Happy reading :)
***
Jam pulang sekolah tiba, Azel yang baru saja keluar kelas langsung berjalan menuju toilet karena mau mengganti roknya dengan celana. Ketika dia hendak memasuki toilet terdengar teriakan yang jelas-jelas sangat tidak asing bagi Azel. Dia sedikit penasaran dengan yang akan dilakukan si cewek ulat itu yang tidak bukan adalah Vanya.
"Ares! Gue mau bareng sama lo boleh kan? Please ...." Teriak manja Vanya sembari bergelayutan di lengan Ares yang membuat sang empu sangat risih.
"Maaf Van, gue ada kegitan osis, jadi nggak bisa bareng lo." Tolak halus Ares yang sudah mengerinyit malas karena Vanya yang terus-terusan bergelayutan padanya. Dia sudah berusaha melepaskannya malah dia semkain mengeratkan pelukannya itu.
"Nggak, nggak ada itu Van. Ares bohong." Sela Nevan tertawa setelahnya karena berhasil mengerjai Ares.
"Cepet sana lo paksa dia pulang, ntar genit ke cewek lain susah lo jadinya." Tambah Keenan berusaha menahan tawanya.
Ares yang mendengar sahabatnya malah mengatakan hal yang tidak-tidak, langsung melototkan matanya agar mereka mengikuti perkataan Ares. Namun, bukannya didengarkan malah semakin membuat mereka bersemangat.
"Ares! Kalau bebeb udah ngajak pulang turutin dong, jangan malu-malu gitu ke kami," ucap Reagan yang juga ikutan mengerjai Ares.
"Iya, kasihan itu Vanya udah mohon-mohon buat pulang. Sono, ntar kelambatan bikin si bab unyu-unyu." Sambung Farrel yang otaknya malah memikirkan dede bayi. Sedangkan Vanya yang mendengar tersenyum malu karena godaan sahabat Ares.
Ares semakin kelabakan dengan Vanya, karena menarik-nariknya untuk pulang. Untung saja Ares masih mengingat kalau ibunya Vanya pernah menitipkan dia pada Ares karena ibu Vanya sudah mengganggapnya sebagai kakak dari anaknya. Jadi, dia tidak mau bersikap lebih kasar lagi ke Vanya, ntar dia malah ngadu makin runyem masalahnya.
"Gue ngg ...."
"Res! Rapat udah mau dimulai, kok lo belum masuk sih? Anak-anak udah pada nungguin dari tadi." Perkataan Ares terpotong karena Ami teman yang sama osis dengannya memanggil dia. Untung saja ada penolong, kalau tidak makin pusing Ares jadinya.
"Kan, lo denger?" tanya Ares dengan tatapan malas pada Vanya.
"Iihhh ya udah, gue pulang duluan." Jawab kesal Vanya memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya kesal.
"Hahahaha ... kayak ikan cupang gue lihat bebeb lo Res." Tawa Nevan menepuk-nepuk bahu Gavin yang berada disampingnya. Jangan ditanya kenapa sedari tadi Gavin diam karena dia tengah sibuk memakan sandwich yang baru saja dia beli di kantin. Maklum raja makanan, dimana tempat pasti dia makan.
"Sakit goblok." Marah Gavin karena mengganggu aktivitas makannya yang membuat Nevan langsung terdiam karena tidak mau mengganggu singa yang lagi kelaparan.
"Sialan kalian semua, bukannya nolongin malah makin buat tuh Vanya bersemangat." Kesal Ares menatap tajam sahabatnya itu.
"Hahahaha ... asyik aja Res lihat dia manja-manja sama lo." Jawab Keenan semakin tertawa geli melihat wajah Ares yang marah.
"Dah lah gue mau rapat," ujar Ares yang masih terlihat kesal lalu membalikkan badannya menuju ruang osis.
"Ares! Tunggu woi!" Teriak Reagan yang ditinggalkan Ares.
"Nggak, lo jahat tadi. Males gue." Teriak Ares yang sudah berlari meninggalkan Reagan dan terjadilah aksi kejar-kejaran yang dramatis seperti film India.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Teen Fiction⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)