Happy Reading
***
Istirahat pertama Azel usai, pengumuman yang lolos masuk babak kedua pun dimulai. Mereka semua masuk ke kelas tadi dan menunggu nama-nama yang disebutkan oleh guru pembina tadi dan tentunya nama Azel beserta Ares ada di sana.
Azel mendapat di peringkat pertama dengan nilai 98 sedangkan Ares di peringkat ke delapan dengan nilai 84. Bu Rika yang mendengar ikutan bersorak karena murid yang dia percayai bisa lolos di babak pertama. Tinggal dua babak lagi dia akan menang, pikir Bu Rika.
"Alhamdulillah, makasih Ya Allah Engkau mengabulkan doa hamba." Gumam dalam hati Azel karena dia lolos di babak pertama.
Babak kedua dimulai, peserta yang lolos hanya tinggal 25 orang dan akan didiskualifikasi sebanyak 15 orang nantinya. Setelah itu baru masuk babak ketiga untuk menentukan juara di olimpiade kali ini.
"Baik, babak kedua kita mulai. Silahkan kembali ke meja masing-masing, waktu masih sama dan banyak soal masih sama. Silahkan dimulai." Jelas guru tadi lalu kembali memerhatikan semua siswa dan siswi yang memulai perlombaan.
Sedangkan Azel fokus menatap komputer didepannya dan membaca dengan teliti soal yang keluar. Dia membacanya satu dua kali dan langsung tau jawabannya, begitu seterusnya hingga tepat di waktu baru berjalan satu jam lebih, Azel sudah menyelesaikan kembali lombanya dan pastinya dia sangat optimis kalau jawabannya bakalan benar semua.
Dia kembali mengangkat tangannya dan mengatakan kalau sudah selesai, semua orang dari sekolah lain dan khususnya SMA-nya menjadi kagum padanya, karena sudah cepat menjawab soal, mendapat nilai tertinggi juga malahan.
"Kamu sudah siap?" tanya guru tadi tercengang dan diangguki Azel.
"Baik, silahkan tunggu diluar." Jawab guru tadi merasa kagum dengan kepintaran Azel.
Ares yang melihat hanya melongo karena dia bahkan baru menjawab lima soal dan itupun dia sangat ragu akan jawabannya sendiri. Sedangkan Azel malah sudah selesai dan sudah enak-enak diluar. Tapi Ares sangat kagum padanya mendapat nilai 98 dan itu salahnya hanya dua. Hebat sekali perempuan itu, andai tidak ada masalah diantara mereka pasti Ares akan memberikan selamat padanya.
Azel yang diizinkan keluar, hanya duduk melihat pemandangan yang tak jauh dari ruangan olimpiadenya tadi. Cukup lama dia terpaku menatap langit dan akhirnya tersadar dengan kehadiran seseorang yang tak bukan adalah Ares. Azel yang merasa sedikit canggung dan tidak enak memilih menuju kelas tadi berada. Dia juga tidak mau mengganggu atau mencari perhatian dengan cowok itu.
"Selamat, lo dapet peringkat satu tadi," ucap singkat Ares tanpa menatap Azel dan dengan wajah datar pula.
Azel yang mendengar menghentikan langkahnya lalu hanya bergumam dan menganggukkan kepalanya tanpa menghadap Ares yang berdiri dibelakangnya itu. Dia masih tidak enak dengan Ares setelah apa yang dia lakukan waktu itu, dia masih melihat pancaran kekecewaan di mata hitam pekat itu. Makanya dia lebih memilih terus menghindar dan tidak berharap lebih lagi kalau Ares mau memaafakannya.
Ares yang melihat punggung Azel yang semakin menjauh hanya mendesah kesal, dia ingin kembali biasa saja. Namun karena egonya ini dia malah bersikap dingin terus pada Azel.
***
Sedangkan Vanya yang baru istirahat pertama, memilih menelepon Elina karena perempuan itu tidak becus menjalankan rencananya. Dia sangat kesal karena Azel masih bisa mengikuti lomba ini, bahkan kemarin mereka sudah sepakat akan membuat Azel tidak bisa mengikuti olimpiade ini. Tapi Elina malah tidak menjalankan tugas dengan baik.
"Halo!"
"Apa?" tanya langsung Elina sedikit kesal mendengar nada bicara Vanya.
"Lo kenapa malah nggak becus ngejalanin rencana kita? Azel jadi ikut kan, gara-gara lo nggak becus." Omel Vanya memanyun-manyunkan bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)