Happy Reading :)
***
Jam masuk untuk membahas materi olimpiade tiba, Azel izin kepada guru di kelasnya dan beranjak menuju aula tanpa membawa buku tulis atau apapun. Dia sebenarnya sangat mengantuk dan ingin sekali tidur ke ruang kesehatan. Namun, daripada dia kena sama Bu Rika mending ikut saja pikirnya.
Sesampai di sana sudah terlihat semua peserta olimpiade sejarah dan fisika, lalu sang ketua yang tidak bukan adalah Ares langsung menyuruh mereka berbagi tempat dan memulai pembelajaran dan sebelum itu dia tidak lupa memberikan materi yang akan dilombakan nantinya.
Azel yang sudah sangat bosan memilih tidak menghiraukan dan membaca materi yang diberikan kepadanya tadi. Setelah Ares menjelaskan, tampak dari mereka ada yang membuat kelompok untuk membahas materi. Sedangkan Azel malah memilih duduk di sudut aula sendirian dengan kertas di tangannya.
Dia tidak suka belajar seperti itu, membuat dia tidak nyaman karena dia tidak leluasa untuk membaca materi atau berpikir. Ketika tengah membaca semua materi dan melihat semuanya, dia sedikit merasa senang karena semuanya sudah terekam jelas di otaknya semenjak SMP dulu. Dia sudah membaca materi ini dan dia akhirnya memilih untuk tidur.
"Hei! Kenapa lo tidur? Terus kenapa nggak gabung sama yang lain?" tanya beruntun Ares yang membuat dia terusik akan tidurnya, dia menatap sebentar Ares lalu beralih karena dia merasa tidak peduli.
"Males." Jawab singkat Azel.
"Lo udah ngerti sama semua materinya? Kalo belum gue bisa bantu lo." Tawar Ares dengan sikap humble-nya, Azel yang melihat tingkahnya merasa bodo amat karena dia tidak butuh bantuan darinya dan dia hanya mengganggu tidur indah Azel saja.
"Nggak."
Ares dibuat mati kutu dengan sikap cuek dan perkataan singkat Azel, dia bingung akan membahas topik apa yang ada sekali bertanya langsung di selesaikan dengan satu kata oleh Azel.
"Kalo nggak butuh berarti lo udah tau kan? Coba gue tanya sama lo, apa tugas pasukan Afnei yang datang ke Indonesia terus siapa pemimpinnya?" tanya Ares dengan alis naik turun dan senyum lebar pada Azel yang tengah menghela napas karena merasa sangat terganggu dengan kehadiran Ares.
"Pemimpin pasukan Afnei yang resmi mendarat ke Indonesia pada tanggal 29 Agustus 1945 adalah Sir Philip Christison. Tugas mereka adalah menerima penyerahan Jepang, melucuti senjata Jepang, memulangkan orang-orang Jepang ke tanah airnya dan menjaga keamanan di Indonesia sampai pulihnya Belanda berkuasa kembali." Jelas Azel tanpa menatap Ares yang menatap tidak percaya dan kagum. Karena dia melihat Azel tidak membaca satupun dan malah mengetahui semuanya dengan cepat.
"Wow! Lo hebat ternyata." Kagum Ares dengan senyum berbinarnya.
"Udah? Gue mau tidur." Tanya Azel karena matanya sangat mengantuk.
"Gimana kalo kita belajar bareng? Tanya jawab aja gitu biar lebih cepat belajarnya." Usul Ares berusaha agar Azel masih mau berbicara dengannya. Azel yang tampak sedikit kesal tapi masih memakai wajah datar hanya menggangguk pasrah karena sikap Ares yang pemaksa sekali.
"Ya udah, giliran lo bertanya ke gue." Jawab Ares menyuruh Azel.
"Jelaskan bagaimana persaingan antara Amerika dan Uni Soviet pada perang dingin teknologi ruang angkasa!" ujar Azel dengan wajah tidak bersemangat sedikitpun. Ares yang medengar merasa bingung akan jawabannya karena pelajaran tersebut belum pernah dia pelajari dan ditambah Bu Rika juga tidak mengatakan kalau materi ini juga masuk nantinya.
"Kenapa diam? Lo nggak tau?" tanya Azel yang masih sibuk memperhatikan jendela yang tengah memperlihatkan kakak kelasnya yang tengah bermain basket.
"Gue belum pernah pelajari itu." Jawab Ares menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)