Happy Reading
***
Keesokkan harinya Azel datang ke sekolah seperti biasa, terlambat dan sudah dimaklumi oleh seluruh guru dan anak Osis. Dia masuk ke kelas dan keberuntangan yang didapatnya seluruh kelas free, karena guru tengah rapat. Dia yang baru mau mendudukkan tubuhnya kembali terhenti karena mendengar pengumuman untuk segera berbaris di lapangan.
Azel menghela napas kesal, baru saja dia ingin melanjutkan tidur malah disuruh pula ke lapangan. Dia berjalan gontai bersama Freya yang masih geleng-geleng melihat sahabatnya itu. Sesampai di lapangan, semua berbaris sesuai kelas, semua guru juga ikutan berbaris ke lapangan dan tak lupa kepala sekolah juga.
Semua semakin dibuat bingung, karena sekarang juga tidak ada memperingati atau ada acara, tapi tiba-tiba seperti ini. Freya yang tersadar dan baru ingat menarik tubuh Azel menatapnya dan menaik-naikkan satu alisnya.
"Apaan sih? Bisu lo?" kesal Azel karena Freya yang mengodenya seperti itu, jelas-jelas dia capek berpikir.
"Ihhh ... Lo ah, gimana sama olimpiade kemarin? Gue lupa semalam nanyain." Kesal Freya menatap Azel.
"Owh itu. Kepo!" jawab Azel singkat lalu kembali tidak peduli yang membuat Freya ingin sekali memakannya hidup-hidup.
"Selamat pagi semuanya, maaf bapak tiba-tiba menyuruh kalian berbaris. Seperti yang kita ketahui bahwa kemarin ada sebagian teman kita yang ikut olimpiade Kimia, Sejarah, Biologi, Bahasa Ingris, Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika dan Ekonomi. Semua yang ikut sebanyak 40 orang dan sebanyak 13 orang kita yang meraih juara itu. Maka dari itu, bapak ingin mengumumkan dan meminta para peraih juara kita untuk maju ke depan dan akan diberikan reward nantinya atas kemenangan serta ucapan terima kasih kepada mereka." Jelas Pak Randi dengan senyum dan wibawanya.
Setelah itu Bu Rika sebagai wakil kurikulum maju ke depan untuk membacakan siapa saja pemenangnya dengan wajah gembira. Azel yang mendengar hanya tersenyum tipis dan juga tak lupa kembali berterima kasih kepada Allah kalau dia bisa menang.
"Baik, yang pertama untuk mata pelajaran Matematika, peraih juara satu adalah Ares Davendra Arthur dengan diikuti juara ketiga adalah Zea Prameswari Putri. Silahkan langsung maju," ujar Bu Rika pada mereka. Semua sorak-sorai tepuk tangan langsung menggema memenuhi lapangan sekolah mengucapkan selamat.
"Selanjutnya mata pelajaran Kimia,..." Lanjut Bu Rika dan terakhir mata pelajaran Sejarah yang disengaja Bu Rika mengumumkan yang terakhir, agar mereka semua bisa terkejut dengan yang diumumkannya.
"Terakhir setelah mata pelajaran yang didominasi oleh semua sekolah kita adalah Sejarah. Dia berhasil meraih juara satu, bahkan di sekolah dicap sebagai murid pemalas dan sering telat. Bahkan dia dibenci oleh semua guru dan semua murid di sekolah ini karena kemalasannya ini. Namun, dia bisa meraih juara kelas, masuk kelas unggul dan sekarang bisa meraih juara satu di olimpiade sejarah." Jelas Bu Rika membuat semua murid bertanya-tanya siapa orang itu. Bahkan mereka semua terdiam karena bingung akan jawabannya.
"Dia adalah Azalea Rosalind dari kelas 11 IPS 1." Teriak Bu Rika menggema di sekolah itu.
Semua murid hening seketika tanpa berbisik-bisik lagi, mereka menatap satu sama lain karena tidak percaya kalau kakak, teman atau adik kelas mereka yang pemalas ini bisa meraih juara satu. Mereka menatap kagum dan bangga akhirnya, karena mereka menyesal telah menilai Azel seperti itu.
Guru-guru pun juga ikutan terdiam dan tergangga, ternyata benar kata Bu Rika kalau dia adalah siswi jenius pikir semua guru yang melihat Azel. Semua murid dan guru yang awalnya terdiam langsung bertepuk tangan bersorak heboh memberikan tepuk tangan padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)