Happy Reading :)
***
Istirahat sekolah hari ini, Azel tengah duduk di rooftop sendirian. Sedangkan Freya makan di kantin sendirian karena Azel tidak lapar dan memilih duduk di sana, daripada melihat Ares dan dia sudah tidak sanggup untuk sakit hati lagi.
"Azel!" kaget Reagan sembari menepuk pelan pundak Azel yang membuatnya langsung terlonjak kaget.
"Anj ... Astaghfirullah sabar kok gue beneran." Jawab kesal Azel menatap tajam Reagan yang tertawa puas berhasil membuat Azel emosi.
"Hahahaha ... jangan marah-marah nggak baik, ntar cepet tua." Tawa Reagan dan duduk disamping Azel.
"Serah lo." Jawab kesal Azel lagi dan memilih mengedarkan pandangannya lagi ke langit.
"Zel!" Panggil Reagan kembali.
"Hm." Gumam Azel tanpa membalikkan kepalanya menatap Reagan.
"Gue mau nembak Freya," ujar Reagan yang langsung membuat Azel heboh.
"Kapan? Dimana? Ikut!" Teriak Azel yang langsung menyerang Reagan.
"Anjir santai, kapannya gue belum pasti. Menurut lo gimana?" jawab Reagan yang kaget dengan kelakuan Azel yang seperti ini.
"Eh, bukannya lo masih ada rencana ya?" tanya balik Azel karena mengingat perkataan Reagan waktu itu.
"Oiya gue lupa, nanti sore deh gue ajak dia jalan." Ingat Reagan karena masih ada rencananya yang lain.
"Pokoknya sebelum gue pergi olimpiade, kalian udah jadian." Jawab Azel bersemangat sendiri.
"Iya dong harus, biar nggak ada yang gangguin pas kita lagi berdua," ucap Reagan yang langsung mendapat tamparan kuat dari Azel.
"Sakit bodoh!" teriak Reagan memegangi tangannya.
"Mon maap nih, gue jenius." Jawab Azel berlagak sok sombong.
"Iya dah, apalah daya gue yang cuma pinter karena lihat brainly." Pasrah Reagan melawan Azel.
***
Jam pulang sekolah tiba, Azel yang bergegas ingin pulang, kembali terhalang karena ada rapat untuk olimpiade. Sebab lomba untuk olimpiade akan tiba beberapa minggu lagi, jadi karena itu para guru mengetes satu-persatu murid yang ikut agar tidak mengecewakan nama sekolah nantinya.
Azel sebenarnya ingin izin dan bisa ikut dilain hari bersama Bu Rika, tapi bakalan tidak akan dibolehkan nantinya. Jadi, dia terpaksa akhirnya mengikuti walaupun hatinya sangat berat terlebih melihat Ares.
Azel memasuki aula dan duduk di tempat yang telah dibagi oleh gurunya berdasarkan mata pelajaran yang akan dia lombakan nantinya dan tampak di sana Ares tengah duduk bersama Vanya bercerita berdua dan tertawa. Rasanya hawa panas langsung menjalar ke seluruh tubuh Azel, tapi mau bagaimana? Ares bukan siapa-siapa baginya. Mau marah kan dia yang membuat Ares tersakiti karena dirinya sendiri.
Azel menundukkan kepalanya dan memilih memainkan ponselnya daripada melihat kedekatan mereka berdua. Cukup lama dia menunggu, akhirnya tes dimulai dan dia segera bergegas mengisi lembar tes itu dengan cepat. Setengah jam dia menyelesaikan dan setelah selesai, dia memberikan kepada Bu Rika dan untungnya bagi murid yang telah siap dibiarkan untuk pulang.
Azel bernapas lega dan segera keluar menuju parkiran sekolahnya, tapi ketika dia hendak keluar bersama motornya terlihat lagi Ares bersama Vanya keluar dari dalam sekolah sembari tertawa bersama. Kontak mata diantara mereka berdua sempat terjadi beberapa menit, dengan pancaran di mata Ares yang begitu kecewa dengan Azel.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZALEA [Completed]
Roman pour Adolescents⚠️Follow dulu sebelum membaca⚠️ Ini bukan kisah seorang cewek yang berkonflik dengan cowok bad boy, bukan juga kisah cewek yang humble ke semua orang dan berakhir disukai cowok idaman satu sekolah dan bukan juga kisah cewek yang dikejar seorang cowo...
![AZALEA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/282799761-64-k934262.jpg)