Happy Reading
***
Keesokkan harinya, Azel bangun lebih awal yaitu jam 5 pagi. Dia turun ke bawah setelah melaksanakan salat subuh dengan wajah penuh semangat. Sekali-kali dalam hati dia merapalkan doa, kalau Ares akan kembali seperti biasa setelah dia memberikan makanan ini untuknya.
Dia berjalan menuju dapur, mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng. Setelah bahan dirasa cukup, dia langsung memasaknya tak lupa melebihkan untuk sarapan dia dan lainnya.
Walaupun dia sebenarnya ogah sekali memasak untuk si setan carmuk itu. Tapi, untuk kali ini tidak apa-apa, katakan saja Azel tengah berbuat baik. Ketika dia tengah sibuk berkutat di dapur, terdengar panggilan dari mamanya yang merasa sedikit heran dengan anaknya kali ini.
"Lah? Tumben kamu udah bangun jam segini? Kamu nggak kesurupan kan?" tanya Ranti dengan wajah sedikit bergidik ngeri.
"Aku bangun cepet salah, aku telat bangun apalagi. Mama maunya apa sih?" tatap Azel dengan datar pada mamanya itu.
"Ya, tumben aja kamu bangun jam segini, biasanya paling cepet jam 6 itupun mama udah teriak-teriak dulu. Nah satu lagi, tumben masak sarapan juga." jawab Ranti menatap serius anaknya ini, takut dia emang bukan Azel yang asli terus emang Azel diganti sama setan atau apa gitu. Kan dia jadi takut jadinya.
"Udah, mama diem. Aku mau fokus dulu, masakannya harus spesial pokonya." Jawab Azel dengan wajah serius.
"Huh! Terserah kamu deh, mama mau nyuci dulu." Hela napas Ranti pergi ke ruang laundry mereka.
Azel hanya menggangguk karena memang tengah serius, sesekali mencoba takut ada yang kurang. Setelah dirasa semua bahan pas, dia langsung menghidangkan ke mangkuk dan tidak lupa memasukkan ke kotak nasi yang sudah dia siapkan tadi.
Dia menata dengan cantik mentimun, telur dan tomat di atas nasi goreng itu. Akhirnya semua selesai dan Azel tersenyum sumrigah melihat hasil kerja kerasnya.
"Ma! Udah siap nih, mama makan ya. Aku mau mandi dulu." Teriak Azel tanpa peduli siapapun. Untung saja papanya dan si setan carmuk sudah terdengar bangun di atas. Jadi, mereka tidak akan ribut memarahi Azel.
"Iya sayang."
Azel kembali ke atas, lalu mandi dan bersiap ke sekolah. Dia turun kembali di jam 7 kurang 20 menit. Dengan membawa tas di tangan kanan dan sepatu di tangan kiri. Dia berjalan ke meja makan, sembari melihat sang mama sedang makan dengan lahapnya dan di samping serta hadapan mama terlihat piring kotor bekas makanan tuan raja dan setan carmuk.
Syukurlah mereka memakannya, dia kira bakalan dibuang atau bagaimana tadi. Dia tersenyum kembali dan menuangkan nasi goreng ke piringnya untuk ikut sarapan.
"Buat siapa yang di kotak?" tanya Ranti setelah meminum air didekatnya.
"Buat Ares." senyum Azel pada Ranti.
"Oalah, pantes rela-relain bangun cepet." Goda mamanya tersenyum padanya.
"Eh, nggak kok Ma, ini sebagai permintaan maaf aja kok." Jawab Azel merasa malu jadinya.
"Pasti dia suka, karena masakan kamu enak banget." Senyum Ranti menyemangati putrinya.
"Semoga aja Ma." Jawab Azel tersenyum balik.
Selesai dia sarapan dan memasukkan bekal ke dalam tas bekalnya, dia berpamitan kepada mamanya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Senyum manis tidak berhenti terhias di wajah cantiknya.
Sesampai di parkiran, dia langsung menuju ke kelas yang ternyata Freya sudah duduk manis di sana sembari memainkan ponselnya.
"Pagi Frey!" sapa Azel tersenyum padanya membuat Freya mengerinyit heran melihat wajah sumringah sang sahabat.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)