*10* GOR LATIHAN~

723 70 17
                                        

Ketemu lagi semuanya :)

***

Azel yang duduk bosan memperhatikan Reagan yang tengah latihan memilih keluar gor mencari sesuatu yang bisa membuatnya tidak mengantuk. Untung saja Azel membawa gitar kesayangannya tadi, sehingga dia bisa dengan tenang memainkannya dan tidak terlalu bosan menunggu dua jam waktu latihan Reagan.

Lagu yang berjudul 2002 dari Anne Marie menjadi pilihan Azel, dia menyanyikan perlahan. Walaupun lagunya terbilang bahagia, namun karena dinyanyikan sedikit sedih membuat suasana menjadi ikutan sedih dengan lantunan suara Azel yang pilu. Dengan cara inilah Azel bisa mengeluarkan emosi dan kesedihan yang dia rasakan.

Dia tidak akan menangis, karena sudah hampir enam tahun tangis itu sudah tidak dapat keluar dari mulutnya. Setiap kesedihan menerpa dirinya, pasti dia hanya mengeluarkan dengan memainkan alat musik, atau sibuk bermain game dan menonton film horor.

Karena pikiran Azel menangis hanya untuk membuat dia semakin lemah dan sejak pediriannya itu dia tidak pernah menangis lagi. Walaupun banyak bentakan dan cacian keluar dari mulut papanya, dia sudah tidak mempedulikan. Dulu setiap dimarahi dia pasti setelah itu menangis. Tapi sekarang, setiap dimarahi bukannya menangis malah tidak didengar sama sekali olehnya. Masuk telinga kanan ya keluar lagi di telinga kanan.

"Sendirian aja lo disini? Kenapa nggak didalam?" tiba-tiba dari arah belakang Azel yang tengah memetik gitar sembari melantunkan nyanyiannya, ada seorang laki-laki yang tidak bukan adalah Ares.

Azel yang merasa sangat terganggu tidak mengacuhkannya sama sekali dan memilih menyeruput minuman green tea yang masih tinggal setengah tadi. Ares yang diacuhkan memilih duduk disebalah Azel tanpa permisi terlebih dahulu.

"Kalo orang nanya dijawab, nggak baik didiemin loh," ujar Ares kembali seperti waktu itu yang masih tersenyum pada Azel.

Azel yang jengah menatap Ares dari sudut matanya, dia heran cowok ini siapa sih? Sudah dari beberapa minggu yang lalu dia mendekati Azel, membuat dia muak dan merasa terganggu dengan kehadirannya yang seperti setan.

"Lo siapa sih? Datang kayak jelangkung." Tanya Azel tanpa menatap Ares yang menatap Azel tidak percaya. Bagaimana mungkin Azel tidak mengenalnya, jelas-jelas kita satu sekolah dan dia juga terkenal karena ketua osis. Terlebih kemarin juga sama di olimpiade pikirnya.

"Kita udah ketemu beberapa kali dan lo masih nggak tau nama gue? Lo nggak kenal ketua osis di SMA kita?" tanya balik Ares karena tidak habis pikir dengan perempuan disampingnya ini.

"Nggak, karena gue nggak peduli." Jawabnya singkat yang lebih memilih memetik gitarnya perlahan karena merasa Ares sangat mengganggu dirinya.

"Ya udah kalo gitu, gimana kalo kita kenalan dulu?" ujar Ares yang masih terukir senyum manisnya. Azel yang melihat langsung merasa aneh, biasanya setelah dia menjawab perkataan cowok seperti tadi, pasti akan membuatnya langsung pergi dan tidak akan mengganggu dirinya lagi.

Tapi cowok ini malah tersenyum dan tetap berada disini, malahan mengajaknya berkenalan membuat dia semakin bertambah kesal dua kali lipat dengan sikap cowok aneh ini. Azel yang memilih menuruti kemauannya hanya menggangguk tidak peduli.

"Perkenalkan nama gue Ares Davendra Arthur, lo bisa panggil gue Ares," ujarnya sembari mengulurkan tangan dan masih tersenyum lebar kepada Azel.

"Azalea Rosalind, panggil Azel aja." Jawab Azel singkat, padat dan jelas, tidak lupa pula membalas uluran tangan Ares.

"Nama lo cantik." Pujinya yang membuat Azel tertegun.

"Lo nggak tau arti yang lainnya." Jawab Azel dalam hatinya.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang