Adel mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar matahari yang menerobos masuk kedalam kamarnya, tiba-tiba perutnya mual, menyibak selimut yang menutupi tubuh ia dan kevin, berlari masuk kamar mandi dengan tergesa-gesa.
Adel memuntahkan cairan bening ia memegang perutnya yang tidak enak, ia duduk lemas di lantai, kenapa pagi-pagi seperti ini ia jadi mual biasanya tidak seperti ini. padahal ia masih mengantuk sekali setelah tadi malam Kevin menggempurnya habis-habisan.
Adel berdiri lemas menatap dirinya di pantulan cermin. "Kenapa gue muntah-muntah gini sih, padahal tadi malam gue makan yang enggak aneh-aneh ko" heran adel.
"Adel-del" teriak kevin dari arah kamar, yang tidak dihiraukan adel yang kembali muntah-muntah. "Adel, sayang kamu dimana?" Teriak Kevin panik.
"Apa" sahut adel lirih.
Sayup-sayup kevin mendengar suara air dari kamar mandi, ia langsung bergegas menuju kamar mandi, memeluk adel yang masih muntah-muntah. "Kamu kenapa bangun lebih dulu dari aku, sih, aku jadi panik gini" lirih Kevin masih tidak menyadari kalau istrinya sendiri muntah-muntah.
Memang selama adel kembali bersamanya, kevin sebisa mungkin ia bangun lebih dulu dari adel, ia terlalu takut ditinggalkan kembali oleh adel ia terlalu takut kehilangan adel, bangun pun hanya untuk memastikan kalau istrinya masih ada disampingnya.
"L-lepas, aku lagi mual kak" kesal adel mendorong tubuh kevin yang menempel ditubuhnya.
Kevin menatap adel kaget, ia langsung memijit tengkuk leher adel dengan rasa paniknya. "Sayang kamu kenapa?, Kamu sakit, ya?" Tanya kevin khawatir.
Adel menggeleng ia langsung memeluk tubuh kevin, air mata mengalir deras di mata indah adel. "Hiks, aku pusing, aku mual, perut aku enggak enak kaya di aduk-aduk gitu, hiks" isak adel.
Kevin membalas pelukan adel ia mencium puncak kepala adel lembut. "Kita ke rumah sak---"
"Enggak! aku enggak mau" tolak adel menatap horor kevin.
Kevin mengangguk lemah ia tidak mau memaksa adel yang nantinya akan semakin berontak, membopong tubuh adel menuju kasur, menyelimuti tubuh istrinya. "Kamu tidur aja, david biar aku yang urus kamu lagi sakit" ucap kevin.
Adel menggeleng "aku masih bisa, kalau dav---"
Tok..tokk..tokk
"MAMAH, PAPAH, BUKA PINTUNYA DAVID MAU MASUK" teriak david dari luar kamar.
Adel dan kevin menatap pintu yang di ketuk keras, kevin berjalan menuju pintu membukanya tatapannya langsung tertuju pada david yang belum mandi, masih dengan pakaian tidurnya semalam.
"Maaf den kevin, den david tidak mau mandi, kalau bukan sama neng adel, sudah saya paksa tapi dia malah marah-marah" ucap mbok iyem.
Kevin mengangguk. "Mbok siapkan sarapan saja biar saya yang urus david" ucap kevin yang langsung mbok iyem angguki, dan beranjak dari sana.
"Mamah" teriak david masuk kedalam kamar ia langsung duduk di samping adel menatap adel yang lemas, dan pucat. "Mamah kenapa?, Mamah sakit?" Tanya david khawatir.
Adel tersenyum tipis ia menggeleng lemah. "Tidak. mamah hanya kurang tidur saja david mandi, ya, terus siap-siap sekolah ini udah siang nanti telat sekolahnya" ucap adel mengelus rambut tebal dan hitam david.
David menggeleng cepat "tidak! david tidak mau sekolah, david mau sama mamah saja menemani mamah disini" tolak david memeluk tubuh adel.
Kevin yang sedari tadi diam ia langsung bertindak, menelpon mamah dan papahnya menyuruhnya ke rumahnya. "Anak ganteng papah, kita mandi sama papah aja, ya, biar papah mandikan kamu terus kamu berangkat sekolah diantar omah dan opah" bujuk kevin.
David kekeuh menggeleng keras. "Tidak! david mau jaga mamah saja david tidak mau sekolah, papah" kesal david ia semakin erat memeluk adel.
