Happy Reading :)
***
Sesampai Freya didalam rumahnya, dia sungguh sulit menahan debaran jantung dan semburat merah di pipinya, akibat gombalan Reagan tadi. Dia masih merasa kalau mereka pergi tadi adalah mimpi, karena biasanya mereka selalu bertiga dengan Azel. Tapi Reagan tiba-tiba malah mengajaknya saja tanpa Azel.
Bagaikan suatu kebahagiaan yang didapatnya, Freya bahkan tidak berhenti tersenyum semenjak memasuki rumah. Untung saja maminya sudah tidur sehingga tidak akan diinterogasi oleh maminya kenapa senyam-senyum tidak jelas. Dengan langkah bahagia dia menaiki tangga rumahnya untuk masuk ke kamarnya.
Dia berencana untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan ingin menghubungi Azel untuk memberikan kabar bahagia ini juga. Karena pasti nanti sahabatnya itu juga akan ikutan bahagia mendengarnya. Beberapa menit selesai dengan semua rutinitasnya dan tepat di pukul setengah sebelas dia menghubungi Azel, dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya karena masih terngiang-ngiang dengan kejadian tadi. Maklum sedang dimabuk cinta memang seperti ini.
"Azel!" teriak Freya lalu kembali menutup mulutnya karena teringat ini sudah hampir tengah malam.
"Oi, astaga kagak usah teriak geblek." Kesal Azel karena merasa telinganya berdengung.
"Hihi, maaf Zel. Habisnya gue seneng banget makanya teriak-teriak kagak jelas." Jawab Freya cekikikan untung saja tidak diikuti mbak kunti, kalau iya auto ketakutan Freya.
"Seneng kenapa lo? Oiya, habis jalan sama Reagan, gimana-gimana?" heboh Azel juga akhirnya karena baru teringat kalau mereka habis jalan.
"Huaa ... Gue nggak nyangka bakalan diajak jalan sama Reagan Zel. Udah lama gue mimpiin akhirnya terwujud, hua ... tapi kita cuma sebatas teman, hiks. Tapi, tadi dia bilang kalau gue milik dia. Maksudnya apa ya Zel? Masa dia klaim gue gitu aja, kan nggak jelas amat." Jelas Freya dengan perasaan naik turun.
"Hahaha ... Frey! Satu-satu napa? Ngakak gue. Emang dia sampe bilang gitu karena apa?" tawa Azel mendengar cerita Freya.
"Tadi pas mau makan ada yang ganggu gue, Reagan sampe marah sama mereka dan ke pemilik restoran itu. Gue ngeri lihat dia tadi, sekaligus seneng karena dia khawatir banget sama gue. Huaa ... doa gue terwujud Zel." Jawab Freya yang kembali heboh.
"Anjir dah, nggak usah teriak. Lo mau ditemenin sama mas poci? Nggak kan, makanya diam." Ancam Azel yang kesal mendegar teriakan Freya.
"Ihhh ... lo malah nakutin." Manyun Freya.
"Nggak-nggak, terus apa lagi? Kalian cuma makan?" tanya Azel kembali.
"Nggak, kami tadi main di pasar malam. Romantis banget pas di bianglala, aduh nggak kuat gue sumpah. Mana Reagan ngegombal bilang gue cantik lagi." Jawab Freya dengan semangatnya.
"Hahahaha ... Keknya ada kemajuan ya?" tanya Azel tertawa.
"Gue nggak yakin sih, karena dia bilang kalau dia lagi suka sama cewek yang disukai banyak cowok makanya dia ragu buat bilang." Sendu Freya mengingat perkataan terakhir Reagan.
"Cewek yang dia maksud kan elo Frey." Gumam Azel geleng-geleng tertawa tapi dia hanya diam menggangguk karena tidak mau rahasia Reagan terbongkar.
"Udah, optimis aja dulu dia bakalan sukain lo balik, karena usaha nggak bakalan khianati hasil." Tenang Azel yang membuat Freya kembali bersemangat.
"Bener juga Zel, gue bakalan usaha dapetin Reagan. Hihi, makasih dah denger cerita gue. Gue mau istirahat dulu ya, babay." Jawab Freya kembali gembira.
"Oke aman, ya udah sana." Angguk Azel lalu mematikan sambungan telepon itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Roman pour Adolescents⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)