Happy Reading
***
Tiga minggu berlalu, Azel sudah tinggal di apartemen Ares hampir satu bulan. Rasa tidak enak kepadanya sudah dirasakan Azel sejak kemarin. Namun, dirinya juga belum sanggup untuk pulang ke rumah.
Apalagi bertemu dengan papanya dan kakak tirinya itu. Rasa bingung menjadi satu, dia juga rindu dengan mamanya, karena sudah lama tidak bertemu. Bahkan untuk menghubungi hanya terkadang, karena dia yang tidak memiliki ponsel.
Hari ini adalah hari Sabtu sore, dia hanya duduk di balkon apartemen itu sedari tadi. Memikirkan akan pulang ke rumah atau tidak besok. Dia bingung akan memutuskan apa saat ini.
Ketika dia tengah fokus menatap langit dengan pikiran sudah berkelana entah kemana, memikirkan akibat atau dampaknya kalau dia pulang besok. Pastinya dia akan diomeli dan dimarahi, terus Elina juga bakal kembali mengganggunya.
Azel kaget ketika Ares tiba-tiba sudah ada didekatnya, menatap dirinya dari samping. Jantungnya langsung berpacu dan untung saja nggak milih log out. Kalau iya kan nggak lucu. Hadeh.
"Lo emang jelangkung bin aneh ya, tiba-tiba tuh ngetuk pintu ucap salam. Ini kagak, datang nggak diundang pulang nggak diantar." Omel Azel sembari mengusap pelan dadanya karena masih merasakan degupan yang sangat kencang.
Sedangkan Ares malah tertawa terpingkal sampai terduduk memegangi perutnya. Emang, nggak punya hati ini anak. Orang kaget bukannya minta maaf malah ketawa kesenangan. Dasar!
"Hahahahahaha ... Ngakak sumpah lihat wajah kaget lo. Hahahaha ... Lucu Astaghfirullah." Tawa Ares yang malah semakin menjadi.
"Diketawain, jahat lo." Manyun Azel menatap kesal Ares.
"Hahahahaha .... Aduh ... hah ... hah ... Maap-maap." Tawanya lagi lalu menarik napas panjang baru dia meminta maaf pada Azel, dengan wajah masih menahan tawa sebenarnya.
"Tau ah, males gue." Kesal Azel melihat Ares.
"Eh, jangan ngambek dong. Ya maap gue ketawa, lagian dari tadi gue udah ngetuk pintu kamar lo. Terus udah ngucap salam sama panggil-panggil lo, lo-nya nggak nyahut. Gue kira tidur makanya gue masuk aja, eh nyatanya lo malah bengong di sini." Jelas Ares yang dimengerti Azel, tapi dia memang masih kesal dengan cowok ini.
"Serah dah."
"Lo lagi mikirin apa sih? Serius amat bengongnya." Tanya Ares mulai serius sembari berinsut mendekat pada Azel.
Azel menatap Ares kembali, lalu dia menghela napas panjang berusaha kuat dengan keputusannya ini.
"Gue rencana mau pulang besok," ujar Azel yang langsung membuat Ares terdiam kaget mendengar keputusan Azel.
"Lo serius?" tanya Ares membuyarkan kekagetannya itu.
"Iya, udah lama amat gue di sini. Hampir sebulan, gue juga nggak mau ngerepotin lo terus." Angguk Azel menjelaskan tanpa menatap Ares.
"Nggak ngerepotin kok Zel. Kalau lo emang belum siap buat balik, nggak masalah. Lo siapin diri lo dulu, jangan maksa cuma karena nggak enak sama gue." Jawab Ares menatap dalam Azel dari samping.
"Nggak itu aja alasan gue Res. Gue juga mikirin mama gue yang pastinya khawatir sama kangen sama gue. Gue kasihan sama mama gue yang udah gue tinggal, apalagi gue yakin si Elina bakalan ganggu mama gue terus. Gue nggak mau mama gue juga kenapa-napa sendirian." Jelas Azel dengan alasan yang sebenarnya.
Ares tampak melihat Azel kembali, di sana tercetak jelas kalau Azel memang sungguh-sungguh untuk kembali. Di sana juga tampak kalau Azel sudah sangat yakin dan tidak akan menyesal dengan akibat ke depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Teen Fiction⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)