Adel melepaskan pelukan david, saat merasakan perutnya kembali mual, ia berlari menuju kamar mandi kembali memuntahkan cairan bening. "Hiks, gue capek mual terus, kenapa sih sama perut gue" teriak adel sambil terisak-isak.
Kevin berlari menghampiri adel, memeluk adel dari belakang menguatkan adel yang lemah. "Kita ke dokter, ya, kalau kamu enggak mau ke rumah sakit biar dokter yang kesini, kita punya dokter pribadi" bujuk kevin, ia tidak tega melihat istrinya mual-mual.
Sedangkan david melihat mamahnya mual-mual ia mengambil handphone papahnya, mencari nomor seseorang yang bisa membantu mamahnya.
"Hallo om, mamah muntah-muntah mamah sakit, om" ucap david setelah telpon dijawab.
°^°^
"Iya om, mamah nangis-nangis"
°^°^
"Siap om, cepat kesini"
David langsung memutuskan sambungan telponnya, ia menghampiri mamah dan papanya yang masih didalam kamar mandi. "M-mamah" panggil david lirih, matanya berkaca-kaca menatap mamahnya yang pucat.
Adel menatap anaknya ia tersenyum tipis. "Mamah enggak papa sayang, mamah cuman sakit biasa" ucap adel.
Tidak lama kedua orangtuanya Kevin datang dengan tergesa-gesa dan wajah panik mereka berdua. "Astaga! Kamu kenapa adel?, Kenapa kamu mual-mual dan wajah kamu pucat?" Khawatir vina.
Adel menatap mereka kaget, ia melirik kevin yang hanya diam. "E-enggak papa mah, ad---"
"Adel, kamu enggak papa?" Tanya seseorang dengan wajah yang sangat terlihat panik dan khawatir.
Adel, Kevin dan yang lain menoleh kaget, mendapati dylan berada disini, padahal mereka tidak menghubungi dylan sama sekali, dan kenapa dylan bisa tau. "D-dyaln, k-kenapa kamu ada di sini?" Tanya adel.
"Om, cepat periksa mamah, dia mual-mual wajahnya pucat" ucap david menarik tangan mamahnya keluar kamar mandi, mendudukkan di kasur. "Om cepat, mamah sakit" david menarik tangan dylan yang hanya diam menatap lekat wajah adel.
Dylan mengangguk, baru mengeluarkan peralatan untuk periksa adel, tangannya lebih dulu di tahan kevin.
"Jangan sentuh istri saya" ucap Kevin menipis tangan dylan.
Dylan menatap abangnya yang menatapnya datar. "Gue cuman mau periksa bang, gue enggak ada niatan buat apa-apa" ucap dylan sesabar mungkin.
"GUE ENGGAK SUDI ISTRI GUE DI SENTUH LO, PAHAM!" bentak kevin.
Adel menahan tangan kevin yang hendak memukul kevin. "Jangan kasar, aku enggak suka" ucap adel menepis tangan kevin.
Hardi menatap kevin. "Dylan cuman mau periksa adel, kamu jangan berpikir negatif gitu" ucap hardi. "Silahkan periksa dylan, biar papah tangani kevin"
Dylan mengangguk ia langsung memeriksa Adel menatap wajah adel yang menatapnya, tatapan yang sangat dylan rindukan selama ini. "Kayanya adel hamil, coba kamu tes pakai ini dulu" ucap dylan, menyodorkan respect pada adel.
"H-hamil?" Cicit adel.
Dylan mengangguk. "Di tes dulu, kamu pasti telat menstruasi, kan?" Tanya dylan yang langsung di angguki adel.
Adel mengangguk ia langsung masuk kamar mandi dengan perasaan yang sangat sulit diartikan. Tidak lama ia keluar membawa benda persegi panjang, menyodorkan pada dylan yang melotot kaget menatap respect itu, tangannya bergetar hebat.
"H-hamil" cicit dylan.
Kevin yang mendengar istrinya hamil ia langsung tersenyum lebar, ia langsung memeluk tubuh adel yang membeku. "Sayang kamu hamil, kita akan punya anak dua sayang" ucap kevin tersenyum manis.
Adel hanya mengangguk, ia menatap dylan yang menatapnya dengan tatapan tersenyum tipis, membuat adel sedikit tenang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
satu hati 2 pria [TAMAT]
Genç KurguBagaimana rasanya jika kalian menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat kalian cintai, tapi takdir berkata lain, Adel Chyntia Sari, biasa disebut Adel Yang masih berumur 21 tahun, Harus menikah dengan kakak dari kekasihnya sendiri. Kevin April...
![satu hati 2 pria [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/342264170-64-k606034.jpg)