*96* BERAKHIR~

206 9 0
                                        

Happy Reading

Jangan lupa putar lagu di atas ya sebelum lanjut baca sampai
akhir😌

***

Elina yang baru pulang dari kampus setelah dihubungi Vanya tadi. Dia langsung menghubungi sang papa, mengadukan semuanya kepada Wisnu agar Azel kena nantinya sepulang dari sekolahnya. Sungguh, dia benar-benar kesal karena ulah Azel rencananya jadi terhenti kemarin.

Dia mengambil ponselnya dan mencari nama sang papa di sana, lalu mendekatkan ponsel ke telinganya. Menunggu sambungan tersambung, Elina sempat mendecih karena lamanya Wisnu mengangkat. Ketika dia mulai kesal, akhirnya sang papa mengangkat dengan jawaban yang sedikit ketus membuat mood-nya semakin buruk.

"Apa?"

"Ihhh ... Papa kenapa sih jutek amat akhir-akhir ini. Elina kan cuma mau ngasih tau sesuatu sama papa." Kesal Elina dengan nada manja menjawabnya.

"Kasih tau apa? Cepetan! Papa ada meeting sama klien penting bentar lagi." Jawab tidak semangat sang papa dan memilih lebih fokus ke kerjanya.

"Ini mengenai Azel Pa sama Ares waktu itu." Jawab Elina semakin membuat Wisnu kesal.

"Cepet! Kalau nggak penting papa matiin!" ancam Wisnu.

"Ihhh ... Bentar! Gini-gini Pa, jadi flashdisk yang dibuat Ares sebagai ancaman sama papa itu cuma boongan. Isinya kosong Pa, ini aku ada buktinya dapat dari temen aku." Jawab Elina cepat-cepat, takut sang papa mematikan sambungan teleponnya.

"APA? Kamu serius?" kaget Wisnu mendengar perkataan sang anak.

"Serius dong Pa, masa aku bercanda disaat penting kayak gini. Ini aku kirim buktinya, biar papa tambah percaya." Angguk Elina dengan wajah serius.

"Sialan anak itu! Berani-beraninya dia mengancam saya! Awas aja pulang nanti!" marah Wisnu mengeram menahan emosinya. Sedangkan Elina malah tersenyum simpul karena sembentar lagi Azel akan dimarahi.

"Itulah Pa, aku aja kaget tadi ngelihat buktinya. Mana dia ketawa-ketawa sama temen-temennya habis ngancem papa." Kompor Elina lagi dengan wajah dibuat-buat.

"Kamu tenang aja, nanti papa bakal kasih dia pelajaran! Udah ya, papa meeting dulu." Jawab Wisnu sangat kesal.

"Oke Pa, bye Pa." Jawab Elina penuh semangat, lalu mematikan sambungan teleponnya.

"Hahaha ... Rasain Zel, bentar lagi lo bakal menderita. Siapa suruh nyari masalah sama gue!" tawa Elina lalu berjalan menuju parkiran untuk ke mobilnya.

***

Di tempat lain, dua orang perempuan tengah menelepon merencanakan suatu rencana. Mereka begitu antusias karena ingin membuat Azel semakin menderita hari ini.

"Lo tenang aja, gue ada rencana bagus nantinya. Gue yakin 100% Azel bakal diusir nanti, jadi pas dia pergi rencana kita dimulai," ujar orang itu dengan seringainnya.

"Gue setuju sama rencana lo, gue tunggu kabar baiknya." Jawab yang satu lagi dengan senyum penuh arti.

***

Ketika Azel tengah istirahat, terdengar suara ribut dari arah depan yang ternyata kelakuan Reagan bersama Freya. Mereka heboh sendiri mencari keberadaan Azel.

"Azel! Astaga! Capek gue nyariin lo, lo nggak kenapa-napa kan?" tanya Reagan mengecek satu-persatu tubuh Azel.

"Lo aman kan?" tanya Freya ikut panik.

"Astaga! Gue nggak papa, kalian bisa diem nggak. Gue pengen sendiri, kalau nggak gue yang pergi." Kesal Azel yang baru saja merasakan ketentraman.

"Kita berdua panik nyariin elo Zel, kita kira lo bakal ngelakuin hal aneh-aneh." Kesal Reagan melihat Azel.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang