Happy Reading :)
***
Disisi lain Vanya yang baru saja tiba di kantin bersama Rania, menatap senang ke arah Ares yang duduk sendirian di bangku paling pojok. Dia berinisiatif ingin duduk di sana, sekalian bisa lebih dekat lagi dengan Dewa Ares itu.
Ketika dia berdiri dari kursinya, tampak Ares melambaikan tangan ke arah pintu masuk kantin yang membuat Vanya menolehkan kepalanya melihat siapa yang dipanggilnya. Matanya langsung melotot tidak percaya karena Azel-lah yang ternyata tengah ditunggu Ares.
Rasa senang yang dirasakannya tadi langsung berubah menjadi emosi karena melihat kedekatan mereka semakin hari semakin dekat. Hatinya langsung mendidih melihat pemandangan itu, apalagi cewek yang sangat dia benci malah semakin dekat dengan cowok yang dia cintai.
"Van! Lo jangan marah disini, lo mau Ares lihat lo marah sama Azel. Dia bisa benci sama lo nanti." Henti Rania ketika Vanya yang ingin melangkah menuju Azel duduk. Dia ingin menarik cewek kegatalan itu untuk pergi dari pujaan hatinya.
Vanya terdiam menepis tangan Rania dari pergelangan tangannya, dia kembali duduk sembari melihat ke arah Azel yang tertawa bersama Ares.
"Di kelas sok dingin, kalau sama punya orang malah kegatelan jadi cewek," ujar Vanya mendesis kesal.
"Udah Van lo tenang dulu, ntar pas dia keluar dari kantin kita samperin aja." Tenang Rania mengusap bahu Vanya.
"Gue kesel aja Ran, tuh cewek kenapa sih? Gatel amat jadi orang, di kelas diem kayak nggak ngerti apa-apa. Tapi ternyata menghanyutkan, benci gue sama orang kayak gitu." Jawab Vanya memanyunkan bibirnya kesal.
"Lo tenang dulu kata gue, nanti kita kasih pelajaran sama tuh cewek. Gue juga kesel noh liat Freya malah deket-deket sama Reagan. Jelas-jelas gue suka sama dia." Kesal Rania juga karena dia sudah dari lama menyukai cowok itu tapi malah Freya terlihat dekat dengannya.
"Kita kasih aja pelajaran, didiemin makin ngelunjak ntar." Jawab Vanya menyetujui perkatan Rania.
***
Jam istirahat usai, Azel pamit pada Ares untuk menuju kelasnya berada. Dia mencari keberadaan Freya dan langsung mengajaknya ke kelas dan sebelum itu juga tidak lupa berpamitan pada Reagan. Mereka akhirnya meninggalkan kantin dengan sibuk bercerita sepanjang perjalanan mereka. Apalagi mereka harus melewati lab, perpustakaan dan koridor kelas 12, baru dia tiba di kelasnya.
"Gimana Zel tadi? Apa kata Ares?" tanya Freya yang terlihat antusias sekali. Gini emang kalau sahabat, kita yang dekat sama cowok tapi dia yang heboh dan jerit-jerit sendiri melihat kelakuan cowok itu ke kita.
"Cuma nanyain masalah semalam aja." Jawab Azel tanpa membalas tatapan Freya.
"Terus-terus? Eh Zel wajah lo kenapa? Gue baru sadar dari pagi, kok biru gitu? Ulah tuan raja lagi?" tanya Freya beruntun yang awalnya dia semangat berubah menjadi khawatir melihat wajah Azel yang sangat jelas membiru.
"Ya, ini yang ditanya Ares. Huh, gue malah lupa lagi ngasih concelear biar nggak kelihatan." Jawab Azel merutuki dirinya yang bodoh ini.
"Sabar ya Zel, ish kenapa kagak lo lawan coba? Kesel gue lama-lama sama si Elina, pengen gue bunuh tu manusia dajjal." Marah Freya karena merasa kasihan dengan sahabatnya yang sedari kecil tidak pernah berhenti dimarahi papanya itu.
"Udah Frey santai, ada waktunya." Jawab Azel menenangkan Freya.
"Oiya, apa kata Ares pas lihat wajah lo?" tanya Freya yang kembali heboh lagi.
"Gue bohongin awalnya, eh dia malah tau dan nyuruh gue buat nggak tertutup lagi ke dia. Ya, gue mah angguk-angguk aja." Jawab Azel tidak peduli.
"Eaaa ... semakin lengket nih kayaknya." Teriak Freya mendorong bahu sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)