Happy Reading :)
***
Beberapa hari berlalu, keadaan Freya sudah sepenuhnya tidak apa-apa. Malahan dia sudah kembali ceria seperti biasanya. Membuat Azel sangat lega beserta Ares dan lainnya juga. Namun, walaupun begitu terkadang masih ada terbesit rasa sesak di hati Freya. Tapi, dia langsung mengenyahkan pemikiran itu dan kembali mengingat pesan Azel padanya.
Sedangkan, hubungan Reagan dan Aletta semakin lengket dan sudah disebut sebagai couple goals di sekolah ini oleh seluruh murid. Keromantisan mereka selalu saja terlihat, mulai dari postingan Reagan, instastory-nya sampai sikap Reagan pada Aletta di sekolah.
Walaupun demikian, Freya sudah benar-benar tidak peduli. Yang jelas sekarang dia mau fokus ke hubungan Azel. Dia ingin melunakkan hati Azel untuk bisa berterus terang kepada Ares yang sebenarnya. Dia tidak mau Azel memendam perasannya seperti ini, yang ada bakalan membuatnya semakin sakit.
"Zel! Lo bener-bener nggak mau jujur tentang lo sama si setan carmuk itu ke Ares?" tanya Freya tiba-tiba yang tengah berada di kantin karena jam istirahat.
"Nggak Frey, gue nggak mau. Yang ada nanti setelah Ares tau, dia deket sama gue lagi dan buat si carmuk ngelakuin hal yang nggak terpikirkan di gue. Gue nggak mau Ares kenapa-napa, cukup gue aja. Jangan orang yang gue sayang ikut kena juga." Jawab Azel dengan wajah serius pada Freya.
"Tapi Zel, makin lama lo mendem sendirian. Yang ada sakit Zel, lo bohongin perasaan lo sendiri. Nggak baik." Khawatir Freya menatap dalam Azel yang mengalihkan pandangannya ke makanan yang dia pesan tadi.
"Nggak Frey. Udah ah, nggak usah bahas itu dulu." Jawab Azel langsung menggati topik yang membuat Freya mendesah kesal dengan kekeras kepalaan Azel ini.
"Serah lo dah, keras kepala. Pusing gue." Kesal Freya lalu kembali sibuk menghabiskan makanannya.
"Kalau nggak keras nggak kepala dong Frey." Jawab Azel dengan santainya tanpa merasa bersalah.
"Astaghfirullah, sabar gue Zel. SABAR!" geram Freya yang merasa ingin meng-ihhh kan Azel saat itu juga.
"Jangan marah-marah nanti cepet tua." Senyum tipis Azel yang membuat Freya bertambah kali lipat geramnya.
Dia memilih diam daripada menjawab perkataan Azel tadi. Yang ada tidak bakalan selesai dan akan terjadi kelanjutan yang membuat murid SMA Rajawali ikutan kaget nantinya.
Setengah jam berlalu, mereka selesai makan. Merekapun memutuskan untuk ke kelas karena jam istirahat akan segera usai. Ketika mereka hendak melintasi koridor kelas 12 dengan perpustakaan, semua murid malah sibuk berlari menuju lapangan membuat Freya tampak heran dengan apa yang terjadi.
"Ada apa ya? Kok rame amat?" tanya Freya pada Azel.
"Nggak tau, mungkin ada yang berantem." Jawab Azel sedikit tidak peduli. Ya karena palingan hal semacam itu yang membuat murid heboh.
"Oiya ya." Angguk Freya kembali tidak peduli.
"Kita lihat yok, mana tau seru." Tarik Azel pada Freya membuatnya pasrah dengan kelakuan Azel yang seperti ini.
Setiba di lapangan semua sudah berkerumun, mulai dari semua lantai kelas yang berada di atas sudah dipenuhi oleh murid Rajawali karena penasaran dengan apa yang terjadi. Azel berusaha masuk ke baris paling depan sembari menarik Freya yang sudah kesusahan mengikuti dirinya.
Ketika mereka baru tiba di tengah-tengah kerumunan, terdengar petikan gitar dengan alunan yang sungguh indah dan tak lama terdengar lantunan lagu yang membuat Freya tersentak mendengar suara itu. Dia menegang, jantungnya pun kembali berdebar tidak karuan dan tanpa sadar dia mendorong cukup kuat orang didepannya karena ingin melihat apakah itu benar laki-laki yang dia maksud.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Teen Fiction⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)