Happy Reading :)
***
Ares melajukan motornya cukup kencang, karena ingin menghilangkan rasa sakit yang semakin menjadi dia rasakan. Dia bahkan tidak mempedulikan kalau akan terjadi kecelakaan padanya. Yang jelas rasa ini dapat dia hilangkan, dia sangat menyesal telah menyukai seorang Azel.
Dia kira Azel adalah sosok perempuan yang dia cari selama ini, namun nyatanya dia sama dengan yang lainnya. Perempuan yang memainkan perasaannya sendiri tanpa berniat bertanggung jawab nantinya. Apalagi perkataan Azel terus menari-nari di otaknya mengatakan kalau dia hanya bermain-main, membuat amarah Ares kembali memuncak.
"Arrrggghhhh ... bangsat! Gue kira lo beda Zel! Tapi nyatanya lo sama aja, anjing! Gue nyesel suka sama lo, gue nyesel! Bahkan rasa suka gue sudah digantikan dengan cinta yang begitu dalam ke lo Zel dan lo bisa-bisanya mempermainkan gue. Anjing!" Teriak Ares di atas motornya dengan perasaan yang sangat kalut.
Bahkan semua orang menatap aneh dan heran padanya, tapi dia tidak mempedulikan. Dia hanya ingin rasa sakit dan sesak di hatinya segera hilang. Pertama kali dia mencintai seseorang dan orang itu juga yang mematahkannya.
"Ck, lo pikir lo aja yang bisa mempermainkan gue? Hahaha ... gue akan tunjukin permainan yang sebenarnya," ujar Ares kembali dengan senyum miringnya mengingat wajah santai Azel tadi.
Setelah sekian lama berputar-putar dengan motornya untuk menghilangkan rasa sakit yang dia rasakan. Akhirnya, dia memilih untuk pulang mengistirahatkan hati dan pikirannya. Sesampai di rumah, dia langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang Qing Size-nya itu.
Perkataan Azel masih memenuhi otaknya, membuat dia semakin sulit untuk melupakan. Dia merasa benar-benar menyesal telah menyukai Azel, dia sudah berharap lebih namun dipatahkan dengan perkataan Azel yang cukup menyakitkan baginya.
Ares yang sudah pusing memilih menidurkan dirinya agar semua masalah ini hilang ketika dia bangun nantinya. Walau mustahil, setidaknya beban ini tidak terlalu berat lagi.
***
Langit sudah berubah menjadi merah kejinggaan, menandakan sebentar lagi matahari akan digantikan oleh cahaya bulan. Ares terbangun sebelum azan magrib tiba, dia tersadar kalau dia telah tertidur sekitar tiga jam lebih dan dia belum sama sekali makan dan membersihkan dirinya.
Dia bangun memilih langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekalian berwudhu untuk menunaikan sholat. Selesai dari semua aktivitasnya tadi dan untung saja rasa sakit yang masih membelenggu hatinya tadi sudah sedikit hilang, sehingga dia tidak terlalu memikirkannya.
Ketika dia hendak turun menuju meja makan karena terasa lapar, terdengar deringan dari ponselnya. Dia kembali berbalik menuju meja didekat ranjangnya dan melihat siapa yang meneleponnya lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Halo Gan, ada apa?" tanya langsung Ares.
"Kita di café biasa nih nongkrong, lo sini deh." Jawab Reagan menagajak Ares.
"Ok, lima belas menit lagi gue tiba." Setuju Ares menerima ajakan Reagan karena sekalian menghilangkan rasa sakit yang dia rasakan tadi.
***
Freya yang berpamitan pada Azel dan Reagan tadi memilih langsung menuju mobilnya berada. Rasa sesak semakin dia rasakan, dia sudah mencoba memukul pelan dadanya tapi tidak kunjung hilang rasa itu, malahan semakin terasa dan menggerogoti hatinya.
Dia menundukkan kepalanya di stir mobil dan seketika air mata yang tidak dia inginkan keluar. Dia terisak di sana, merasakan hancur di hatinya. Kenapa disaat dia mencintai seseorang malah orang itu mencintai orang lain? Mengapa?
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Teen Fiction⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)