Keesokkan paginya, Ares telah bersiap ke sekolah dan tengah melajukan mobilnya ke rumah Azel untuk menjemput cewek itu. Ketika sampai, mobil yang kemarin dilihatnya ketika mengantar Azel masih tidak terlihat di sana. Ares hanya mengacuhkan dan memilih untuk mengetuk pintu sembari mengucap salam.
"Assalammualaikum."
"Waalalikumsalam, sebentar!" jawab balik Ranti yang terdengar jauh dari dalam rumah. Dia bergegas segera ke pintu utama lalu membuka kunci dan pintu tersebut.
"Masuk Nak, Azel masih siap-siap." Suruh Ranti dengan senyum ramahnya.
"Iya Tan." Angguk Ares mengikuti Ranti dari belakang.
"Duduk dulu aja ya, tante mau siapin dikit lagi masakannya," ujar Ranti yang segera pamit ke dapur kembali.
Ares pun hanya menggangguk mengiyakan, lalu memilih melihat ponselnya terlebih dahulu agar tidak terlalu gabut sendirian di sana.
***
Azel yang sudah bangun dari jam enam, segera bersih-bersih dan tidak lupa melaksanakan salat subuh. Baru dia memakai seragam sekolah dan mengambil tas sekolah setelah selesai merapikan seragamnya itu.
Dia yang sudah selesai, langsung turun ke bawah dan tidak lupa mengucapkan selamat pagi pada mamanya itu.
"Pagi Ma!" teriak Azel sembari meletakkan tasnya di kursi sebelah dia duduk. Lalu melihat mamanya yang tengah sibuk di dapur itu. Dia tidak menyadari Ares yang sudah duduk di ruang tamu. Sehingga Azel lanjut ke tempat mama dan Ares juga membiarkan saja.
"Pagi sayang!" jawab Ranti menatap sebentar Azel lalu kembali fokus lagi.
"Tuan raja sama si carmuk nggak pulang ya Ma?" tanya Azel karena tidak melihat atau mendengar suara mobil mereka sejak semalam.
"Nggak, habis kemarin mereka pergi nggak balik sampe sekarang."Jawab Ranti yang tengah mencoba masakannya.
"Bagus deh, capek aku lihat si carmuk itu. Nyari masalah mulu kerjaannya," ujar Azel memberikan mangkok pada Ranti karena nasi goreng yang sudah dia buat telah masak.
"Sama, selama kamu kabur. Hadeh, nyari muka mulu ke papamu. Allahu akbar, capek mama lihatnya." Adu Ranti teringat dengan kelakuannya.
"Hahaha ... Maklum Ma. Namanya juga setan carmuk." Jawab Azel tertawa setelahnya.
"Kamu ada-ada aja. Sana, panggil Ares. Biar sarapan kita." Suruh Ranti membawa masakannya ke ruang makan.
"Lah? Dia udah nyampe?" tanya Azel kaget.
"Udah, emang kamu nggak lihat? Tuh dia di depan." Jawab Ranti yang tengah sibuk meletakkan piring dan gelas serta mengisi air.
"Bentar Ma."
Azel pun berjalan ke ruang tamu, menatap datar Ares yang fokus memainkan ponselnya. Ares yang tidak tau kedatangan Azel tetap sibuk dengan ponselnya, membuat Azel melipatkan tangannya lalu berdehem pelan. Agar laki-laki itu tersadar.
Ares yang mendengar, mengalihkan pandangannya dari ponsel lalu menatap Azel. Dia tersenyum lebar melihat cewek yang dia tunggu sudah siap.
"Lo ngapain diem aja di sini? Gue turun tadi kenapa nggak lo tegur?" tanya Azel menatap Ares masih dengan mimik wajah datar.
"Biar lo nggak ke ganggu aja, lagian gue baru kok di sini." Jawab Ares menaik-turunkan alisnya .
"Dah ah, ayo sarapan dulu. Mama udah siap masak tuh." Ajak Azel berjalan duluan menuju meja makan. Ares yang mendengar, mengikuti langkah Azel dari belakang.
Setelah semua berkumpul, mereka makan dengan khidmat tanpa ada pembicaraan diantara mereka. Azel juga tidak tau akan berbicara apa, maka dari itu dia lebih memilih fokus dengan sarapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)