Happy Reading :)
***
Sabtu pagi yang sedikit mendung, hawa dingin terasa menusuk tulang terlebih semalam hujan sangat deras mengguyur kota itu. Azel yang masih bergumal dengan selimut tebalnya semakin malas untuk bangun. Mamanya yang sudah dari setengah jam yang lalu membangunkannya, bertambah kesal dengan kemalasan anaknya ini.
"AZEL! BANGUN SAYANG, ASTAGHFIRULLAH. UDAH JAM TUJUH LEWAT INI. KAMU MAU DIHUKUM?" Teriak Ranti berkacak pinggang menyibakkan selimut Azel.
"Ihhhh ... Ma, bentar lagi lima menit." Jawab Azel kembali menarik selimut tadi menutupi tubuhnya karena merasa dingin.
"Pokoknya kalau nggak turun ke bawah sepuluh menit lagi, mama nggak kasih kamu uang jajan." Ancam Ranti akhirnya lalu langsung turun menuju lantai bawah.
Azel yang mendengarnya tampak kesal, karena dia masih sangat mengantuk. Apalagi semalam dia tidur jam dua dini hari karena nonton film. Dengan rasa malas yang sangat menguar dari dirinya, dia turun dari ranjangnya untuk menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya.
Selesai dengan semuanya dia turun ke bawah dan tidak lupa untuk sarapan terlebih dulu. Jelas-jelas dia sudah sangat telat tapi masih saja dia bisa sarapan dan bersantai. Memang tidak ada niat sama sekali dalam diri Azel untuk bersekolah.
"Lain kali kalau mama bangunin tuh bangun, ini marah-marah dulu baru didengerin." Omel kembali Ranti yang hanya dibalas anggukan oleh Azel. Dia hanya fokus menyelesaikan sarapannya dan tidak terlalu mempedulikan kemarahan mamanya.
Selang beberapa menit dia telah menghabiskan sarapannya dan dia berpamitan kepada mamanya untuk ke sekolah. Dia masih sangat mengantuk apalagi cuaca sangat mendukung, membuat dia bertambah malas untuk berangkat.
"Aih ... Kalau mama nggak di rumah pasti gue bakalan lanjut tidur, malah mau hujan lagi." Kesal Azel menaiki motornya dan langsung melajukan dengan kecepatan penuh menuju sekolahnya.
Sesampai di sekolah tampak anak Osis kembali berdiri menunggu murid SMA Rajawali yang telat dan mungkin keberuntungan tidak ada padanya kali ini karena Reagan sedang tidak berjaga hari ini.
Dia mendesah kesal karena pasti akan dihukum, walaupun salah dia sih tapi dia sungguh capek melaksanakan hukuman hari ini.
"Lo kenapa telat? Ini nggak salah telat mulu sejak masuk dah, lo nggak punya jam ya sampe buku piket cuma habis karena lo," ujar tajam seorang perempuan dengan wajah judesnya pada Azel.
Azel yang dimarahi hanya mendesah kesal karena pusing mendengar omelan kakak kelasnya itu.
"Nggak." Jawab singkat Azel terlihat tidak peduli.
"Nggak usah sok ngelawan lo ya! Sono hormat ke bendera sampe jam istirahat, jangan berhenti sebelum bel bunyi, awas aja berhenti gue tambah hukuman lo." Ancam perempuan itu dengan melototkan matanya lalu meninggalkan Azel begitu saja.
Azel hanya mengedikkan bahunya tidak peduli, lalu berjalan ke lapangan untuk melaksanakan hukumannya. Untung saja cuaca tidak cerah sehingga dia tidak akan kepanasan pagi ini.
Sudah lewat satu jam Azel berdiri hormat ke bendera dan matahari sudah memancarkan sinarnya karena cuaca yang tiba-tiba berubah sangat cerah. Keringat mulai bercucuran membasahi dahinya, dia sangat kehausan dan ingin berhenti. Tapi, terlihat di tepi lapangan kakak osis yang memberinya hukuman tengah menjaganya.
Dia mendecih kesal dan kembali bertahan sampai bel istirahat berbunyi. Rasa panas semakin terasa, apalagi Azel yang hanya makan sedikit tadi pagi, membuat wajahnya berubah menjadi pucat karena dia darah rendah dan tidak bisa terlalu lama dibawah sinar matahari.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Roman pour Adolescents⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)