Happy Reading
***
"MAS! KAMU NG ...."
"Ma udah nggak papa kok." Potong Azel sebelum mamanya selesai dengan perkatannya.
"Tapi Nak ...."
"Udah Ma, aku nggak papa." Tenang Azel berusaha tersenyum sebelum kembali ditarik papanya ke kamar.
Sesampai di atas, dia langsung didorong dengan kasar hingga sampai membentur meja belajar yang berada didepannya. Untung saja hanya terbentur sedikit, sehingga kepalanya tidak begitu sakit dan hanya sedikit ngilu yang dia rasakan. Papanya keluar sembari mengunci pintu kamarnya dan tidak lupa sebelum itu merampas ponsel Azel, agar dia tidak bisa meminta bantuan atau menghubungi siapapun.
Setelah papanya keluar dari kamar, dia diam terduduk sembari memegang luka di kedua lututnya, dia terpaku melihat luka itu. Dia kembali tersenyum kecut karena ketika Elina terluka papanya sangat mengkhawatirkan kakaknya, sedangkan dia sampai dilukai seperti ini dan dia sudah tau kalau rasa sayang dan kekhawatiran terhadap dirinya tidak ada sedikitpun dari sang papa.
Dia bangkit perlahan dan duduk di kursi meja belajarnya mengambil alkohol serta kapas, sebelum itu dia membersihkan kedua lukanya. Agar tidak infeksi lalu baru dia memberi obat merah dan memberikan plester untuk menutupi lukanya. Selesai dari itu, dia melepaskan tas punggung yang masih dia pakai dan penyebab lututnya bisa terluka parah karena dia yang sengaja tidak mengganti seragam roknya menjadi celana tadi pagi, maka dari itu dia bisa sampai terluka cukup parah.
Dia menyandarkan tubuhnya di kursi meja belajarnya, lama dia terpaku memikirkan nasib dirinya, lalu kembali tertawa dan sadar kalau tidak ada gunanya untuk meratapi nasib seperti ini.
"Alhamdulillah, gue nggak dibolehin sekolah, makasih ya tuan raja. Saya bisa maraton film dari pagi." Tawa gembira Azel lalu langsung mengambil laptopnya dan merebahkan diri di atas ranjang menikmati film terbaru yang baru saja dia download.
***
Di SMA Rajawali saat ini mereka tengah istirahat makan siang, Freya yang sedari tadi masih menunggu Azel hingga jam telah menunjukkan pukul sembilan, akhirnya pasrah karena dia yakin kalau sahabatnya tidak akan masuk hari ini.
Dia yang sudah lelah menunggu sahabatnya itu berjalan menuju kantin sembari mengirimkan pesan pada kekasihnya untuk makan bersama. Sesampai di kantin, kekasihnya yaitu Reagan sudah duduk bersama sahabatnya yang lain dan tentunya ada Ares di sana. Freya menyapa mereka dengan senyum manisnya, lalu duduk dihadapan Reagan yang sudah memesankan makanan untuknya.
"Kemana Azel? Tumben tuh anak nggak datang?" tanya Reagan heran karena biasanya Azel pasti akan mengabari dia kalau tidak hadir dan ini sudah kedua kalianya seperti ini. Pemikiran negatif langsung merasuki hati mereka.
"Apa jangan-jangan dia dimarahi lagi ya?" celetuk Freya mengingat kejadian waktu itu hingga Azel sampai dikurung diruang bawah tanah.
"Dimarahi? Masa cuma dimarahi dia sampe nggak masuk segala." Sela Nevan yang ikut mendengarkan pembicaraan sahabatnya itu.
"Iya, yakali seorang Azel bakalan seperti itu sih. Nggak mungkin." Tambah Keenan karena tidak percaya. Sedangkan Ares yang mendengar sangat penasaran dengan pembicaraan tentang Azel, ya walaupun dia terlihat tidak peduli namun hatinya tidak bisa bohong kalau tentang Azel.
"Kalian nggak tau aja gimana papanya Azel. Kemarin pas dia nggak masuk sekolah dan nggak ada berita seperti sekarang ini, dia dimarahi sampai dipukuli terus dikurung semalaman sampai dia demam. Makanya waktu itu dia sempat pingsan kalian ingatkan?" jelas Freya kepada semuanya yang langsung kaget kalau ternyata papanya Azel sangat kejam.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Fiksi Remaja⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)