Happy Reading
***
Hari kepulangan Azel dari rumah sakit akhirnya tiba, Azel sudah bersiap untuk pulang. Sembari menunggu mamanya yang mengemasi barang-barang dan papanya yang tengah sibuk melunasi pembayaran rumah sakit.
Azel terdiam duduk di ranjangnya, sembari melihat ke jendela indahnya langit siang itu. Dia tersenyum sebentar dan teralihkan pandangannya, ketika mamanya sudah selesai berkemas. Begitu juga papanya yang sudah kembali dari resepsionis.
"Udah?" tanya Wisnu pada mereka berdua.
"Udah." Angguk mereka bersamaan berjalan menuju pintu, di mana Wisnu menunggunya di sana.
Ketika mereka baru melangkahkan kaki ke luar ruangan Azel, sahabat Azel datang membuat mereka kaget karena Azel sudah dibolehkan pulang.
"Loh? Lo udah boleh pulang?" tanya Reagan menatap Azel dari atas sampai ke bawah.
"Lo emang udah sembuh total Zel?" tanya Freya ikut heran.
"Lo kan belum sembuh total, kenapa udah balik aja?" tanya Ares kali ini yang memutar Azel mengecek keadaannya.
"Ihhh, gue udah dibolehin pulang sama dokternya. Selagi gue nggak kecapekan, jadi nggak papa." Jawab Azel sedikit kesal dengan kelakuan Ares yang berlebihan.
"Maklum dia keras kepala pengen pulang, makanya dibiarin sama dokternya. Lagian capek dokter denger dia ngerengek mulu." Tambah Ranti yang membuat mereka tertawa mendengarnya.
"Mama ihh." Manyun Azel sedikit kesal.
"Berarti udah bisa balik ke sekolah dong? Akhirnya gue nggak sendirian lagi." Heboh Freya merasa senang.
"Bilang aja nggak ada tempat nyontek." Sindir Azel yang tepat sasaran.
"Sialan! Gue cubit ginjal lo, auto balik masuk rumah sakit." Tatap tajam Freya seketika, sedangkan Azel malah tertawa bahagia.
"Oiya, Om mau minta tolong. Kalau seandainya Om nggak bisa anter Azel kalian bisa jemputkan? Sekalian jagain dia biar nggak ngeyel, nanti ngelakuin kegiatan yang bikin dia kecapekan," ujar Wisnu menatap Reagan dan Ares bersamaan.
"Bisa dong Om, aman kalo di kita mah." Angguk Ares beserta Reagan.
"Makasih ya, Om bakal serahin ke kalian. Om nggak mau Azel kenapa-napa." Senyum Wisnu sembari mengusap puncuk kepala Azel.
"Aku bukan anak kecil lho Pa, nggak usah dijagain gitu juga." Tatap Azel pada papanya yang tertawa.
"Iya-iya, tapi papa tetap nggak tenang. Makanya papa minta ke mereka buat jagain kamu."
"Bener kata papa Zel, kamu nurut aja." Angguk Ranti menyetujui.
"Ya udah deh." Angguk Azel pasrah.
"Nah, kalo gitu ayo kita pulang." Tarik Wisnu pada bahu Azel sembari membawa tas di tangan kirinya dan Ranti berjalan di sebelah kanan Azel diikuti yang lainnya.
***
Siang ini, Azel tampak mager akan melakukan apa. Karena dia ingin keluar tidak dibolehkan sendiri, mau mengajak orang tuanya. Papanya sibuk kerja, karena proyeknya lagi berjalan. Untung masalah keuangan kemarin bisa diatasi papanya, jadi perusahaannya bisa kembali normal dan tidak jadi bangkrut.
Azel masih rebahan di ranjangnya, belum mandi sama sekali dan memilih memainkan ponselnya. Cukup lama, akhirnya dia bosan dan kembali rebahan sembari menatap langit-langit kamarnya.
Ketika matanya mulai tertutup karena ngantuk, Azel dikejutkan dengan tiba-tiba ada yang masuk ke kamarnya. Dia langsung terduduk, melihat horor Ares yang seenaknya masuk kamar seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Fiksi Remaja⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)