*19* MAKAN BERSAMA~

400 37 16
                                        

Happy Reading :)

***

Jam istirahat akhirnya tiba setelah mereka semua selesai ulangan, Freya kembali membangunkan Azel yang tertidur pulas karena ingin mengajaknya pergi makan. Azel terbangun meregangkan tubuhnya sebentar dengan menguap beberapa kali karena dia masih kurang tidur.

"Udah jam berapa emang?" tanya Azel setalah kembali ke dunia nyata.

"Jam setengah sebelas." Jawab Freya menunggu Azel yang banyak sekali ritualnya ketika baru bangun.

"Oiya, gue ada janji sama si jelangkung bin aneh," ujar Azel berdiri lalu berjalan mendekati Freya yang telah menunggunya di pintu kelas.

"Hah? Serius lo? Acieee ... semakin didepan ya bund." Heboh Freya senang mendengar perkataan Azel.

"Apa sih? Lagian gue ngikutin perkataan dia, karena udah ngelepasin gue dari hukuman tadi pagi, sebab gue telat." Jawab Azel datar dan berjalan mendahului Freya.

"Iya dah iya, serah lu." Ejek Freya karena merasa tidak percaya dengan perkataan Azel.

Azel tak mempedulikan perkataan sahabatnya itu dan lebih memilih berjalan lebih cepat menuju kantin karena dia merasa sangat lapar. Sesampai di kantin, Azel langsung duduk di tempat yang sudah ada Ares dan sebelum itu juga sudah dipanggil olehnya. Jadi, Azel hanya diam mengikutinya.

Freya yang juga baru tiba, tampak bingung akan duduk dimana. Yang jelas Azel bakalan dengan Ares, tidak mungkin juga dia akan mengganggu sahabatnya itu yang tengah kasmaran. Dia mencari bangku kosong juga sudah tidak ada, mana mau dia satu tempat dengan Vanya dan Rania musuh bebuyutannya itu.

"Frey sini! Duduk sama kami." Tak lama terdengar Reagan meneriaki dirinya bersama sahabatnya yang lain, Freya tampak senang. Untung saja sahabatnya ini pengertian, kalau tidak mungkin dia tidak akan makan siang sekarang.

"Makasih ya Gan," ujar Freya yang duduk di tengah-tengah antara Nevan dan Keenan, sedangkan Reagan dan Gavin dihadapannya.

"Hai Frey!" sapa yang lainnya pada Freya dan dia langsung tersenyum membalas sapaan itu. Freya memang terkenal lebih banyak senyum dan mudah dekat dengan siapapun. Tidak seperti sahabatnya itu yang bernama Azel.

"Kayaknya Azel bisa luluh sama Ares ya Frey?" tanya Reagan dengan senyum penuh arti yang dapat dimengerti Freya.

"Kayaknya Gan, hebat juga seorang Ares bisa taklukin srigala kutub yang nggak pernah percaya laki-laki selama umurnya itu." Jawab Freya yang akhirnya tertawa setelah itu.

"Hahahaha ... gue aja deketin dia kayak jalan dari sini ke Mekkah Frey, lama amat," ujar Reagan yang teringat masa SMP dulu.

"Iya ngomong aja berdua, kita nggak usah dianggap." Sindir Nevan sedikit kesal karena pembicaraan mereka.

"Anggap aja kami makhluk halus, nggak apa-apa ikhlas dah." Tambah Keenan menatap mereka kesal. Sedangkan Gavin, tak usah ditanya lagi dia sudah sibuk dengan makanannya sendiri. Entah sudah berapa piring dia menghabiskan siomay yang dia pesan, tapi yang anehnya badannya Gavin malah semakin berotot dan bagus.

"Baperan lu." Jawab Reagan santai sembari menyeruput susu milo-nya.

"Eh, emang Azel nggak pernah pacaran selama ini? Masa iya? Cewek cakep kayak gitu?" tanya Nevan beruntun karena itu sangat mustahil menurutnya.

"Kagak pernah, semua cowok yang mau deketin dia. Langsung pergi karena omongan dia." Jawab Reagan yang sibuk mengunyah mie ayam pesanannya.

"Nggak ada yang berani deketin dia?" tanya Keenan sekarang.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang