Hai jumpa lagi :)
Happy Reading
***
Waktu telah menunjukkan hampir magrib, Azel baru terbangun dari tidurnya. Untung saja hari ini jadwal dia bekerja tidak ada membuat dia bisa bersantai seperti ini. Dia bangun lalu langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak lupa mengambil wudhu karena ingin menunaikan salat.
Selesai dari semuanya, terdengar ketukan dari pintu kamarnya dan panggilan dari sana. Membuat Azel langsung berjalan membuka pintu kamarnya.
"Nak! Ayo makan dulu." Ajak Ranti dengan senyumnya.
"Iya Ma." Jawab Azel menggangguk lalu turun bersama dengan mamanya.
Setiba dibawah Azel sudah melihat papanya bersama kakak tirinya itu, namun sudah tidak ada kemarahan lagi dari raut wajahnya itu pada Elina.
"Pa! Maafin aku ya Pa karena udah bentak dan ngelawan papa tadi siang, aku emosi juga makanya nggak mikir kalau ngomong," ujar Elina dengan wajah memelas memegang tangan papanya itu.
Azel yang melihat tersenyum miring melihat akting yang dilakukan kakaknya itu, pintar sekali dia. Mungkin kalau ada ajang untuk menjadi artis mungkin dia langsung diterima, pikir Azel.
"Iya, papa juga minta maaf ya udah bentak kamu juga." Jawab Wisnu tersenyum seraya mengelus pelan tangan Elina.
"Katanya mau marah dan berjanji bakalan tegas ke Elina, eh baru segitu aja udah dimaafin. Nggak seperti ke Azel." Ejekan Ranti yang tengah sibuk mengambil makanan dari dapur.
"Kalau dia mau meminta maaf untuk apa masih dendam Ranti? Lagian Elina masih mengganggap aku papanya, makanya dia masih mau meminta maaf. Nggak kayak anakmu itu, yang hanya bisa melawan tapi tidak bisa meminta maaf kalau dia salah." Jawab Wisnu dengan menatap tidak suka pada Azel yang duduk berjarak satu kursi dengannya.
"Hahahaha ... gue lagi yang kena." Tawa Azel dalam hatinya menghela napas cukup berat.
"Iya dong Pa, kan aku sayang sama papa. Nggak kayak Azel yang butuhin papa pas ada perlunya aja." Jawab Elina dengan senyum miringnya menatap Azel yang tengah menatapnya juga.
"Elina! Jangan sembarangan berbicara ya kamu! Azel itu lebih dari kamu ya, dia nggak seperti kamu." Marah Ranti karena menjelek-jelekkan anaknya didepan dirinya.
"Ahhhh ... cukup! Kita mau makan, tidak usah kamu membela anak kamu yang selalu salah itu." Bentak Wisnu yang muak mendengar istrinya yang selalu membela dan menutupi kesalahan anaknya. Malahan Ranti tidak seperti itu, hanya memang Azel yang benar bukan Elina, makanya Ranti lebih memihak Azel.
"Saya sudah kenyang, saya permisi," ucap Azel karena permasalahan semakin runyam karena kehadirannya. Sedangkan Elina terlihat tertawa menang karena berhasil membuat Azel dimarahi lagi.
"Eh Azel!" panggil Ranti yang tak diacuhkan Azel lagi.
Kalau saja dia tau akan terjadi seperti ini, mending dia tidak usah turun ke bawah untuk makan. Memang setiap kehadiran dirinya, kedua orang tuanya terus bertengkar apalagi mamanya yang selalu memihak dirinya, membuat papanya semakin marah dan membencinya.
"Lihat kan? Dia bahkan tidak menghargai saya sebagai papanya disini, bisa-bisanya dia pergi sebelum saya memberikan izin." Marah Wisnu kembali namun tidak dihiraukan oleh Azel.
Dia hanya ingin kembali ke kamarnya, karena kalau dia masih di sana yang ada mamanya bakalan jadi korban kekerasan papanya. Mending dia dicaci maki seperti ini.
Di kamar, dia mengunci pintu kamarnya kembali, karena tidak mau nanti Elina masuk seenaknya dan mencari masalah dengannya lagi. Sudah cukup setengah hari ini dia menjadi bahan untuk disalahkan, tidak untuk malam ini. Dia duduk di balkon kamarnya seraya menatap langit malam yang sangat cerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Tienerfictie⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)