Happy Reading :)
***
Jam istirahat tiba, Vanya beserta Rania memilih makan di kantin. Mereka memesan makanan dan sembari menunggu mereka sibuk bercerita tentang barang-barang branded yang akan diskon bulan ini. Mereka tampak heboh berdua, terlebih soal make up dan baju-baju yang tengah fashionable saat ini. Tak lama akhirnya pesanan mereka tiba dan mereka segera memakannya.
Ketika mereka tengah sibuk memakan pesanan mereka tadi, Rania malah menyikut Vanya menyuruhnya melihat ke meja yang tak jauh berada didekat mereka. Vanya yang terganggu sedikit marah dan mengikuti arah pandang yang ditunjukkan Rania.
"What? Mereka kok bisa deket sih?" Vanya tidak percaya karena melihat adengan tersebut.
Bagaimana tidak, mereka berdua melihat kedekatan Azel dan Ares di sana. Vanya sangat tidak suka dengan kedekatan mereka, apalagi Azel dia sudah berani sekali mendekati pujaan hatinya yang sudah dari lama dia sukai.
"Gue juga nggak tau Van, makanya gue bilang sama lo." Jawab Rania mengangkat bahunya tidak tau.
"Oiya Ran, kemarin pas rapat olimpiade Ares nanyain si cewek pemalas itu ke gua pas siap rapat. Apa jangan-jangan Ares memang suka sama tuh cewek ya? Hua ... gue nggak terima, pokoknya Ares milik gue. Nggak ada yang bisa miliki Ares selain gue." Rengek Vanya yang tidak jadi menghabiskan makanannya.
"Udah Van udah, gue ada rencana. Gimana kalau kita kasih pelajaran aja tuh Azel? Lagian dia udah rebut apa yang lo punya, mulai dari juara lo sampai perhatian guru dari lo dan sekarang Ares." Tenang Rania membujuk Vanya dan memberikan ide agar sahabatnya itu tenang.
"Ide bagus Ran. Udah yok ke kelas, gue udah nggak nafsu makan." Jawab Vanya menyetujui dan melangkah menuju kelasnya dengan wajah kesal karena melihat pemandangan itu.
"Tapi Van, makanan gue masih banyak." Teriak Rania karena perutnya masih lapar dan dia merasa menyesal telah memberi tau Vanya tentang hal ini.
"Udah Ran, nanti gue traktir sehabis sekolah." Jawab Vanya menarik Rania dengan wajah tidak ikhlas karena telah membuang-buang uangnya.
***
Pulang sekolah tiba, Azel yang ada janjian dengan Ares pulang dulu karena ingin mengganti pakaiannya. Ditambah dia mau minta izin terlebih dahulu pada mamanya karena takut nanti akan khawatir dengannya.
Dia sangat malas untuk pulang cepat sekarang karena dia tau si setan carmuk ada di rumahnya hari ini. Dia heran kenapa tuh setan carmuk makin ke sini lebih suka di rumahnya daripada pulang ke tempat mamanya.
Lagian dia juga sudah punya papa tiri masih saja ganggu ke rumahnya, bikin Azel muak melihat kelakuan dan sikap sok baik setan carmuk itu. Sesampainya dia di rumah, dia memarkirkan motornya di garasi. Lalu akan langsung masuk untuk bersih-bersih dulu baru pergi dengan si cowok jelangkung bin aneh itu.
"Assalammualaikum Ma." Teriak Azel ketika baru saja membuka pintu. Dia sudah melihat setan carmuk duduk di kursi tamu dengan gaya sombongnya. Tanpa dia acuhkan dia langsung masuk menemui mamanya.
"Waalaikumsalam sayang. Udah pulang kamu?" jawab Ranti berteriak dari dapur karena sibuk berkutat menyiapkan makan siang.
"Udah Ma." Jawab Azel dengan senyum tipisnya setiba di dapur.
"Kok kakaknya nggak disapa sih adek tercinta aku." Sela setan carmuk alias Elina mengikuti Azel ke dapur.
"Ma, aku mau izin keluar ada urusan sama temen." Tanpa Azel pedulikan perkataan Elina dia malah meminta izin pada mamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Roman pour Adolescents⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)