Hai! Jumpa Lagi :)
Semoga masih ada yang nunggu cerita ini ya
Happy Reading :)
***
Setelah beberapa jam Azel mengikuti pembelajaran dengan bosan, akhirnya bel berbunyi dan seketika setan dalam dirinya berteriak karena terbebas dari pelajaran yang melelahkan. Dia berjalan dari kelas sembari memesan gojek agar setiba di gerbang gojek itu langsung tiba.
Sebelum keluar dia terlebih dulu kembali mengganti roknya agar bisa lebih nyaman duduk di motor, apalagi ada tukang ojeknya nanti. Setelah siap, dia langsung berjalan menuju gerbang dan berdiri di halte sekolahnya.
Dia sungguh merutuki kesialannya hari ini, andai Freya tidak sakit kan dia bisa nebeng. Apalagi tadi dia berinisiatif minta nebeng sama Reagan, eh dianya malah ada rapat osis pula. Makanya Azel terpaksa harus pulang menaiki gojek.
Sudah setengah jam dia menunggu, dia kembali mengecek ponselnya karena gojek yang dia pesan tidak kunjung datang. Apalagi cuaca sudah mendung menandakan akan turun hujan sebentar lagi. Dia berdoa dalam hati berharap gojek itu segera tiba, namun kesialan kembali terjadi padanya.
Hujan turun dengan deras tiba-tiba dan tepat disaat itu juga gojek yang dia pesan meng-cancel pesanannya. Rasa ingin marah dan membunuh orang langsung menguar dari hatinya. Kenapa tidak sedari tadi tukang ojek itu meng-cancel, kan dia pulang bisa naik angkot, kesal Azel menatap semuanya.
"Aduh, gue pulang naik apa? Malah udah jam tiga lagi dan gue bolos kerja gara-gara ke kurung hujan." Lelah Azel menghadapi masalahnya yang tiada henti semenjak pagi.
Azel semakin mengomel tidak jelas dalam hatinya, terlebih dia lupa membawa jaket tadi pagi dan dia sangat kedinginan sekarang. Apalagi tidak ada satupun angkot atau bus yang bisa dia tumpangi hingga pulang.
Azel hanya diam melihat kembali ponselnya dan ingin menghubungi mamanya agar bisa dijemput. Tapi, batrai ponselnya habis dan telah mati beberapa menit yang lalu.
"Arrrgghhh ... Ya Allah gini amat cobaan gue sehari ini." Sabar Azel dalam hatinya dengan penuh emosi.
Dia sudah bingung akan pulang pakai apa dan dia hanya pasrah, semoga mamanya khawatir dan mencarinya ke sekolah, doa Azel saat itu.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore, Azel masih berada di halte dengan hujan masih mengguyur jalanan itu. Dia sudah sangat kedinginan, namun hanya doa yang dapat dia lakukan sekarang. Dia hanya diam berdiri sembari mengosok-gosokkan kedua tangannya agar terasa sedikit hangat.
Ketika dia tengah melamun memikirkan kalau dia akan mati karena kedinginan, terdengar klakson mobil didepannya. Dia mengedarkan pandangan dan melihat mobil putih berhenti didepannya. Dia awalnya bingung siapa orang itu karena mobil mamanya bukan ini.
"Zel! Kok lo belum pulang?" ternyata yang datang adalah cowok jelangkung lagi, kan dia selalu ada di setiap Azel tengah kesusahan.
"Motor gue di bengkel." Jawab Azel singkat dan masih tidak peduli dengan Ares yang bela-belain turun dari mobil kehujanan untuk menemui Azel.
"Terus?" tanyanya lagi.
"Gue udah pesen gojek tapi malah di cancel, mana nggak ada angkot dari tadi." Jawab Azel menggigil kedinginan.
Ares yang melihat wajah Azel yang sudah pucat merasa sedikit khawatir dan untung Ares tengah memakai sweater saat itu, dia berinisiatif ingin memberikan pada Azel agar perempuan ini tidak kedinginan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Teen Fiction⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)