Happy Reading
***
Ares yang masih terdiam di lorong rumah sakit mendengar perkataan Reagan tadi, akhirnya tersadar dan kembali bergegas menuju UGD untuk menemui bundanya. Intan cukup cemas, karena anaknya lama sekali kembali dari resepsionis.
"Kamu kemana aja?" tanya Intan menatap Ares yang berjalan lalu duduk didekatnya.
"Tadi aku jumpa Reagan Bun, kata dia Azel mengalami kecelakaan." Jawab Ares menunduk sedih.
"Kecelakaan? Kok bisa?" kaget Intan, dia langsung cemas dengan keadaan gadis yang sangat baik itu.
"Aku nggak tau, soalnya Reagan nggak bolehin aku ketemu sama Azel." Jawab Reagan lagi yang membuat Intan menatap anaknya heran.
"Kenapa gitu?" tanya Intan merasa heran.
"Nanti aku ceritain Bun, kita harus ngurus jenazah ayah sekarang." Jawab Ares beranjak dari sana, untuk mengikuti ambulans menuju rumahnya.
***
Sebaliknya orang tua Azel dari kantin rumah sakit. Mereka kembali ke depan ruang ICU. Melihat Azel yang masih tidak sadar di sana.
Wisnu dan Ranti saling bertatapan, berharap sang anak segera siuman. Wisnu kembali memeluk sang istri, dia juga berharap sang anak juga akan bangun secepatnya.
Ketika mereka tengah terhanyut memerhatikan sang anak. Terdengar dering ponsel dari saku celana Wisnu. Dia langsung merogoh dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Halo!" jawab Wisnu setelah melihat ternyata adalah polisi yang menangani Elina tadi.
"Halo! Selamat siang Pak! Begini Pak, atas pengakuan anak bapak, dia bekerja sama dengan 7 orang. 6 orang adalah preman yang mengganggu Azel ketika pergi sekolah bulan lalu dan 2 diantara mereka juga yang mencelakai Azel sampai dia kecelakaan. Sedangkan 1 orang itu adalah orang yang selalu membuat rencana untuk mencelakai Azel dan menurut pelaku, dia teman satu sekolah Azel." Jelas polisi itu menjelaskan setelah membuat Elina mengaku tadi.
"Baik, tangkap semua pelaku yang bekerja sama dengan anak saya. Saya tidak mau satupun lolos, karena mereka harus mempertanggungjawabkan kesalahan mereka." Jawab Wisnu dengan tegas.
"Baik Pak, tim kami sudah mencari keberadaan pelaku saat ini. Kami akan menginformasikan lebih lanjut kepada bapak." Angguk polisi lalu mematikan sambungan teleponnya.
Wisnu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Menghela napas sedikit panjang, merasa sedikit pusing kepalanya, karena memikirkan masalah Elina yang tidak kelar-kelar sedari tadi.
"Siapa Mas?" tanya Ranti mengikuti sang suami yang duduk tak jauh dari ruang ICU tadi.
"Polisi yang menangani Elina tadi." Jawab Wisnu menatap sendu Ranti.
"Apa kata mereka Mas?" tanya Ranti mengusap bahu sang suami agar dia bisa lebih tenang.
"Elina sudah mengaku kalau yang bekerja sama dengannya ada 6 orang. Termasuk orang yang mencelakai Azel tadi malam. Huh! Saya tidak menyangka kalau Elina akan senekat itu melakukannya. Bahkan saya sendiri percaya padanya." Jelas Wisnu memijat hidungnya sembari menunduk menatap lantai di bawahnya.
Ranti yang mendengar penjelasan sang suami awalnya sedikit kaget. Bahkan Elina benar-benar mempersiapkan semuanya untuk mencelakai anaknya sendiri.
Namun, dia kembali tersenyum menatap Wisnu. Mengusap bahunya sebentar, membuat Wisnu membalikkan kepalanya untuk menatap sang istri juga.
"Apapun yang terjadi sudah kehendak Allah Mas. Mungkin Elina dibutakan sama sesuatu yang buat dia cemburu sama Azel." Hibur Ranti agar Wisnu tidak kepikiran lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Novela Juvenil⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)