*108* KEMBALI DROP~

376 8 1
                                        

Happy Reading

***

Sebelum membaca aku bakal ingetin buat putar lagu yang di atas ya 😊 Kalo udah ada aba-aba buat putar langsung diputar, biar pas vibesnya 😃

***

"Lo denger kan? Bukan gue! Seharusnya lo cari tau dulu sebelum nuduh gue dan sampai mencelakai Azel kayak gini. Gue bukan laki-laki bajingan, gue masih punya akal sehat." Tatap sedih Ares pada Vanya yang kembali menangis.

"Gue salah! Gue udah jahat sama lo Res, sama lo Zel! Hiks ... Maafin gue, maafin gue. Azel maafin gue!" tangis Vanya memeluk dirinya sendiri.

Azel yang melihat berjalan ke arah Vanya, dengan langkah tertatih dibantu Ares yang cemas dengan kondisi Azel yang semakin melemah.

"Udah Van, udah. Lo jangan salahin diri lo sendiri, semua udah terjadi Van. Lo juga nggak berharap semua ini terjadi, tapi takdir berkata lain dan bikin lo sampai seperti ini. Yang penting lo udah sadar dan menyesali semuanya, gue udah maafin lo kok. Lo bisa mulai hidup baru dan lupain masa lalu lo. Walau gue tau dan yakin nggak bakal semudah itu." Jeda sebentar Azel memeluk Vanya sembari menarik napasnya sebentar.

"Lo pasti kuat, gue yakin. Lo pasti bisa lanjutin masa depan lo, gue percaya sama lo Van." Tambah Azel mengusap punggung Vanya yang bergetar karena menangis.

"Sekarang Daffa di mana Felix? Gue bakal nyari dia dan masukin dia ke penjara!" tanya Vanya ke Felix karena telepon masih tersambung sejak tadi.

"Di-dia udah meninggal dari satu tahun yang lalu Van. Dia bunuh diri karena dihantui rasa bersalah sama lo. Dia udah usaha nyari lo kemana-mana, tapi nggak jumpa karena lo menghilang mendadak semenjak Ares balik. Dia pernah nitip pesan ke gue, kalau apa yang dia lakuin diluar kendalinya. Walau sebenarnya dia sangat cinta sama lo, makanya dia nebus kesalahannya dengan cara bunuh diri kayak gitu." Jelas Felix yang tidak menyangka temannya akan melakukan hal itu.

"Apa? Hiks!" tangis Vanya kembali karena ternyata semuanya sudah selesai dari lama.

Hanya dia yang dendam ke Ares tanpa alasan yang kuat, dia malah dengan mudah percaya tentang surat yang dia temukan itu. Seharusnya dari awal dia cari tau dulu, tidak asal menuduh dan dendam begitu saja dengan Ares. Sampai mencelakai Azel perempuan yang begitu dia cintai.

"Daffa juga berpesan sama gue, kalau dia benar-benar minta maaf sama lo Van dan terutama lo Res. Karena udah fitnah lo dan bikin Vanya dendam sampai bertahun-tahun sama lo. Gue juga salah karena nggak berani sejak awal buat cerita. Seharusnya gue bisa menghentikannya, sebelum semua ini terjadi. Gue juga minta maaf Res, Van." Tambah Felix sendu yang terdengar sekali di nada bicaranya.

"Gue nggak marah sama lo kok Fel! Gue udah lega kalau semuanya udah selesai, setelah ini nggak bakalan ada dendam antara Vanya ke gue ataupun Azel perempuan yang gue cintai. Gue harap semuanya aman dan gue bisa tenang sama Azel." Jawab Ares dengan wajah datar dan napas lega kalau semuanya selesai akhirnya.

"Maafin gue Zel, Res. Gue bodoh karena terlalu berambisi balas dendam, gue nggak cari tau dulu kebenarannya dan malah percaya gitu aja atas fitnah yang dibuat oleh Daffa. Gue bodoh, gue bakal nyerahin diri gue sekarang ke kantor polisi karena udah bikin lo celaka Zel." Tangis Vanya menatap Ares dan Azel yang berada dihadapannya.

"Van, gue udah maafin lo kok. Jangan salahin diri lo terus, semua udah selesai. Lo harus mulai hidup baru dan untuk laporan lo, gue bisa bilang ke papa gue buat mencabutnya. Lo nggak salah, okey?" senyum Azel berusaha menghibur Vanya walau sakit di dadanya benar-benar sudah tidak bisa dia tahan.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang