*43* TIDAK PEDULI ~

232 23 0
                                        

Happy Reading 😇

***

Jam istirahat tiba, tentunya Azel dan Freya ke kantin untuk mengisi cacing di perut mereka. Sesampai di sana, murid-murid sudah sedikit ramai dan untung masih ada meja yang tersisa. Freya memesan makanan mereka berdua dan setelah itu kembali balik ke meja di mana Azel berada.

"Olimpiade lo makin deket Zel, gimana? Aman kan?" goda Freya pada Azel.

"Hadeh, kesel gue karena udah hampir olimpiadenya. Tiap pertemuan gabung terus, lihat kemesraan mereka yang buat gue makin jengah." Jawab Azel memutar bola matanya malas.

"Ya sama dong kita sekarang, wkwkwk. Bawa happy aja Zel, hidup cuma sekali. Yakali, ngegalauin orang yang nggak guna. Noh, masih banyak cowok di dunia, seperti kata lo kemarin." Jawab Freya dengan senang hati.

"Udah sama-sama cinta pertama, sakit hati pula wkwkwk." Tawa Azel setelahnya.

Ketika mereka masing asik tertawa, makanan yang mereka pesan datang dan mereka langsung melahap makanan tersebut karena sudah sangat lapar. Namun, baru saja beberapa suap mereka makan. Ares dan yang lain menghampiri mereka, lalu meminta izin untuk makan juga di sana.

Namanya mereka berdua tidak terlalu peduli ya mereka iya-iya saja. apalagi Azel yang tak peduli kalau ada Ares di sana. Yang jelas makan nomor satu pikir Azel.

"Lo pada sih, nyari masalah sama Pak Rudi, dihukum kan. Untung aja cuma disuruh buang sampah. Coba aja disuruh bersihin satu lapangan nggak makan kita." Omel Ares menatap sahabatnya satu-satu.

"Salahin Nevan noh sama Gavin, ngapain mereka bikin marah Pak Rudi. Jelas-jelas Pak Rudi baperan nggak kayak Bu Fitri." Jawab Keenan yang ikut kesal pula.

"Ada apa sih? Kok pada kesel gitu?" tanya Freya yang penasaran pula.

"Itu tuh, si Nevan sama Gavin tadi bercandain Pak Rudi pas jam pelajaran dia. Awalnya sih biasa aja, eh Pak Rudin-nya malah baper terus hukum kita semua deh. Malah udah rame, untung aja kalian bolehin kita duduk di sini." Jelas Farrel yang menghela napas kesal.

"Ya, kan kita kira Pak Rudi nggak baper, makanya kita terusin. Tau-taunya gitu." Jawab Gavin tidak terima di salahkan.

"Nah bener tuh. Kita kan nggak tau." Setuju Nevan yang menyetujui pendapat Gavin.

"Udah-udah, pesen sana, bentar lagi bel." Henti Azel dengan tatapan malas mendengar keributan mereka itu.

"Oiya Frey, gimana? Udah aman kan?" tanya Ares menatap Freya yang tengah sibuk menyeruput kuah mienya.

"Aman kok, aman. Santai, gue udah lupain semuanya." Angguk Freya dengan tersenyum tipis.

"Syukur deh, kalau lo udah nggak papa. Kita ikutan cemas kemarin liat lo kayak gitu." Jawab Nevan tersenyum lega.

"Iya, pengen tuh gue habisin si Reagan. Biar nggak bisa lihat dunia lagi, bisa-bisanya mainin cewek kayak gitu." Sela Keenan yang kembali emosi.

"Nah itu, mana dari pagi dia nggak nyapa kita. Malah sampe pindah duduk dari kita semua. Dia yang buat masalah, seharusnya kita yang gitu malah dia yang jauhin kita." Tambah Farrel pula.

"Udahlah, biarin apa keputusan dia. Yang jelas Freya udah nggak papa. Kalau sampai dia nyakitin Freya lagi baru deh kita habisin tuh anak." Henti Ares menenangkan sahabatnya itu.

"Ya lo mah dukung dia, karena lo juga mainin si Azel." Ceplos Gavin tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya karena tidak enak dengan Azel, yang langsung berhenti makan sekejap.

"Kan udah gue bilang, kalau perjuangan gue disia-siain. Lagian dia yang minta gue buat jauhin dia. Yakali, gue tetap ngejar dia sampe ngemis-ngemis. Emang dia siapa? Masih banyak kok cewek lain yang mau sama gue." Jawab Ares dengan santainya yang membuat Azel terdiam sebentar lalu kembali mengacuhkannya dan sibuk makan baksonya tadi.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang