Happy Reading
***
Sekarang waktu untuk perempuan mengambil nilai. Untuk absen pertama adalah Aulia yang langsung berjalan mendekati Pak Anto. Sedangkan Azel berada di absen kelima, sehingga dia memilih duduk menunggu gilirannya.
Vanya yang melihat Azel duduk tak jauh darinya, berencana untuk mengusili cewek itu. Dengan senyum miring, dia medekati Azel.
"Capek amat gue tengok! Udah mending nggak usah ikut deh, daripada malu-maluin. Lo kan cewek lemes. Apa-apa udah nggak bisa duluan," ujar Vanya melipatkan tangannya di dada.
"Itu lo nggak salah ngomong? Bukannya diri lo ya yang kayak gitu? Baru diancem dikit langsung lari kabur." Kekeh Azel tertawa sedikit mencemooh Vanya.
"Lo kali, dasar cewek pengganggu." Kesal Vanya ingin mencakar wajah Azel, tapi terhenti ketika nama dia dipanggil Pak Anto.
"Lo lihat aja sendiri pake mata lo ya. Buka lebar-lebar, biar kelihatan," ujar Azel berdiri lalu berhenti sebentar mengatakan itu semua membuat Vanya bertambah kesal jadinya.
Azel berdiri menghadap Pak Anto dengan senyum tipis. Membuat Pak Anto juga tersenyum membalasnya.
"Baik. Azel kenapa nggak ada latihan lagi?" tanya Pak Anto sebelum memulai pengambilan nilai.
"Beberapa minggu terakhir saya banyak kesibukan Pak. Jadi, nggak sempet ke gor buat latihan Pak." Jawab Azel jujur.
Entah latihan apa yang dimaksud mereka berdua, membuat teman-teman sekelasnya tampak heran dengan tuturan gurunya itu.
"Baiklah kalau begitu. Minggu depan usahakan datang ya, soalnya ada pertandingan tingkat nasional." Peringat Pak Anto lagi.
"Siap Pak. Insya Allah." Angguk Azel lagi.
"Baik, kita mulai dengan sit up dulu. Kamu ambil posisi, siap?" tanya Pak Anto melihat Azel yang tengah bersiap.
"Siap Pak."
"Oke, 1 ... 2 ... 3 .... Mulai!" ujar Pak Anto menekan stopwatch.
Azel yang medengar aba-aba, langsung saja memulai sit up. Karena sudah kebisaannya jadi tampak murah baginya. Sehingga dia bangun dari tidur sangat cepat, Pak Anto sibuk menghitung dan berakhir di satu menit waktunya dengan total sit up Azel sebannyak 53 kali.
Semua teman-temannya tampak ternganga dengan totalnya, karena dari absen satu sampai empat saja hanya bisa sebanyak 10 kali paling banyak. Sedangkan Azel malah sama dengan laki-laki tadi, malahan beriringan total punyanya.
Semua bertepuk tangan karena melihat Azel. Mereka bangga, bukan dari akademik saja pintar, tapi non akademik juga tak kalah.
"Bagus, fisik kamu masih sama. Tapi, otot kamu sudah mulai melunak. Rajin latihan lagi ya, biar nggak susah nanti pas latihan lagi." nasehat Pak Anto memegang pundak Azel.
"Baik Pak." Angguk Azel lalu kembali ke belakang untuk duduk.
Sebenarnya perutnya sedikit keram, karena sudah lama tidak melakukannya. Maka dari itu dia butuh istirahat sebentar.
"Gila lo Zel, kayak turbo aja sit up-nya. Lah gue gimana nanti nih?" rengek Freya karena takut tidak tuntas.
"Seperti yang gue bilang, santai aja." Jawab Azel dengan datar.
"Lo mah iya, lah gue? Dah lah." Pasrah Freya.
Sedangkan Vanya yang melihat tadi, ternganga tidak percaya karena Azel dengan mudah melakukannya. Dia saja ragu apa bisa atau tidak nanti. Azel yang melihat tersenyum miring, karena dia merasa lucu saja melihat orang yang merendahkannya malah kena mental sendiri akibat ulah dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)