*87* REAL OR FAKE~

153 8 0
                                        

Happy Reading

***

Hari kamis kembali datang dan pagi ini Azel tengah sarapan sembari melamun memikirkan yang terjadi kemarin. Pikirannya berkelana mencemaskan Ares dan juga perkataannya kemarin. Sungguh, Azel masih belum bisa melupakan perkataan yang membuatnya tidak bisa berkata-kata itu.

Ranti yang melihat Azel yang melamun mendekatinya, sembari mengusap bahu Azel. Membuat sang empu langsung tersentak, memutar kepalanya menatap Ranti yang melihatnya juga.

"Kamu kenapa? Nggak biasanya ngelamun kayak gini? Ada masalah?" tanya Ranti dengan wajah khawatir.

Azel tersenyum menatap mamanya, berusaha tidak membuat mamanya khawatir. Walau sebenarnya hatinya tengah terasa cemas dan sedikit sakit, tentang kejadian kemarin yang sangat tidak terduga sama sekali.

"Enggak kok Ma, cuma mikirin ulangan nanti." Bohong Azel sembari melanjutkan sarapannya.

"Mama kira kamu ada masalah. Syukurlah kalau cuma itu." Senyum Ranti kembali ke kursi didepan Azel dan ikut sarapan juga.

Azel juga sedikit bersyukur tidak berjumpa dengan tuan raja dan setan carmuk pagi ini, karena papanya yang ada rapat pagi ini. Sedangkan si carmuk itu tidak pulang semalam. Kalau saja mereka ada di rumah, mungkin mood Azel semakin memburuk.

Ketika dia selesai dengan sarapannya, dia bersiap untuk keluar mengambil motornya di garasi. Namun, baru saja dia ingin mencari kunci yang lupa dia bawa, terdengar suara klakson motor dari luar.

Azel yang penasaran langsung saja berlari menuju pintu rumahnya, sembari mengedarkan pandangannya.

"A-ares?" panggil Azel yang sedikit kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba.

"Pagi srigala kutubnya Ares. Udah sarapan?" sapa Ares dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Membuat Azel terpaku sendiri mencerna yang dilihatnya, dia masih tidak percaya kalau Ares datang untuk menjemputnya.

Apalagi setelah yang terjadi kemarin dengan perkataan Ares yang membuatnya sedikit canggung ketika bertemu.

"Hei! Kenapa bengong? Lo sakit ya? Atau kenapa?" panggil Ares menyadarkan Azel dari lamunannya.

"E-ehh! Nggak kok, gue nggak papa." Geleng cepat Azel berusaha terlihat biasa saja, lalu membalas senyuman Ares.

"Hm, gue kira kenapa. Lo udah sarapan? Kalau udah ayok berangkat, ntar telat." Ajak Ares yang masih tersenyum pada Azel.

"Udah kok, bentar gue ambil tas dulu sekalian pamit sama mama." Jawab Azel segera masuk ke dalam.

Selesai berpamitan mereka pun berangkat, dengan Azel duduk di belakang yang masih melamunkan sikap Ares yang kembali berubah. Dia sedikit bingung, kemarin Ares sampai mengusirnya dan sekarang Ares kembali ke sikapnya yang semula.

Sebenarnya apa sih yang terjadi sama dia? Hingga dia sampai seperti itu kemarin. Pikiran itu kembali memutar di otak Azel, perkataan Pak Amir yang membuatnya semakin berpikir apa yang sebenarnya terjadi? Trauma apa yang dimaksud oleh Pak Amir?

"Zel!" panggil Ares pelan.

"Iya."

"Maaf ya soal kemarin, gue nggak bermaksud buat ngusir lo kok. Gue benar-benar butuh waktu sendiri kemarin. Makanya gue minta lo buat pulang, maaf ya kalau menurut lo gue sedikit kasar." Jelas Ares yang membuat Azel kembali terdiam, lalu tersenyum tipis sembari menjawab perkataan Ares.

"Nggak papa kok, gue juga paham."

"Makasih atas makanannya, gue habisin semalam." Tambah Ares yang membuat Azel kembali tersenyum. Ternyata Ares memang tidak marah padanya, malahan makanan yang dia bawa tetap dia makan.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang