*13* SEDIKIT TERSADAR~

560 52 0
                                        

Happy Reading :)

***

Azel tengah duduk termenung di rooftop sekolah, setelah mendengar perkataan Ares tadi, dia sedikit memikirkannya karena memang perkataan Ares ada benarnya juga. Dia tidak seharusnya menjadi seperti ini, memang sulit menerima apa yang telah terjadi. Tapi, cobaan memang akan selalu datang ketika kita masih menghembuskan napas di dunia ini.

Dia tampak bingung akan mengikuti yang mana, Azel hanya bisa berulang kali menhembuskan dan menarik napasnya kembali karena dia rasa, ini adalah pilihan yang sangat sulit baginya.

"Huh, kehidupan gue terganggu semenjak kehadiran cowok jelangkung bin aneh itu." Dumel Azel menghela napas sembari mengusap kasar wajahnya karena masih terpikirkan dengan perkataan Ares.

"Kalo lo butuh tempat buat melepaskan semuanya gue ada buat lo ...." Perkataan itu terus saja menari-nari di otaknya.

Azel yang muak memilih mengambil ponsel yang berada di saku roknya dan membuka mobile legend-nya. Dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu saat ini, kalaupun gurunya marah karena dia kabur dia tidak peduli.

Selang beberapa menit Azel selesai memainkan game-nya dan dia sudah mulai bosan, dia membiarkan begitu saja ponselnya terletak didekatnya. Angin berembus menerbangkan rambut hitam sepunggungnya itu, dia kemudian mengedarkan pandangan menatap langit yang sangat cerah sekali.

Hanya ada beberapa permen kapas yang menghiasi langit siang itu, dia mengukir senyum perlahan dan teringat sudah lama dia tidak menampakkan senyum tulusnya ke semua orang. Palingan hanya kepada mama, Freya dan Reagan semenjak kejadian itu. Dia bahkan lupa bagaimana bisa tersenyum lepas tanpa merasakan beban di hatinya.

Tak lama dia hanyut dengan pemandangan di atas rooftop, tapi ketika dia tengah memejamkan mata menikamati angin sepoi-sepoi, Freya sahabatnya malah mengejutkan dirinya dari belakang. Membuat dia terlonjak kaget, untung saja dia tidak langsung terjun, terlebih dia duduk di tepi rooftop sekali.

"Woi! Kalo gue langsung jatuh gimana Frey?" teriak Azel menatap tajam Freya yang tertawa melihat wajah kesal sahabatnya itu.

"Hihi ... maaf, gue nggak bermaksud kok." Tawa Freya kembali, sedangkan Azel malah tidak mengacuhkannya dan kembali mengedarkan pandangannya untuk menikmati suasana yang tenang menurutnya.

Freya juga akhirnya ikutan duduk disebelah Azel setelah menghentikan tawanya tadi, dia tau kalau Azel seperti ini pasti dia tengah teringat dengan masa lalunya itu. Freya tau betul semua masalah yang dihadapi sahabatnya ini dan karena itulah Freya berjanji pada dirinya untuk tidak akan meninggalkan Azel sendirian.

Dia tidak mau melihat Azel kembali ke masa itu, masa dimana dia hancur dan tidak tau arah hidup. Saat itu dia hanya ingin mengakhiri hidupnya saja, tapi karena keberadaan Freya-lah yang membuatnya kembali seperti ini. Walaupun semuanya berubah, tapi Freya masih bersyukur masih memiliki sahabat sekuat dan sebaik Azel.

"Frey!" tak lama terdengar panggilan dari Azel yang membuat Freya menatap Azel yang terlihat sendu.

"Iya Zel." Jawab Freya menunggu lanjutan perkataan Azel.

"Apa gue salah bersikap kayak gini Frey?" tanya Azel yang membuat Freya mengerjapkan matanya karena heran kenapa sahabatnya bisa terpikir seperti ini sekarang.

"Nggak Zel, nggak salah kok. Karena setiap orang itu berubah sebab suatu masalah atau kehilangan orang yang sangat dia sayangi. Jadi wajar aja menurut gue kalau lo berubah." Jawab Freya dengan senyum manisnya sembari mengusap bahu Azel.

Azel yang mendengar merasa sedikit tenang, tapi masih ada yang mengganjal di hatinya. Terlebih setelah mendengar perkataan Ares tadi.

"Apa gue balik lagi ya Frey ke sikap lama gue?" tanya Azel balik yang masih melihat ke depan memperhatikan pemandangan.

AZALEA [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang