Happy Reading :)
***
"Gue sayang sama lo Zel, jadi jangan gini lagi ya. Kalau ada apa-apa tuh cerita sama gue, kan gue pernah bilang kalau gue selalu ada buat lo kok," ucap Reagan dengan penuh ketulusan yang membuat Freya mendongakkan kepalanya menatap tidak percaya kalau Reagan benar-benar menyukai sahabatnya sendiri.
"Iya, gue juga sayang sama lo kok. Udah, nggak usah khawatir gue baik-baik aja kok." Jawab Azel membalas perkaaan Reagan.
Setelah sedikit lama Reagan memeluk Azel, dia melepaskannya dan kembali menatap dengan lekat Azel. Pancaran matanya terlihat sangat khawatir dan menyayangi Azel, Freya tampak dengan jelas mengerti dengan arti tatapan itu.
Reagan memegang kedua tangan Azel dan tersadar kalau kedua tangannya di perban, Reagan tanpak terkejut dan memegang dengan lembut memperhatikan tangan Azel.
"Tangan lo kenapa?" tanya Reagan dengan mata kembali panik.
"Hehe ... gue nggak sadar tadi mukul tembok di rooftop. Makanya jadi memar sama luka, jadi diobatin sama Freya tadi." Jawab Azel nyengir kuda dan bakalan tau kalau Reagan akan memarahinya kembali.
"Astaga Zel! Udah berapa kali gue bilang, kalau emosi jangan nyakitin diri sendiri. Inget lo pernah hampir mati Zel!" Teriak Reagan meremas lembut kedua bahu Azel.
Di lapangan tampak sahabat Ares yang lain memperhatikan Reagan yang tampak dekat sekali dengan Azel.
"Reagan sayang amat dah sama Azel," ujar Nevan yang memperhatikan dari jauh bersama yang lain.
"Iya, segitunya dia khawatir. Malah sampai Freya dia acuhin." Angguk Keenan mengiyakan yang melihat wajah sedih Freya karena diacuhkan Reagan.
"Maklum Reagan kan anggep Azel udah kayak adiknya, makanya gitu amat." Jawab Gavin yang tengah melahap telur gulung yang baru saja dia beli.
"Iye-iye, tapi lo sedetik kagak makan napa dah Vin." Kesal nevan yang melihat Gavin dimana-mana selalu makan.
"Ntah iya makan aja kerjaan lo." Tambah Keenan menoyor kepala Gavin.
"Uang gue, jadi terserah gue." Jawab singkat Gavin yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
"Iya maaf Gan, gue nggak bakalan ngulangin lagi kok." Jawab Azel meminta maaf.
"Bagus, awas aja lo kayak gitu lagi. Gue marah sama lo." Ancam Reagan dengan tatapan serius pada Azel.
Freya yang melihat merasa menjadi penggangu di sana, apalagi dia juga merasa kalau cintanya telah salah, jadi selama ini Reagan menyukai Azel. Bukannya hanya menganggap Azel sebatas sahabatnya saja. Rasa ngilu dan sesak menjadi satu di dadanya. Dia sudah berusaha menahan rasa sakit ini, tapi malah semakin menjadi dia rasakan.
Kenapa rasa cintanya salah? Mengapa harus sahabatnya sendiri? Apa tidak ada yang lain? Dia sangat mencintai Reagan dan dialah orang pertama yang bisa membuat Freya nyaman dan bahagia di waktu bersamaan.
Lidah Freya kelu, dia ingin pergi dari sana tapi kakinya terasa berat untuk melangkah dan matanya seakan terpanah untuk terus melihat kedekatan mereka dihadapan Freya. Dia sudah tidak sanggup, dia ingin pergi dari sana secepatnya dan mengeluarkan rasa sesak yang dirasakannya ini.
"Z-zel, Gan! Gue pamit duluan ya, gue baru inget kalau mami minta temenin ke mall tadi pagi. Bye," ujar Freya berusaha tersenyum. Azel yang tau kalau Freya tampak sedih ingin segera menyusulnya, tapi Reagan malah menahannya.
"Udah nggak papa," ujar santai Reagan pada Azel.
"Ta-tapi dia salah paham kayaknya Gan." Jawab Azel panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Fiksi Remaja⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)