sayang banget sama david, pokonya rasa sayang mamah enggak bakal hilang"
"Cowok ko cemburuan" ledek kevin.
Adel menoleh. "Kamu juga. cowok ko cemburuan" ledek adel.
"BAHAHAHAHAHAH" tawa mereka pecah melihat wajah kesal kevin.
"Papah kalau cemburu, dia suka menangis seperti bayi kingkong" ledek david.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Genç KurguBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)