Happy Reading
***
"AZEL!" teriak keras Freya bersama Reagan karena sahabatnya ini yang sungguh keras kepala, malah sampai seperti ini.
"Jangan marahin dia, lagian bukan salah dia karena kemarin dia dikurung sama papanya dan nggak dibolehin makan." Henti Ares sebelum mereka sempat mengomeli Azel.
"Lo dikurung lagi?" tanya Freya menatap serius Azel.
"Kali ini masalah apalagi?" tanya Reagan ikutan serius.
"Bentar-bentar, nanti cerita. Azel minum obat dulu." Henti Ares kembali karena melihat Azel yang semakin meringis dengan sakitnya.
Setelah dia siap minum dan duduk dengan nyaman, semua mata langsung tertuju ke arahnya, meminta penjelasan apa yang terjadi dari kemarin. Azel menghela napas terlebih dahulu, lalu menguatkan kembali hatinya agar mampu menceritakan semuanya kepada Ares dan sahabatnya itu.
"Gini, semalam pas gue baru pulang kerja, Elina ngehadang gue pas baru masuk. Dia menghina dan menertawakan gue kalau gue nggak menang olimpiade. Di situ gue acuh sampai dia narik rambut gue dan luka karena tercabut oleh dia. Gue akhirnya marah dan gue dorong dia sampai ngebentur tembok." Hela napas sebentar Azel, tapi semua masih diam menunggu kelanjutan cerita Azel.
"Terus benturan itu cukup keras sampai membangunkan orang tua gue, bokap gue pas tiba di sana kayak salah paham dan si Elina ini kayak teriak kesakitan lebay banget. Nggak lama dia pingsan dan bokap gue langsung marah ke gue, tapi dia nggak marah banyak karena lebih mengutamakan Elina untuk dibawa ke rumah sakit. Ya, disitu gue acuh aja karena gue cuma mendorong pelan dia, paling cuma luka dikit." Berhenti Azel sebentar karena menarik napasnya.
"Terus?" tanya Freya mendesak.
"Paginya pas gue bangun gue seneng banget karena nggak ada yang bakalan ganggu gue pagi itu. Baru aja pas gue mau berangkat bokap gue datang, dia marahin gue dan narik gue ke rumah. Gue berontak tapi dia marah banget ke gue dan gue cuma diam aja. Dia ngurung gue sehari itu kata dia dan nggak akan biarin gue buat makan sekalipun. Sampai ponsel gue juga dia ambil, tapi gue dikurung bahagia karena nggak perlu ke sekolah." Ketawa Azel sebentar tapi semuanya masih serius karena ini tidak lucu bagi mereka, membuat Azel merubah kembali raut wajahnya.
"Udah agak siangan, gue ngerasa agak laper dan di situ gue denger si Elina baru pulang. Dia dijaga dan didampingi papa gue terus, buat gue kesel sendiri ngelihat setan carmuk itu. Gue kembali masuk ke kamar gue setelah lihat kepulangan Elina dari balkon. Terus pas malamnya si Elina masuk bawain makanan dan gue ngerasa nih anak tumben gitu pemikiran gue. Eh nyatanya, bukan mau baik-baik ngasih gue makanan, nyatanya mau menertawakan gue dulu. Sampai dia maksa gue makan dan bikin gue ke sedak. Gue kesal dan muntahin makanan itu, dia maksa gue makan lagi dan bikin gue tambah marah. Gue dorong dia dan membuat makanan di tangannya jatuh berserakan." Henti Azel kembali.
"Dan bokap lo naik ke kamar dan marahin lo lagi?" tanya Freya dengan wajah sudah mulai kesal mendengar cerita itu. Sedangkan Azel mengangguk dan kembali melanjutkan ceritanya.
"Bokap gue lari ke atas dan natap tajam gue, gue nggak peduli dan acuhin akting si Elina yang mengaduh kesakitan. Di situ bokap gue marah besar, dia nyeret gue ke lantai bawah. Pas di tiga tangga terakhir ,dia nyeret agak kuat gue dan mendorong gue sampai jatuh buat gue langsung ngebentur meja tamu didepan gue. Hasilnya dahi gue luka dan gue pusing banget, semuanya buram dan ketika gue usaha buat bangun, tapi nggak bisa, gue jatuh lagi karena kepala gue sakit banget," ucap Azel sembari memegang dahinya yang tertutup, sahabatnya yang lain menatap sendu pada Azel karena diperlakukan sampai seperti ini.
"Bukan sampai di situ aja, dia nampar gue, dia marahin gue yang buat gue nggak bisa nahan amarah gue juga. Dia masih aja bela Elina dan gue juga udah muak makanya ngelawan balik perkatannya, dia makin marah dan nyeret gue kembali ke gudang yang terletak di bawah tanah. Gue cuma bisa pasrah karena tenaga gue tinggal sedikit, apalagi kepala gue makin pusing. Setiba di sana, dia nyuruh bawahannya buat ambil dua ember air dan setelah itu nyiram gue. Sedangkan mama gue yang berusaha bantuin gue, dia kurung di kamar agar nggak ngeganggu dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Подростковая литература⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)