Happy Reading :)
***
Pertemuan disuksi untuk olimpiade kembali tiba hari ini, Azel melangkah lelah menuju aula karena capek dengan siklus hidupnya yang begini-begini terus. Apa tidak ada yang menarik agar dia bisa bersemangat? Pikir Azel menghela napasnya lelah.
Selama perjalanan, Azel berulang kali menarik napasnya kembali agar bisa menghilangkan rasa lelah dan mengantuknya ini. Terkutuklah dia yang malah tidur jam lima subuh dan dia harus bangun lagi ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat.
Sebenarnya dia tidak mau ke sekolah tadi dan akan izin mengatakan kalau dia sedang tidak enak badan. Namun, ketika bangun dan ingin mengatakan pada mamanya, dia malah melihat tuan raja dan dia memilih berbalik bersiap ke sekolah karena dia sedang malas berdebat hari ini.
Ketika tiba di aula dia langsung duduk dan tidur beberapa menit sebelum pembelajaran dimulai. Matanya sungguh berat, dia ingin ke ruang kesehatan tapi nanti malah dimarahi Bu Rika. Serba salah dia jadinya.
"Hai!" Sapa Ares meletakkan bukunya dan duduk dihadapan Azel.
"Hm." Jawab Azel menegakkan kepalanya dengan mata yang masih mengantuk.
"Lo kenapa? Lagi nggak enak badan?" tanya Ares khawatir karena melihat wajah Azel sedikit pucat. Jelas-jelas Azel memang pucat dari sananya terlebih dia memiliki riwayat kekurangan darah, jadi seperti ini.
"Nggak, gue cuma ngantuk." Jawab Azel menguap beberapa kali. Ares yang mendengar langsung menepuk pelan dahinya, karena melihat yang tiap harinya di hidup Azel tidak ada yang namanya tidak mengantuk.
"Lo emang jam berapa tidur semalam?" tanya Ares kembali.
"Jam lima."
"Astaga Zel, lo ngapain aja sampe jam segitu tidur?" kaget Ares karena perempuan ini yang keterlaluan sekali begadangnya.
"Nonton." Jawab singkat Azel menutup kembali matanya dan meletakkan kepalanya di atas meja.
"Besok jangan lagi ya Zel, lo bisa sakit kayak gini. Emang lo mau?" nasehat Ares karena tidak mau melihat Azel sakit.
"Lah-lah ngatur, belum ada hubungan aja sama gue udah ngatur. Apalagi udah ada, mungkin pusing gue dengerin aturan lo." Kesal dalam hati Azel mendengar perkataan Ares yang seenaknya saja. Tapi yang keluar dari mulutnya hanya gumaman kecil dan menggangguk pelan, agar cepat pikir Azel.
"Zel!" Panggil kembali Ares dengan wajah yang sulit diartikan sembari menunduk karena tidak mau menatap Azel.
"Hm?"
"Gue mau minta maaf sama lo," ujar Ares yang membuat Azel menaikkan satu alisnya menatap cowok didepannya heran.
"Lo salah apa emangnya?" tanya Azel karena dia merasa cowok ini tidak ada salah.
"Gu-gue ... hm ...." Gugup Ares yang membuat Azel menatap jengah dirinya.
"Ham hum ham hum, lo mau cerita atau mau nyanyi lagu Nissa Sabyan?" kesal Azel karena yang terdengar dari tadi hanya gumaman Ares yang tak kunjung selesai.
"Lo jangan marah ya." Kata Ares sedikit takut.
"Apa? Astaga emosi gue lama-lama." Jawab Azel sedikit frustasi melihat sikap Ares.
"Kemarin gue nggak izin pulang sama Vanya ke lo, terus gue nggak sengaja lihat lo di gerbang merhatiin gue. Gue pikir lo marah, makanya gue minta maaf." Jelas Ares akhirnya.
Azel yang mendengar seketika merasa senang cuma sedikit tidak lebih, tapi dia berpikir kenapa Ares memperlakukan Azel sedikit istimewa? Bukannya mereka masih temenan? Sudahlah paling cuma usaha ambil hati Azel dan itu tidak serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Roman pour Adolescents⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)