Sedangkan aku masih berjuang untuk memecahkan segel ini. Berkali-kali mencoba dan menghabiskan sebagian besar kekuatanku tapi tidak ada hasil.
Aku tidak percaya tidak ada cara yang bisa kulakukan. Kemudian kukeluarkan pedang fenghuang hua lalu mengayunkannya kesegel, terlihat segel itu membelah tapi saat kutarikkan pedang segel itu kembali ke semula. Kucoba ayunkan kembali dan menyalurkan semua kekuatanku yang tersisa pada pedang dan menghantam segel.
Kutahan sekuat mungkin dan bepikir tidak mungkin aku gagal melakukan tugasku mengingat Yu Han yang saat ini sedang berperang mati-matian jika dibandingkan dengan tugasku ini bukanlah apa-apa.
Raja iblis semakin dan semakin dekat dengan putra mahkota dan Yu Han lalu mulai mengayunkan pedangnya. Tepat saat itu, raja iblis mengalami komplikasi pada tubuhnya. Tampak sedang bertarung dengan dirinya sendiri yang kemudian menyemburkan darah dari mulutnya.
Seketika putra mahkota yang melihat kesempatan, bangun dan menghunuskan pedangnya kearah raja iblis tapi Ru Han datang menghadang. Putra mahkota pun bertarung dengan Ru Han yang berusaha melindungi raja iblis.
Disisi lain, aku yang masih berjuang menghancurkan segel dengan mengerahkan kekuatan sepenuhnya mulai mengeluarkan darah dari mulut tapi aku masih berusaha dan berusaha hingga akhirnya segel berhasil kuhancurkan.
Pada saat itu, Ru Han yang dimedan perang memuntahkan darah dan seketika menjadi lemah. Ru Han menyadari bahwa segelnya telah dihancurkan seseorang lalu perlahan mengangkat tangannya untuk memanggil lonceng langit dan tepat saat itu Xi Chou menusuk jantungnya tepat dari belakang lalu menariknya tanpa belas kasihan. Ru Han pun jatuh tersungkur dengan mata terbuka.
Yu Han segera bangun untuk membantu putra mahkota. Mereka menyerang raja iblis yang sedang berusaha mengendalikan naga hitam dalam tubuhnya dan berencana untuk mengambil pedangnya.
Mereka menyerang berkali-kali tapi masih bisa ditahan oleh raja iblis lalu Yu Han berhenti dan membiarkan putra mahkota menyerang sendiri dan saat melihat peluang Yu Han mendekat dan melibas tangan raja iblis.
Pedang yang dipegang raja iblis pun terlepas dari tangannya lalu raja iblis mengeluarkan kekuatan untuk menyerang Yu Han dan tepat saat itu Yu Han menendang pedang raja iblis kearah putra mahkota. Dengan cepatnya, putra mahkota mengambil dan menusuk tepat dijantung raja iblis dari belakang.
Raja iblis masih bergerak dan mencoba menyerang Yu Han lalu putra mahkota menusuk lebih dalam lagi. Saat itu, terlihat naga hitam yang meronta dan aura hitam keluar lalu raja iblis berteriak dengan mata terbuka dan tubuhnya hancur berkeping-keping.
Putra mahkota, Yu Han dan Xi Chou menghela napas lega lalu terbaring ditanah melihat langit yang cerah kembali.
Aku yang berhasil memecahkan segel hanya bisa terduduk lemas dan tersenyum berkaca-kaca atas usahaku. Tapi, segel yang pecah tadi masih belum hilang melainkan berubah menjadi gumpalan kabut berwarna merah gelap lalu mulai mengarah padaku dan masuk dalam tubuhku dan kurasakan sakit didada kiri.
Terasa sakit dan panas seperti terbakar, aku segera melihat dan tampak mulai muncul ukiran bunga berwarna merah yang memiliki lima makhota dengan bagian tengahnya berwarna hitam. Selain itu aku tidak merasakan keanehan apapun pada tubuhku kemudian mencoba bangun perlahan dan mengambil lonceng langit lalu pergi menemui Hong Ye yang mungkin sudah menunggu diaula.
Setiba disana, aku tidak melihat Hong Ye, kemudian aku duduk menunggunya dan tak lama dia pun muncul. Hong Ye menghela napas karena tidak berhasil menemukannya dan dia juga berpikir aku juga tidak berhasil menemukannya. Dengan sombongnya kutunjukkan lonceng langit padanya.
Hong Ye terkejut aku bisa menemukannya dan dia merasa beruntung aku ikut dengannya. Kuberitahu bagaimana dan dimana aku menemukannya sepanjang perjalanan kami kembali kelangit.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAO HUA (END)
FantasySeorang peri bernama Chun Hua dari alam bunga untuk pertama kali mengunjungi istana langit bertemu dengan seorang dewa yang berpangkat tinggi bernama Yu Han. Setelah berbagi waktu dan kebersamaan mereka akhirnya saling menyukai. Tepat saat terjadi...
